- Pemimpin Kartel CJNG, El Mencho, tewas tertembak saat operasi militer di Tapalpa, Jalisco, pada Minggu dini hari.
- Kematiannya memicu anggota kartel membalas dendam dengan membakar kendaraan dan memblokir jalan di enam negara bagian.
- Kerusuhan ini melumpuhkan Kota Guadalajara, menghentikan penerbangan internasional, serta memicu peringatan perjalanan dari AS dan Kanada.
Suara.com - Kementerian Pertahanan Meksiko mengonfirmasi tewasnya gembong narkoba paling dicari sekaligus pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias "El Mencho".
Bos kartel tersebut tewas akibat luka tembak saat dievakuasi ke Mexico City usai terlibat kontak senjata sengit dengan pasukan militer di Tapalpa, Jalisco, pada Minggu (22/2) dini hari waktu setempat.
Insiden ini sontak memicu gelombang kekerasan dan aksi balas dendam dari anggota kartel, memicu pembakaran kendaraan hingga pemblokiran jalan raya di sedikitnya enam negara bagian.
Kekacauan ini bahkan membuat Kota Guadalajara, yang dipersiapkan sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, lumpuh total layaknya kota mati setelah warga diimbau untuk tidak keluar rumah.
"Guadalajara (kota tuan rumah Piala Dunia 2026) terdampak parah, dengan kekhawatiran keamanan meningkat karena stadion Akron akan menggelar pertandingan penting, (Spanyol vs Uruguay Meksiko vs Korea Selatan). Banyak penggemar khawatir akan keselamatan mereka," tulis keterangan dalam akun X @idextratime, yang dikutip pada, Senin (23/2/2026).
Merangkum dari peristiwa tersebut, berikut adalah deretan 8 fakta terkait tewasnya El Mencho dan kerusuhan yang terjadi di Mexico.
1. Dipicu Operasi Militer Minggu Dini Hari
Kerusuhan ini dipicu secara langsung oleh sebuah operasi militer yang dilancarkan pada waktu fajar oleh pasukan aparat keamanan gabungan Meksiko di wilayah kota Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, tepatnya pada hari Minggu dini hari waktu setempat. Di tengah jalannya operasi penyergapan tersebut, terjadilah kontak senjata dan baku tembak yang sangat sengit antara aparat dengan pasukan kartel.
Akibat insiden berdarah itu, Nemesio Oseguera Cervantes alias "El Mencho" (59), yang dikenal sebagai gembong narkoba paling dicari sekaligus pemimpin tertinggi Kartel Jalisco New Generation (CJNG), dilaporkan menderita luka tembak yang sangat parah dan pada akhirnya tidak dapat diselamatkan, dan ia mengembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan saat pihak berwenang berupaya melakukan evakuasi medis darurat menuju Mexico City.
2. Aksi Balasan Brutal Kartel CJNG
Sesaat setelah berita mengenai tewasnya sang bos besar El Mencho menyebar luas ke publik, eskalasi kekerasan yang sangat masif langsung pecah dan tak terkendali di berbagai wilayah. Gerombolan pria bersenjata lengkap, yang diyakini kuat merupakan loyalis dan anggota aktif dari Kartel Jalisco New Generation (CJNG), secara terang-terangan turun merangsek ke jalan-jalan kota.
Sebagai bentuk perlawanan frontal dan balasan atas operasi militer aparat, kelompok kriminal ini menciptakan kekacauan anarkis dengan membakar berbagai jenis kendaraan.
Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga secara sengaja memblokir sejumlah ruas jalan raya dan jalur akses strategis untuk melumpuhkan mobilitas umum, sekaligus menyebarkan teror yang dirancang sebagai ajang unjuk kekuatan.
3. Kerusuhan Meluas hingga ke 6 Negara Bagian
Dampak dari insiden mematikan ini rupanya tidak hanya terisolasi atau terkonsentrasi di satu titik lokasi operasi militer di Tapalpa saja. Dalam hitungan waktu yang terbilang sangat singkat, eskalasi kerusuhan yang dipicu oleh kemarahan loyalis kartel menyebar secara masif ke wilayah yang lebih luas, menjangkau sedikitnya enam negara bagian di Meksiko.