Waketum Golkar: Indonesia Harus Tegas Kutuk Serangan AS-Israel, Tapi Jangan Keluar dari BoP

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 04 Maret 2026 | 15:53 WIB
Waketum Golkar: Indonesia Harus Tegas Kutuk Serangan AS-Israel, Tapi Jangan Keluar dari BoP
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama dengan Presiden ketujuh Joko Widodo (kanan) dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) saat menggelar pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). [Handout/BPMI Setpres/Muchlis Jr]
  • Idrus Marham (Golkar/IKA UIN Alauddin) meminta pemerintah bersikap tegas menanggapi serangan AS dan Israel terhadap Iran.
  • Ia menekankan pentingnya pernyataan resmi ketidaksetujuan demi konsistensi politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
  • Idrus menyarankan Indonesia tetap di forum Board of Peace untuk memengaruhi penyelesaian konflik secara diplomatik.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Umum IKA UIN Alauddin Makassar, Idrus Marham, meminta pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas atas memanasnya konflik di Timur Tengah.

Hal ini menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Menurutnya, langkah awal yang krusial adalah penyampaian pernyataan resmi pemerintah yang menegaskan ketidaksetujuan terhadap aksi militer tersebut.

Ia menilai hal ini merupakan bentuk konsistensi Indonesia dalam memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif.

"Ini prinsip!” tegas Idrus dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Idrus berpendapat bahwa pernyataan tegas tersebut menjadi "warning" diplomatik bagi keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP).

Namun, ia memiliki pandangan berbeda dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait keberadaan Indonesia di dalam forum tersebut. Jika MUI mendesak Indonesia keluar, Idrus menilai Indonesia justru harus tetap berada di dalam untuk memberikan pengaruh.

"Pernyataan tegas tidak setuju atas penyerangan tersebut penting, sebagai peneguhan prinsip politik luar negeri kita. Namun, ketidaksepakatan itu tidak serta-merta harus dimaknai dengan keluar dari forum internasional," ujar Idrus.

Idrus menambahkan bahwa strategi politik luar negeri Indonesia harus tetap berpijak pada nilai konstitusi, Pembukaan UUD 1945, serta prinsip Dasasila Bandung.

Menurutnya, keluar dari BoP bukan perkara sulit, namun tidak akan memberi dampak kondusif bagi penyelesaian konflik.

“Kalau orientasinya penyelesaian secara diplomatik, maka cara-cara militer jelas bertolak belakang. Justru karena kita ada di dalam, kita bisa menunjukkan sikap tegas, menyatakan tidak setuju berdasarkan nilai dasar Dasa sila Bandung, konstitusi, dan prinsip dasar politik luar negeri,” katanya.

Idrus memahami bahwa desakan MUI untuk keluar dari BoP lahir dari semangat moral. Namun, ia menekankan bahwa keputusan diplomatik membutuhkan "kalkulasi dingin" agar Indonesia tidak kehilangan kursi di meja perundingan.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham. (Suara.com/Bagaskara)

Ia mendorong agar Indonesia tidak pasif dan justru mengambil peran sebagai mediator yang kredibel.

Lebih lanjut, Idrus mendorong agar perjuangan diplomasi ini juga diefektifkan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan merujuk pada Pasal 2 Ayat (4) Piagam PBB yang melarang penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain.

Secara khusus, Idrus mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil kepeloporan sebagai pemimpin dunia Islam.

Ia berharap Presiden Prabowo dapat mengonsolidasikan negara-negara Islam untuk penyelesaian krisis kemanusiaan, kemerdekaan Palestina, serta perdamaian dunia.

Momentum krisis ini, menurutnya, harus dijadikan peluang untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai jembatan perdamaian global.

“Kita harus bebas dalam menentukan sikap, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian dunia. Orientasi kita jelas, penyelesaian secara diplomatik. Perang hanya akan memperluas penderitaan dan menjauhkan cita-cita keadilan serta kemerdekaan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran

Amerika Serikat Siap Tempur, Israel Justru Kelelahan Dibombardir Iran

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 15:32 WIB

Banyak yang Mundur, Hamish Daud Tetap Berangkat Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah

Banyak yang Mundur, Hamish Daud Tetap Berangkat Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 15:02 WIB

5 Fakta Hubungan Megawati dengan Ali Khamenei, Kini Kirim Surat Duka Cita

5 Fakta Hubungan Megawati dengan Ali Khamenei, Kini Kirim Surat Duka Cita

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:29 WIB

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:28 WIB

Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama

Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi

Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:26 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:20 WIB

Jadi Tersangka Korupsi MBG, Berapa Harta Kekayaan Dadan Hindayana?

Jadi Tersangka Korupsi MBG, Berapa Harta Kekayaan Dadan Hindayana?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:20 WIB

KPK Sita Deretan Kendaraan Mewah dari OTT Imigrasi Jakbar, Ada Triumph hingga Mercy

KPK Sita Deretan Kendaraan Mewah dari OTT Imigrasi Jakbar, Ada Triumph hingga Mercy

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:07 WIB

Selain Mark-up Motor hingga Sepatu MBG, Dadan Cs Diduga Loloskan SPPG Tak Penuhi Syarat

Selain Mark-up Motor hingga Sepatu MBG, Dadan Cs Diduga Loloskan SPPG Tak Penuhi Syarat

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:07 WIB

Bongkar Gurita Korupsi MBG! Kejagung Temukan Banyak Yayasan SPPG Dadan Cs di Seluruh Indonesia

Bongkar Gurita Korupsi MBG! Kejagung Temukan Banyak Yayasan SPPG Dadan Cs di Seluruh Indonesia

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:06 WIB

Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran

Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:04 WIB

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:53 WIB

Korupsi MBG, Dadan Hindayana Cs Diduga Mark-up Motor Listrik Rp1 Triliun dan Ribuan Pasang Sepatu

Korupsi MBG, Dadan Hindayana Cs Diduga Mark-up Motor Listrik Rp1 Triliun dan Ribuan Pasang Sepatu

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Kebakaran Misterius di Sleman: Teror Manusia atau Anomali Alam?

Kebakaran Misterius di Sleman: Teror Manusia atau Anomali Alam?

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:39 WIB