Oase di Lorong 103 Timur Koja: Tentang Ikan, Sampah, dan Rezeki yang Hanyut

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 21 Januari 2026 | 08:30 WIB
Oase di Lorong 103 Timur Koja: Tentang Ikan, Sampah, dan Rezeki yang Hanyut
Ilustrasi selokan di Jakarta Utara yang disulap jadi kolam ikan. (Suara.com)
  • Warga Lorong 103 Timur, Koja, Jakarta Utara mengubah selokan yang kotor menjadi kolam ikan nila, mujair, dan mas koki.
  • Inisiatif pembersihan dimulai sekitar tahun 2019 di bawah kepemimpinan Ketua RT Ismet dan sekretaris Arif Budiman.
  • Kolam ikan kini berfungsi menjaga lingkungan serta menjadi tempat bermain dan pengawasan bagi anak-anak setempat.

Dari lomba itulah ide mempercantik selokan muncul. Ia ingin sesuatu yang lebih indah. Berkat sumbangan ikan dari warga—termasuk ikan berwarna-warni dari keluarga mantan Ketua RT, Ismet—ekosistem ini pun terbentuk secara alami. Beberapa Ikan diantaranya ada yang berasal dari sumbangan warga sendiri.

Muhammad Arif Budiman, Ketua RT 009, Lorong 103 Timur, Koja, Jakarta Utara. Selasa (20/1/2026). (Suara.com/Irene Anggraini)
Muhammad Arif Budiman, Ketua RT 009, Lorong 103 Timur, Koja, Jakarta Utara. Selasa (20/1/2026). (Suara.com/Irene Anggraini)

"Ini ikan makanya kalau ada tulisan, itu ikannya warga. Karena warga yang memang yang nanam, ada juga dari luar 'ah saya nyumbang ikan koi, taruh ikan koi," ujar Arif.

Aku sempat bertanya bagaimana perasaan mereka saat banjir Senin lalu menghanyutkan beberapa ikan di sana. Arif hanya tersenyum tenang dan memberikan jawaban yang membuatku tersentuh.

"Bagi saya pribadi gini, ketika ikan keluar itu belum rezeki kita, rezeki orang lain, orang bisa menikmati ikan gitu," ucapnya filosofis.

Aku membayangkan betapa getirnya melihat ikan-ikan yang dipelihara bertahun-tahun harus hanyut begitu saja terbawa arus banjir.

Meski hari ini airnya tampak sedikit keruh akibat hujan terus-menerus dan banjir setinggi sekitar 50 cm yang baru saja melanda, kehidupan di bawah permukaan air itu tetap berdenyut.

Kini, selokan itu bukan lagi sekadar saluran pembuangan. Ia menjadi "polisi" yang mengubah kebiasaan warga. Orang-orang jadi segan membuang sampah sembarangan karena ada nyawa yang harus dijaga di sana.

Di sisi lain, keriuhan di Lorong 103 Timur tak lengkap tanpa kehadiran anak-anak SD yang menjadikan area selokan ini sebagai taman bermain mereka.

Sambil berpegangan pada pagar besi yang melindungi kolam, mereka tampak asyik mengamati pergerakan ikan.

"Tahu, Kak! Itu ada CCTV-nya dipasang di situ," seru salah satu anak laki-laki berseragam sekolah merah putih saat ditanya soal pengamanan kolam tersebut.

Mereka sadar betul bahwa "harta karun" di selokan ini dijaga ketat agar tidak ada yang mencuri atau mengganggu ikan-ikan tersebut.

Bagi mereka, kolam ini bukan sekadar inovasi lingkungan, tapi juga arena petualangan. Dengan wajah polos dan penuh semangat, mereka bercerita tentang aksi "akrobatik" yang sering mereka lakukan di sekitar lokasi.

Seorang anak sedang melihat ke arah selokan kolam ikan, Selasa (20/1/2026). (Suara.com/Irene Anggraini)
Seorang anak sedang melihat ke arah selokan kolam ikan, Selasa (20/1/2026). (Suara.com/Irene Anggraini)

"Kadang suka loncat kayak bebek! Loncat dari situ, syuuut... gitu! Baru ke situ. Naik pagar, naik pagar," celoteh mereka sambil memperagakan gerakan melompat dengan tangan terbuka, lalu menunjuk pagar berjaring yang membatasi antara selokan air Lorong 103 Timur dengan bangunan bekas Ramayana itu.

Celoteh riang anak itu menggambarkan betapa serunya menghabiskan waktu di pinggir selokan yang kini menjadi kolam ikan.

Saat matahari mulai condong ke barat, aku meninggalkan Lorong 103 Timur. Membawa pulang sebuah pelajaran berharga. Bahwa keindahan bisa tumbuh di mana saja. Bahkan di dalam selokan yang paling gelap sekalipun, selama ada tangan-tangan tulus yang bersedia menjaganya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah

Foto | Selasa, 20 Januari 2026 | 09:30 WIB

137 Ton Sampah Diangkut dari Tanggul Muara Baru, DLH DKI Targetkan 5 Hari Selesai

137 Ton Sampah Diangkut dari Tanggul Muara Baru, DLH DKI Targetkan 5 Hari Selesai

News | Senin, 19 Januari 2026 | 13:57 WIB

Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru

Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:21 WIB

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:12 WIB

Wali Kota Ungkap Penyebab Daratan Sampah di Tanggul NCICD Muara Baru

Wali Kota Ungkap Penyebab Daratan Sampah di Tanggul NCICD Muara Baru

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:45 WIB

Terkini

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:10 WIB

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB