Ironi Lumbung Pangan Indramayu: Harga Gabah Naik, Petani Terpaksa Beli Pupuk di Pasar Gelap

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 29 Januari 2026 | 19:02 WIB
Ironi Lumbung Pangan Indramayu: Harga Gabah Naik, Petani Terpaksa Beli Pupuk di Pasar Gelap
Ilustrasi Harga Gabah Naik [elements.envato]
  • Petani Indramayu menghadapi tantangan 2025 meliputi konflik sosial, ekspansi tebu, dan kesulitan akses pupuk bersubsidi.
  • Anggota SPI Indramayu sering dikeluarkan dari RDKK, memaksa mereka membeli pupuk di pasar gelap dengan harga tinggi.
  • Rencana penanaman tebu 10.000 hektare oleh PT SGN memicu SPI meminta pemerintah menjaga zona pangan padi.

Suara.com - Di balik statusnya sebagai salah satu lumbung pangan nasional, petani di Indramayu masih menghadapi berbagai tantangan berat.

Serikat Petani Indonesia (SPI) Indramayu mencatat, sepanjang tahun 2025 kesejahteraan petani dibayangi konflik sosial, ancaman ekspansi tebu, hingga sulitnya akses pupuk bersubsidi yang memaksa petani beralih ke pasar gelap (black market).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPI Indramayu, Toyib Abdullah, dalam catatan akhir tahunnya mengungkapkan bahwa salah satu masalah paling krusial adalah diskriminasi akses pupuk.

Anggota SPI kerap dihilangkan dari data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga tidak mendapatkan akses ke penyuluh pertanian lapangan (PPL) maupun kios resmi.

“Kalau mendaftarkan sesuatu apa pun yang kita minta ke pemerintah melalui desa itu nggak pernah direspons. Untuk pupuk, sedikit banyak kami terpaksa memakai black market dengan harga di atas HET pemerintah,” ujar Toyib dalam konferensi pers, Kamis (29/1/2026).

Ketimpangan akses lahan di kawasan hutan juga memicu ketegangan di tingkat akar rumput. Toyib menceritakan adanya kecemburuan sosial dari warga sekitar yang merasa iri terhadap petani SPI yang mengelola lahan hutan.

Konflik tersebut bahkan sempat memuncak dalam aksi penggerudukan Sekretariat DPC SPI Indramayu oleh massa beberapa bulan lalu.

“Masyarakat sekitar desa secara emosional iri dan ingin mendapatkan hak atas tanah di kawasan hutan. Bahkan beberapa bulan kemarin sempat terjadi konflik, teman-teman juga tahu soal penggerudukan sekretariat DPC Kabupaten Indramayu,” jelasnya.

Isu agraria di Indramayu turut memanas seiring rencana penanaman tebu seluas 10.000 hektare oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di wilayah Terisi, Gantar, dan Cikaung. SPI Indramayu dengan tegas meminta pemerintah menjaga zona pangan.

“Silakan kalau memang mau menanam tebu, silakan. Yang mau menanam padi juga silakan. Dengan catatan, yang sudah tebu jangan dialihfungsikan ke padi, dan yang padi jangan dialihfungsikan ke tebu,” tegas Toyib.

Dari sisi ekonomi, Toyib mengakui harga gabah dalam satu-dua tahun terakhir cukup menggembirakan bagi petani, bahkan sempat menyentuh Rp900.000 per kuintal. Indikator kesejahteraan ini, menurutnya, terlihat dari daya tukar gabah terhadap pupuk.

“Kalau tiga sampai empat tahun lalu, satu kuintal gabah cuma bisa dapat satu kuintal pupuk. Tapi satu-dua tahun terakhir, satu kuintal gabah bisa beli dua sampai tiga kuintal pupuk. Itu menurut saya menunjukkan petani lebih sejahtera,” tambahnya.

SPI juga mendorong peran koperasi petani. Koperasi ini berfungsi sebagai penyedia modal awal tanam sekaligus penyerap hasil panen.

Toyib mengklaim KPPI mampu membeli gabah petani seharga Rp8.100 per kilogram, lebih tinggi dari harga tengkulak, untuk kemudian dikirim ke jaringan koperasi di Jakarta.

Selain itu, menghadapi kendala lahan tadah hujan, petani SPI mulai beralih menggunakan teknologi pompa listrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya dibanding bahan bakar minyak. Namun, tantangannya adalah akses listrik yang belum merata ke seluruh lahan anggota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Petani Melek Teknologi, Upaya Modernisasi Pertanian di Desa Ngadirejo

Dorong Petani Melek Teknologi, Upaya Modernisasi Pertanian di Desa Ngadirejo

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:53 WIB

SPI Jambi Sebut Reforma Agraria Era Prabowo seperti 'Cuaca Mendung: Birokrasi Lemah

SPI Jambi Sebut Reforma Agraria Era Prabowo seperti 'Cuaca Mendung: Birokrasi Lemah

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:09 WIB

Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025

Sumut Darurat Agraria: 450 Konflik Mandek, 1,8 Juta Jiwa Terdampak Bencana Sepanjang 2025

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 16:23 WIB

Terkini

Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni

Dahaga Menahun Berakhir, 295 Rumah di Semanan Kini Nikmati Air Bersih dari Waduk Aseni

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:26 WIB

Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis

Angka Putus Sekolah Tinggi, Pramono Buka Opsi Tambah Sekolah Gratis

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:21 WIB

Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang

Baleg DPR Dukung UU Pembatasan Uang Tunai, Dinilai Ampuh Tekan Politik Uang

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:20 WIB

Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang

Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:15 WIB

Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL

Gus Ipul Bongkar Sosok Nurhayati, Aktivis Muslimat NU yang Gugur dalam Kecelakaan KRL

News | Kamis, 30 April 2026 | 13:13 WIB

Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran

Donald Trump Minta Israel Jangan Asal Bom Lebanon, Serangan Harus Tepat Sasaran

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:58 WIB

Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan

Apresiasi Praja IPDN, Wamendagri Bima: Latih Kepemimpinan Atasi Dinamika Pemerintahan

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:47 WIB

Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS

Kebakaran Apartemen Mediterania Diduga karena Korsleting Listrik, 5 Penghuni Dievakuasi ke RS

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:47 WIB

Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Plus Minusnya?

Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Apa Plus Minusnya?

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:41 WIB

DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak

DPRD DKI: Jakarta Mimpi Jadi Kota Global Tapi Anak Putus Sekolah Masih Banyak

News | Kamis, 30 April 2026 | 12:35 WIB