Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 04 Maret 2026 | 14:24 WIB
Pakar UGM: Perang AS-Israel Vs Iran Pertegas Momentum Indonesia Keluar dari Board of Peace
Momen Donald Trump meminta Prabowo memegangi dokumen Board of Peace. (YouTube/ The White House)
baca 10 detik
  • Dosen UGM menyarankan Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) sebab konflik AS-Israel dan Iran menunjukkan kontradiksi.
  • BoP dinilai membahayakan perdamaian global dan mempolarisasi negara, bertentangan dengan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia.
  • Bertahan di BoP berisiko merusak reputasi Indonesia yang menganut prinsip antikolonialisme, disarankan beralih ke The Hague Group.

Suara.com - Indonesia dinilai sedang berada pada momentum yang tepat untuk mengoreksi kebijakan luar negerinya. Terutama untuk segera keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP).

Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Diah Kusumaningrum, menegaskan bahwa realitas yang ada saat ini dengan pecahnya konflik antara US-Israel dengan Iran sudah cukup menjadi bukti konkret bagi pemerintah untuk mengambil jarak.

Jika pada awal lalu keputusan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian itu mungkin didasari informasi yang belum lengkap. Namun situasi terkini telah menunjukkan kontradiksi tajam.

"Sekarang sudah ada bukti-bukti yang lebih konkret, ada dasar untuk mengoreksi keputusan Indonesia dan Indonesia perlu keluar dari Board of Peace," tegas Diah dalam Strategic Talk Institute of International Studies (IIS), Departemen Ilmu Hubungan Internasional, UGM, dikutip, Rabu (4/3/2026).

Alih-alih mengedepankan pendekatan damai, Diah memaparkan bahwa BoP justru mempertontonkan serangan militer yang tergolong sebagai crime of aggression (kejahatan agresi).

Serangan ilegal dari dua anggota BoP, US dan Israel ke Iran, dinilai sangat membahayakan stabilitas dan keamanan regional di Timur Tengah maupun skala global.

"Bertolak belakang dengan namanya Dewan Perdamaian, ini justru membahayakan perdamaian, perdamaian sejati serta perdamaian berkelanjutan baik dalam konteks Palestina, konteks Regional Timur Tengah maupun Global," tuturnya.

Belum lagi, keterlibatan Palestina dalam proses-proses di dalam BoP pun dinilai nihil. Klaim dukungan terhadap perjuangan Palestina yang sering digaungkan oleh pendukung dewan ini dianggap hanya sebatas retorika.

"Jangankan mengedepankan kepentingan Palestina, melibatkannya pun tidak gitu ya dan sampai hari ini serangan-serangan terhadap Palestina, Gaza, itu masih terus berlangsung," ucapnya.

baca juga

Selain masalah kemanusiaan, Diah menyatakan bahwa BoP tengah melakukan polarisasi tajam terhadap negara-negara di dunia. Struktur dewan ini memaksa negara-negara untuk memilih pihak antara blok Amerika Serikat dan Israel atau posisi sebaliknya.

Kondisi ini dinilai sangat merugikan posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

"Kita ingat dulu Amerika sering bilang 'either you are with us or against us'. Nah, Board of Peace ini jelas merupakan proses polarisasi negara-negara yang ada di dunia dan saya kira Indonesia jangan mau ikut menjadi bagian polar yang agresif," tuturnya.

Masalah distribusi sumber daya yang tak adil di dalam organisasi itu pun menjadi sorotan.

"Ini justru malah menarik iuran dari banyak negara termasuk negara selatan, negara kecil gitu. Israel-nya malah boleh bayarnya nanti-nanti aja gitu. Jadi ada banyak kontradiksi gitu ya," ujarnya.

Risiko terbesar bagi Indonesia jika tetap bertahan di dalam BoP adalah ancaman terhadap reputasi internasional dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Secara Matematis Timnas Indonesia Bisa Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, tapi...

Secara Matematis Timnas Indonesia Bisa Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, tapi...

Bola | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:03 WIB

Cristiano Ronaldo Kabur ke Madrid Gunakan Jet Pribadi Usai Serangan Iran? Begini Faktanya

Cristiano Ronaldo Kabur ke Madrid Gunakan Jet Pribadi Usai Serangan Iran? Begini Faktanya

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:50 WIB

Perang AS-Iran Terus Bergulir, Harga Minyak Mentah Dunia Makin Mahal

Perang AS-Iran Terus Bergulir, Harga Minyak Mentah Dunia Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:41 WIB

Kabar Menyayat Hati, Masjid Al Aqsa Tak Gelar Salat Tarawih untuk Pertama Kali

Kabar Menyayat Hati, Masjid Al Aqsa Tak Gelar Salat Tarawih untuk Pertama Kali

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:15 WIB

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:11 WIB

2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?

2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:06 WIB

Viral Warganet Temukan Rudal Sudah Siaga di Jawa Timur, Benarkah?

Viral Warganet Temukan Rudal Sudah Siaga di Jawa Timur, Benarkah?

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:38 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×