Tampang Pencuri Uang Takziah di Kramat Jati Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku Spesialis Melayat

Bangun Santoso

Jum'at, 06 Maret 2026 | 17:40 WIB
Tampang Pencuri Uang Takziah di Kramat Jati Teridentifikasi, Polisi Buru Pelaku Spesialis Melayat
Rekaman kamera pengawasan (CCTV) memperlihatkan pelaku berlari setelah mengambil uang takziah di rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/Dokumentasi pribadi).
baca 10 detik
  • Polsek Kramat Jati memburu spesialis pencurian uang takziah di Jakarta Timur yang aksinya terekam CCTV.
  • Pelaku diduga telah melakukan aksi serupa di dua lokasi sebelumnya dengan modus berpura-pura menjadi pelayat.
  • Polisi menggunakan sketsa wajah dan rekaman untuk identifikasi, namun pelaku kuat dugaan telah meninggalkan lokasi persembunyian.

Suara.com - Aksi kriminalitas dengan modus yang tidak biasa tengah menggegerkan warga Jakarta Timur, khususnya di kawasan Kramat Jati. Seorang perempuan diduga kuat menjadi spesialis pencurian uang takziah dengan memanfaatkan situasi duka di rumah warga.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Kramat Jati terus bergerak melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya mulai terkuak melalui metode identifikasi kepolisian.

Kepolisian Sektor (Polsek) Kramat Jati kini tengah berupaya keras mengungkap identitas asli perempuan tersebut.

Salah satu langkah teknis yang diambil adalah dengan menyusun dan menggunakan sketsa wajah berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang melihat langsung keberadaan pelaku di lokasi kejadian.

Upaya ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang rekaman aksinya sempat viral di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, memberikan penjelasan terkait perkembangan terbaru dari kasus ini.

Menurutnya, proses identifikasi masih terus berjalan meskipun tim di lapangan menghadapi beberapa kendala teknis.

"Identifikasi belum maksimal, baru dicek menggunakan sketsa wajah. Masih proses penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Penyelidikan intensif terus dilakukan dengan menyisir berbagai petunjuk, termasuk menelusuri keberadaan pelaku melalui video rekaman yang beredar luas.

baca juga

Namun, hingga saat ini, sosok perempuan tersebut masih dalam pengejaran dan belum berhasil diamankan oleh petugas.

Polisi menduga bahwa viralnya kasus ini di jagat maya membuat pelaku menyadari bahwa dirinya tengah menjadi incaran petugas dan masyarakat.

Fadoli mengungkapkan bahwa pelaku kemungkinan besar telah meninggalkan lokasi persembunyiannya setelah menyadari aksinya menjadi konsumsi publik secara luas.

"Sudah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut, sementara masih belum ada hasil. Mungkin karena kasusnya viral, jadi pelaku pergi jauh," ujar Fadoli dilansir Antara.

Meskipun demikian, tim penyidik tidak berhenti dan terus mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat guna mengungkap titik terang keberadaan perempuan tersebut.

Dalam proses pengumpulan informasi, polisi sempat menerima beberapa laporan dari warga yang mengaku mengenali pelaku.

Namun, setelah dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan, informasi tersebut ternyata tidak akurat.

"Kemarin, ada beberapa informasi katanya kenal, ternyata bukan," ucap Fadoli.

Berdasarkan data penyelidikan sementara, muncul dugaan bahwa pelaku memiliki alamat atau berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, namun hal ini masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.

Mengenai kerugian materiil yang dialami oleh keluarga korban di Kramat Jati, pihak kepolisian belum bisa memberikan angka pasti.

Hal ini dikarenakan sumbangan dari para pelayat yang berada di dalam amplop-amplop tersebut belum sempat didata oleh pihak keluarga sebelum digasak oleh pelaku.

"Karena sumbangan warga yang ada di amplop belum sempat dibuka dan dihitung oleh keluarga, jadi tidak diketahui jumlahnya," ungkap Fadoli.

Aksi pencurian di Kramat Jati ini ternyata bukanlah aksi tunggal. Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan, polisi menemukan fakta mengejutkan bahwa pelaku yang sama diduga telah beraksi di dua lokasi berbeda sebelumnya.

Pola kejahatan yang dilakukan menunjukkan bahwa perempuan ini adalah pemain lama yang memang menyasar rumah-rumah duka.

"Iya, betul, sama seperti dua kejadian sebelumnya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3).

Dengan terungkapnya fakta ini, maka pelaku tercatat telah melakukan tindak kejahatan serupa sebanyak tiga kali di wilayah hukum Jakarta Timur dengan modus operandi yang identik, yakni berpura-pura menjadi pelayat yang ikut berduka.

Pihak kepolisian memastikan bahwa ciri-ciri pelaku dalam kasus di Kramat Jati sangat identik dengan pelaku di dua lokasi sebelumnya.

"Betul, memang kasus dan pelakunya sama," ujar Fadoli.

Berdasarkan data kepolisian, dua tindak kejahatan serupa sebelumnya terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026.

Dalam menjalankan aksinya, perempuan ini menggunakan pola yang sangat rapi untuk mengelabui keluarga almarhum dan pelayat lainnya.

Ia mendatangi rumah duka dan berakting seolah-olah mengenal dekat keluarga yang sedang berduka. Strategi ini dilakukan agar ia bisa berbaur dengan mudah tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun dari warga sekitar atau pihak keluarga.

Saat situasi di rumah duka mulai ramai dan perhatian keluarga teralihkan oleh prosesi takziah, pelaku segera memanfaatkan kelengahan tersebut.

Ia diduga mengambil uang sumbangan takziah yang biasanya diletakkan di tempat tertentu sebelum sempat diamankan oleh pihak keluarga.

Aksi nekat ini terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di salah satu lokasi, yang kemudian menjadi bukti vital bagi kepolisian.

Penyidik kini fokus mengumpulkan bukti tambahan, termasuk mendalami rekaman CCTV dari tiga lokasi berbeda untuk memperkuat konstruksi kasus.

Salah satu rekaman yang paling jelas berasal dari kejadian di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, pada Senin (2/3).

Dalam video yang juga diunggah oleh akun Instagram @info_cipayung tersebut, terlihat jelas pelaku melarikan diri ke luar rumah duka setelah berhasil melancarkan niat buruknya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat sosok yang memiliki kemiripan dengan sketsa wajah atau rekaman CCTV yang telah beredar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digagalkan Pemilik Rumah, 3 Calon Pencuri Motor di Jagakarsa Babak Belur Diamuk Massa!

Digagalkan Pemilik Rumah, 3 Calon Pencuri Motor di Jagakarsa Babak Belur Diamuk Massa!

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:47 WIB

Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek

Modus Baru! Rp300 Ribu Jadi Umpan, Pencuri di Kramat Jati Ngaku Kasat Narkoba Gondol Motor Ojek

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:09 WIB

DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal

DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:32 WIB

Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya

Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 14:28 WIB

Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan

Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:21 WIB

Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan

Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 06:47 WIB

Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku

Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:57 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×