Bertambah jadi 2.493 WNI, KBRI Phnom Penh Percepat Proses Kepulangan Lewat Paspor Darurat

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 27 Januari 2026 | 13:06 WIB
Bertambah jadi 2.493 WNI, KBRI Phnom Penh Percepat Proses Kepulangan Lewat Paspor Darurat
Foto sebagai ILUSTRASI: Warga Negara Indonesia (WNI) terduga korban TPPO berjalan menuju bus saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/3/2025). [ANTARA FOTO/POOL/Bayu Pratama S/Spt]
baca 10 detik
  • Sebanyak 2.493 WNI meminta bantuan KBRI Phnom Penh antara 16 hingga 26 Januari 2026 akibat operasi pemberantasan sindikat penipuan daring Kamboja.
  • KBRI menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor sebagai dokumen darurat bagi korban TPPO yang kesulitan pulang ke tanah air.
  • Duta Besar RI berkoordinasi dengan Kepolisian Kamboja untuk mendapatkan penampungan sementara serta menjamin keamanan bagi WNI korban tersebut.

Suara.com - Situasi darurat kemanusiaan tengah dihadapi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja. Dalam kurun waktu sangat singkat, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang melapor untuk meminta perlindungan dan bantuan pemulangan melonjak drastis hingga mencapai 2.493 orang.

Data yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menunjukkan angka tersebut tercatat sejak 16 Januari 2026 hingga 26 Januari 2026.

Lonjakan ini diyakini merupakan imbas langsung dari operasi besar-besaran yang dilancarkan pemerintah Kamboja untuk memberantas sindikat penipuan daring (online scam) yang marak mempekerjakan warga asing, termasuk dari Indonesia.

Ribuan WNI ini diduga kuat adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjebak dalam operasional perusahaan-perusahaan ilegal tersebut.

Kini, setelah berhasil keluar atau diselamatkan, mereka berbondong-bondong mendatangi KBRI sebagai satu-satunya harapan untuk bisa kembali ke tanah air.

KBRI Phnom Penh Bergerak Cepat, Terbitkan Paspor Darurat

Menghadapi gelombang WNI yang masif, KBRI Phnom Penh langsung mengaktifkan protokol penanganan darurat. Langkah-langkah intensif segera dilakukan, mulai dari pendataan rinci, assessment atau penilaian kasus per individu, hingga proses krusial penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

SPLP ini berfungsi sebagai paspor darurat bagi para WNI yang kehilangan, tidak memiliki, atau paspornya ditahan oleh sindikat. Dokumen ini menjadi kunci agar mereka bisa melewati proses imigrasi dan terbang kembali ke Indonesia.

Menurut keterangan resmi Kemlu, sebagian WNI yang masih memegang dokumen perjalanan lengkap dan tidak memiliki masalah denda keimigrasian (overstay) telah berhasil pulang ke Indonesia secara mandiri. Namun, bagi ribuan lainnya, prosesnya lebih rumit.

baca juga

"Dan bagi mereka yang telah difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara dan permohonan keringanan denda keimigrasian, dilaporkan telah membeli tiket secara mandiri. Contohnya, 46 WNI yang akan kembali ke tanah air pada tanggal 30 Januari 2026," tulis Kemlu dalam rilis resminya, Selasa (27/1/2026).

Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses, Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, turun langsung melakukan koordinasi tingkat tinggi.

Pada Senin (26/1), Dubes Santo menggelar pertemuan penting dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja yang juga menjabat Kepala Kepolisian Phnom Penh, Letnan Jenderal Chuon Narin.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Santo secara khusus mengapresiasi dukungan pemerintah Kamboja yang telah menyediakan lokasi penampungan sementara dan meningkatkan patroli keamanan di sekitar lingkungan KBRI serta shelter WNI.

Di sisi lain, Letjen Chuon Narin menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan para WNI. Ia juga menyoroti potensi risiko kesehatan seperti penyakit menular akibat kepadatan di lokasi penampungan dan berjanji akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah-langkah pencegahan.

Usai pertemuan, Dubes Santo bahkan diajak langsung untuk bertemu dengan 19 WNI yang saat itu ditampung sementara oleh Kepolisian Phnom Penh, memastikan kondisi mereka secara langsung sebelum diproses lebih lanjut oleh KBRI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI Gabung Militer Asing: Iming-Iming Gaji Besar, Namun Status Kewarganegaraan Jadi Taruhan

WNI Gabung Militer Asing: Iming-Iming Gaji Besar, Namun Status Kewarganegaraan Jadi Taruhan

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 08:22 WIB

Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya

Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya

News | Senin, 26 Januari 2026 | 14:49 WIB

OJK: Tak Semua WNI di Kamboja Korban TPPO, Sebagian Adalah Kriminal

OJK: Tak Semua WNI di Kamboja Korban TPPO, Sebagian Adalah Kriminal

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 14:43 WIB

WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM

WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM

News | Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40 WIB

Ingin Jadi Tentara Amerika Seperti Syifa WNI yang Viral? Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Ingin Jadi Tentara Amerika Seperti Syifa WNI yang Viral? Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Lifestyle | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:58 WIB

Viral WNI Asal Tangerang Jadi Tentara AS, Harunya Perpisahan dengan Keluarga di Bandara

Viral WNI Asal Tangerang Jadi Tentara AS, Harunya Perpisahan dengan Keluarga di Bandara

Entertainment | Kamis, 22 Januari 2026 | 14:07 WIB

Jadwal Main Timnas Indonesia Selama Fase Grup Piala AFF 2026, Kamboja Jadi Lawan Perdana

Jadwal Main Timnas Indonesia Selama Fase Grup Piala AFF 2026, Kamboja Jadi Lawan Perdana

Bola | Senin, 19 Januari 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

×