- Rangkaian teror pasca-kritik BEM UGM menyasar Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, ibu, dan puluhan pengurus organisasi.
- Ibu Tiyo menerima pesan fitnah penggelapan uang pada tengah malam, sementara pengurus lain menerima tuduhan serupa.
- Tiyo menghadapi teror digital, ancaman fisik penguntitan, hingga upaya pembunuhan karakter menggunakan konten manipulasi AI.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, menilai teror yang menyasar Tiyo hingga keluarganya mencerminkan rendahnya indeks keamanan digital di Indonesia.
Terbongkarnya data pribadi keluarga, masifnya disinformasi, serta adanya dugaan praktik pengawasan digital menunjukkan pola yang terorganisir.
“Ada surveillance, ada pembongkaran data pribadi, ada disinformasi. Ini bukan hanya menunjukkan keamanan digital yang sangat rentan, tapi ini bagian dari konspirasi negara untuk meredam kritik melalui platform digital,” tegas Masduki.