- Akademisi menyoroti Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar fokus pada mandat pengelolaan pertahanan negara.
- Penguatan pertahanan harus menjaga peran masyarakat sipil dan tetap dalam koridor demokrasi kontrol sipil.
- Kementerian Pertahanan disarankan fokus konsolidasi militer, industri pertahanan, dan strategi menghadapi ketegangan global.
Ia mengingatkan agar kementerian tetap bekerja sesuai mandat presiden.
“Menhan seharusnya fokus menangani isu keamanan dan pertahanan nasional,” kata Gian.
“Ketika ruang geraknya terlalu jauh masuk ke wilayah politik ekonomi atau bisnis, maka muncul pertanyaan publik tentang batas peran dan desain kekuasaan dalam pemerintahan.”
Pandangan para akademisi tersebut disampaikan dalam diskusi publik yang digelar Indonesia Youth Congress di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).
Forum itu membahas arah politik pertahanan Indonesia sekaligus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan keamanan, supremasi sipil, dan tata kelola pemerintahan yang demokratis.