- Permasalahan lingkungan Indonesia terhubung, menciptakan "lingkaran setan" antara deforestasi, krisis air, dan ketahanan pangan.
- Laporan IEO 2026 menekankan akar masalahnya adalah kebijakan pembangunan sektoral yang tidak terintegrasi dan saling merusak.
- Solusi utama meliputi transformasi tata kelola terpadu, integrasi kebijakan lintas sektor, dan percepatan pemulihan ekosistem.
Burhanudin menegaskan bahwa peluang untuk keluar dari krisis tetap terbuka.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari lingkaran setan krisis ekologis. Namun itu hanya bisa terjadi jika pembangunan tidak lagi berbasis eksploitasi jangka pendek,” ujarnya.
Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan hanya pada memperbaiki kerusakan, tetapi mengubah cara pandang pembangunan itu sendiri.
Ketika hutan, air, pangan, dan energi diperlakukan sebagai satu sistem yang saling terhubung, upaya keluar dari krisis tidak lagi berjalan sendiri-sendiri—melainkan bergerak ke arah solusi yang lebih utuh dan berkelanjutan.