Baca 10 detik
- Presiden Iran Pezeshkian menolak ultimatum penyerahan tanpa syarat dari AS, menyikapi agresi militer yang gugur di Pemimpin Tertinggi.
- Iran membalas agresi militer AS-Israel yang dimulai 28 Februari dengan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan AS.
- Pidato penolakan ini disampaikan pada Sabtu (7/3/2026) sebagai respons langsung terhadap tuntutan Presiden AS Donald Trump.
"Setelah itu, dan setelah terpilihnya Pemimpin yang hebat dan dapat diterima, kami, dan banyak sekutu serta mitra kami yang luar biasa dan sangat berani, akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran kembali dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi dari sebelumnya.," demikian tulis Trump.