Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 16 Februari 2026 | 19:51 WIB
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
Ilustrasi tentara Israel di Gaza. [Ist]
  • Akun X @warfareanalysis pada 15 Februari 2026 mengklaim data internal IDF mencantumkan satu tentara Indonesia.
  • Data resmi IDF menunjukkan 50.632 personel memegang kewarganegaraan asing, didominasi warga Amerika Serikat (12.135).
  • Sebanyak 2.069 personel dengan kewarganegaraan Inggris bertugas di IDF, berdasarkan laporan media investigasi Declassified UK.

Suara.com - Militer Israel atau Israel Defence Force (IDF) disebut memiliki puluhan ribu personel mereka yang memegang kewarganegaraan ganda. Di tengah panasnya situasi geopolitik, muncul klaim mengejutkan yang menyebutkan bahwa salah satu dari puluhan ribu tentara tersebut berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

Klaim tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Warfare Analysis di platform X (@warfareanalysis) pada Minggu (15/2/2026) lalu.

Akun tersebut membagikan rincian yang diklaim bersumber langsung dari data internal militer Israel mengenai tentara yang berasal dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan Arab.

"Berikut daftar tentara di Angkatan Darat Israel yang memegang kewarganegaraan dari negara-negara mayoritas Muslim dan Arab, menurut Angkatan Darat Israel," bunyi unggahan tersebut.

Dalam daftar yang dipublikasikan, terlihat rincian jumlah personel dari berbagai negara secara spesifik berikut gambar bendera negara-negaranya.

"UEA: 1, Mesir: 1, Maroko: 72, Aljazair: 1, Tunisia: 15, Yaman: 14, Suriah: 2, Iran: 47, Irak: 5, Indonesia: 1, Turki: 112, Turkmenistan: 31, Bosnia: 4, Uzbekistan: 264, Tajikistan: 8," lanjut unggahan tersebut.

Munculnya nama Indonesia dalam daftar tersebut memicu polemik besar, mengingat Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Unggahan dari akun tersebut juga menyertakan beberapa lembar dokumen berbahasa Ibrani yang diklaim sebagai daftar resmi kewarganegaraan para tentara IDF.

Selain negara-negara mayoritas Muslim, akun tersebut juga menyebutkan keberadaan 197 warga negara India yang saat ini bertugas di Angkatan Darat Israel.

Fenomena tentara berkewarganegaraan ganda di tubuh IDF sebenarnya bukan hal baru, namun jumlahnya kini terungkap secara masif.

Berdasarkan laporan harian Yedioth Ahronoth yang bersumber dari data resmi IDF, tercatat sebanyak 50.632 tentara IDF memiliki setidaknya satu tambahan kewarganegaraan asing.

Data ini dirilis sebagai respons atas permintaan akses informasi publik yang diajukan oleh kelompok advokasi transparansi, Hatzlacha.

Rincian data tersebut menunjukkan dominasi negara-negara Barat dalam komposisi personel asing di militer Zionis.

Dari total 50.632 tentara, sebanyak 12.135 memegang kewarganegaraan Amerika Serikat, yang merupakan kelompok terbesar.

Posisi berikutnya diikuti oleh 6.127 personel berkewarganegaraan Prancis dan lebih dari 5.000 personel dengan kewarganegaraan Rusia.

Selain itu, data militer menunjukkan lebih dari 3.000 tentara memegang kewarganegaraan Jerman dan jumlah yang hampir sama memegang kewarganegaraan Ukraina.

Lebih dari 1.000 tentara masing-masing tercatat memegang kewarganegaraan Inggris, Rumania, Polandia, Ethiopia, dan Kanada. Sisanya tersebar di berbagai negara lain di seluruh dunia.

Pengungkapan ini juga membedah kompleksitas status kewarganegaraan para personel tersebut. Tercatat sebanyak 4.440 tentara memiliki dua kewarganegaraan asing selain kewarganegaraan Israel, sementara 162 personel lainnya bahkan memiliki tiga kewarganegaraan asing sekaligus.

Laporan mencatat bahwa permintaan data ini sebenarnya telah diajukan sejak Maret 2025, dan menjadi rincian publik pertama yang sangat mendalam mengenai asal-usul personel militer Israel.

Meskipun data ini telah dipublikasikan, Angkatan Darat Israel tidak memberikan klarifikasi lebih lanjut apakah angka-angka tersebut mencakup pasukan aktif, pasukan cadangan, atau gabungan keduanya.

Sebagai gambaran, media Israel memperkirakan jumlah tentara aktif mereka berada di angka 170.000 personel, dengan dukungan pasukan cadangan terdaftar mencapai 400.000 hingga 460.000 orang.

Keterlibatan warga negara asing dalam konflik di Gaza juga diperkuat oleh laporan media investigasi Declassified UK.

Laporan tersebut menyoroti kontingen dari Inggris yang cukup signifikan. Lebih dari 2.000 warga negara Inggris dilaporkan bertugas di militer Israel selama periode konflik di Gaza.

Data dari Declassified UK menyebutkan bahwa hingga Maret 2025, terdapat 1.686 warga negara ganda Inggris-Israel dan 383 individu lainnya yang memegang kewarganegaraan Inggris, Israel, dan setidaknya satu kewarganegaraan tambahan yang bertugas di IDF.

Jika digabungkan, total personel dengan latar belakang kewarganegaraan Inggris mencapai 2.069 orang.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa terdapat 43.194 warga negara ganda dan 3.913 warga negara multinasional yang terdaftar di IDF.

Jika dijumlahkan, terdapat 47.107 tentara yang memegang kewarganegaraan Israel bersama dengan setidaknya satu kewarganegaraan negara lain, yang mempertegas betapa besarnya keterlibatan unsur asing dalam kekuatan militer Israel saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP

Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP

News | Senin, 16 Februari 2026 | 16:43 WIB

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 09:10 WIB

Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:24 WIB

Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel

Ulasan Buku Julid Fi Sabilillah: Strategi Warganet Indonesia Membongkar Propaganda Israel

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:20 WIB

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 20:18 WIB

SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun

SBY Minta Pemerintah Dalami Aturan Board of Peace Sebelum Bayar Iuran Rp17 Triliun

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:15 WIB

Isarel Gabung Board of Peace, Kemlu Jelaskan Sikap Indonesia

Isarel Gabung Board of Peace, Kemlu Jelaskan Sikap Indonesia

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:49 WIB

Terkini

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:23 WIB

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:07 WIB

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:30 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB

Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?

Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:28 WIB

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:14 WIB

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Tak Hanya Fokus Pendidikan, Orang Tua Siswa Diberdayakan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:03 WIB

Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat

Ini Sudah Jadi Teror! DPR Dukung Aparat Tembak Begal di Tempat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

DPR Bantah Menteri HAM Soal Larangan Tembak Begal: Polisi Tak Boleh Ragu Bertindak

DPR Bantah Menteri HAM Soal Larangan Tembak Begal: Polisi Tak Boleh Ragu Bertindak

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:55 WIB