Ditembakkan Militer Israel, Ini Bahaya Peluru Fospor Putih untuk Anak dan Perempuan

Ronald Seger Prabowo

Rabu, 11 Maret 2026 | 11:14 WIB
Ditembakkan Militer Israel, Ini Bahaya Peluru Fospor Putih untuk Anak dan Perempuan
Ilustrasi serangan Israel. Human Rights Watch (HRW) menuding militer Israel menggunakan amunisi fosfor putih di atas kawasan permukiman di kota Yohmor, Lebanon selatan, pada 3 Maret 2026. [United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) / AFP]
baca 10 detik
  • HRW menuding militer Israel menembakkan fosfor putih di atas permukiman Yohmor, Lebanon selatan, pada 3 Maret 2026.
  • Penggunaan fosfor putih meledak di udara dinilai melanggar hukum humaniter internasional karena tidak membedakan target sipil.
  • Senjata ini menyebabkan luka bakar parah, keracunan sistemik, serta memicu kebakaran besar pada area padat penduduk.

Suara.com - Human Rights Watch (HRW) menuding militer Israel menggunakan peluru fosfor putih di atas kawasan permukiman di kota Yohmor, Lebanon selatan, pada 3 Maret 2026.

Senjata pembakar tersebut disebut ditembakkan melalui artileri dan meledak di udara tepat di atas rumah warga.

HRW menyatakan telah memverifikasi delapan gambar yang menunjukkan proyektil fosfor putih meledak di udara di atas area permukiman.

Foto-foto itu juga memperlihatkan petugas pertahanan sipil berusaha memadamkan api yang membakar sedikitnya dua rumah dan satu mobil.

“Penggunaan fosfor putih oleh militer Israel di atas kawasan permukiman sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi serius bagi warga sipil,” kata peneliti HRW untuk Lebanon, Ramzi Kaiss.

“Efek pembakaran dari fosfor putih dapat menyebabkan kematian atau luka yang sangat menyakitkan dan membuat korban menderita seumur hidup.” tambahnya.

Menurut HRW, fosfor putih merupakan zat kimia yang biasanya disebarkan melalui peluru artileri, bom, atau roket.

Zat ini langsung menyala ketika terkena oksigen dan dapat membakar rumah, lahan pertanian, serta objek sipil lainnya.

Dalam hukum humaniter internasional, penggunaan fosfor putih yang meledak di udara di area berpenduduk dianggap tidak membedakan target secara jelas.

baca juga

Karena itu, penggunaannya dinilai melanggar kewajiban untuk melindungi warga sipil dari dampak serangan.

HRW juga menelusuri sebuah foto yang diunggah di media sosial pada pagi 3 Maret.

Gambar tersebut menunjukkan sedikitnya dua proyektil artileri fosfor putih meledak di udara di atas lingkungan permukiman Yohmor.

Bentuk awan asap dalam foto itu, menurut analisis HRW, konsisten dengan pola knuckle dari proyektil artileri 155 mm seri M825 yang diketahui membawa muatan fosfor putih.

Beberapa jam sebelum kejadian, juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan kepada warga Yohmor dan lebih dari 50 desa lain.

Ia meminta penduduk segera meninggalkan rumah dan menjauh minimal satu kilometer dari desa menuju area terbuka.

“Penduduk harus segera mengevakuasi rumah mereka dan menjauh dari desa setidaknya 1.000 meter,” kata Adraee dalam pengumuman tersebut.

HRW menyatakan belum dapat memastikan apakah ada korban akibat penggunaan fosfor putih pada hari itu.

Foto lain yang diverifikasi HRW menunjukkan tim pertahanan sipil memadamkan api di atap rumah dan sebuah mobil.

Asap juga terlihat keluar dari balkon rumah yang disebut terdampak fosfor putih.

Menurut analisis HRW, kebakaran kemungkinan disebabkan serpihan pembakar yang tersebar dari proyektil fosfor putih yang meledak di udara.

Serpihan tersebut dapat menyebar hingga radius 125 hingga 250 meter dari titik ledakan.

Sejak eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah pada 2 Maret, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 217 orang tewas hingga 6 Maret.

Ratusan ribu warga juga dilaporkan mengungsi dari wilayah selatan Lebanon.

Bahaya Peluru Fospor Putih

Fosfor putih adalah bahan kimia yang sering dipakai dalam amunisi militer.

Zat ini mudah menyala sendiri saat terkena udara dan menghasilkan panas sangat tinggi serta asap tebal.

Karena sifatnya itu, penggunaannya di daerah yang ada warga sipil sering dianggap sangat berbahaya.

Berikut bahaya utamanya bagi warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan:

1. Luka bakar sangat parah

Ketika fosfor putih mengenai tubuh manusia, ia terus terbakar sampai oksigen habis.

Suhu pembakaran bisa mencapai 800°C atau lebih.

Luka bakarnya bisa menembus hingga daging dan tulang.

Fosfor yang menempel dapat menyala kembali saat terkena udara.

Pada anak-anak, kulit yang lebih tipis membuat luka bisa lebih cepat dan lebih dalam.

2. Keracunan fosfor

Fosfor putih bisa diserap melalui luka atau terhirup lewat asap.

Dampaknya antara lain:

kerusakan hati dan ginjal

gangguan jantung

mual, muntah, dan gagal organ

Pada tubuh anak-anak yang lebih kecil, dosis racun yang sedikit saja sudah berbahaya.

3. Kerusakan saluran pernapasan

Asap dari pembakaran fosfor mengandung zat beracun seperti fosfor pentoksida.

Jika terhirup:

menyebabkan batuk hebat dan sesak napas

iritasi mata dan tenggorokan

bisa memicu kerusakan paru-paru

Anak-anak lebih rentan karena paru-paru mereka masih berkembang.

4. Kebakaran luas di permukiman

Peluru fosfor putih dapat menyebarkan percikan api ke area luas.

Akibatnya:

rumah mudah terbakar

menimbulkan kebakaran besar di kawasan padat

warga sulit memadamkan karena fosfor tetap menyala

5. Dampak psikologis

Selain luka fisik, senjata ini juga menyebabkan:

trauma pada anak-anak

ketakutan ekstrem pada keluarga yang tinggal di area konflik

gangguan mental jangka panjang

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu

Perang Iran Bakal Pecah Lagi! Sekutu Zionis Kirim Kapal Perang, Netanyahu Makin Nafsu

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:42 WIB

Rudal 'Kiamat' Iran Kheibar, Ghadr, Emad, dan FattahIran Siap Jadikan Israel Kota Mati

Rudal 'Kiamat' Iran Kheibar, Ghadr, Emad, dan FattahIran Siap Jadikan Israel Kota Mati

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:15 WIB

Detik-Detik Abu Janda Ngamuk saat Debat Soal Amerika, Maki Dubes RI Ikrar Nusa Bakti: Jagoan Gue!

Detik-Detik Abu Janda Ngamuk saat Debat Soal Amerika, Maki Dubes RI Ikrar Nusa Bakti: Jagoan Gue!

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×