“Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Salah satunya lewat Sekolah Rakyat ini,” ujar Gus Ipul.
Erni sendiri mengaku senang bisa kembali sekolah setelah sempat putus satu tahun usai lulus SD. Kini ia tinggal di asrama SRT 44 dan mengikuti kegiatan belajar seperti teman-temannya.
Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar akademik. Di sini anak-anak tinggal di asrama, makan bersama, dibimbing setiap hari, dibentuk karakter dan keterampilannya. Dalam satu semester berjalan, perubahan sudah tampak nyata.
“Sekarang kita lihat mereka lebih segar, lebih percaya diri, dan menatap masa depan dengan optimis,” kata Gus Ipul.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani yang turut hadir juga mengakui perubahan tersebut. “Anak-anak kita sekarang lebih berani bermimpi. Bahkan sudah ada yang meraih prestasi nasional,” ujarnya.
SRT 44 Kebumen saat ini membina 100 siswa, terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP. Kegiatan belajar dan pengasuhan didukung 10 guru, 16 wali asuh, serta 6 wali asrama.
Dalam acara ini para siswa SRT 44 menampilkan beragam atraksi mulai dari tari, pidato bahasa Inggris, Arab dan Jepang, paduan suara serta teater.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, Anggota DPRD Jawa Tengah Reza Mahardika, jajaran pejabat tinggi madya Kemensos, jajaran Forkopimda Kabupaten Kebumen, serta pilar-pilar sosial di Kabupaten Kebumen. ***