Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa

Bernadette Sariyem

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:02 WIB
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Seorang perempuan gerilyawan Vietnam menangkap pilot tempur Amerika Serikat dalam perang tahun 1969 (kiri). Warga Iran tengah melihat rudal-rudal buatan dalam negeri (kanan). [Suara.com]
  • Analis militer menganggap keputusan AS-Israel berperang dengan Iran ceroboh karena berisiko menjadi 'Vietnam Kedua' yang merugikan Amerika.
  • Meskipun serangan awal AS-Israel berhasil secara taktis, Iran memicu "Jebakan Eskalasi" untuk menyeret AS pada konflik strategis.
  • Iran menerapkan 'Eskalasi Horizontal' dengan memperluas konflik ke negara Teluk untuk menaikkan biaya perang bagi Amerika Serikat.
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.

Strategi 'Eskalasi Horizontal' Iran

Menghadapi kecanggihan teknologi militer Barat, Teheran tidak membalas dengan kekuatan yang setara di udara.

Sebaliknya, mereka menerapkan 'Eskalasi Horizontal'. Strategi ini bertujuan memperluas cakupan geografis konflik, menyasar negara-negara Teluk, dan meningkatkan biaya perang bagi Washington serta ekonomi global, khususnya melalui gangguan pasokan energi di Selat Hormuz.

Langkah ini dirancang untuk menciptakan tekanan internal bagi sekutu-sekutu AS di kawasan tersebut.

Dengan menyerang fasilitas di negara-negara Teluk, Iran memaksa masyarakat setempat untuk mempertanyakan keberadaan militer Amerika di tanah mereka.

“Mereka memaksa publik di Teluk untuk bertanya: ‘Mengapa kita harus membayar harga dari perang yang tampaknya didorong oleh kebijakan ekspansionis Israel?’” kata Pape.

Strategi ini efektif menciptakan keretakan antara pemerintah negara-negara Arab dengan rakyatnya sendiri.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

Psikologi Trump dan Risiko 'Incrementalism'

Di sisi lain, kebijakan luar negeri AS di bawah Donald Trump dianggap terlalu dipengaruhi oleh "ilusi kontrol".

Robert Malley, mantan utusan AS untuk Iran, mencatat bahwa Trump cenderung merasa nyaman berada di tangga eskalasi, yang justru merupakan medan permainan yang diinginkan oleh Teheran.

“Pada suatu saat, saya berasumsi akan ada jalur keluar, tetapi saya bisa membayangkan eskalasi mencapai tingkat yang benar-benar tidak akan kita duga bahkan sebulan yang lalu... pasukan di darat, mengincar infrastruktur dasar, mengambil alih bagian dari Iran, bekerja dengan kelompok etnis Kurdi atau kelompok etnis lainnya. Semua itu bersifat eskalatif dengan cara yang berbeda,” ungkap Robert Malley.

Kekhawatiran terbesar adalah "lereng licin inkrementalisme" (slippery slope of incrementalism). Ini adalah kondisi di mana keterlibatan militer AS bertambah sedikit demi sedikit hingga akhirnya mereka terjebak dalam perang besar yang tidak bisa dimenangkan.

Robert D Kaplan, seorang spesialis urusan luar negeri, memberikan peringatan keras melalui perbandingan sejarah yang nyata.

Ia melihat bahwa lintasan konflik di Iran saat ini memiliki kemiripan yang menakutkan dengan awal mula Perang Vietnam.

“Perang di Vietnam membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang menjadi perang ukuran menengah... Situasi di Iran mungkin mengikuti lintasan yang serupa,” tulis Robert D Kaplan dalam analisisnya.

Jika skenario ini terus berlanjut, AS mungkin akan mendapati dirinya terlibat dalam perang darat yang kompleks di wilayah Iran yang luas dan bergunung-gunung.

Sementara itu, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah. Seperti yang diperingatkan oleh para ahli, Teheran tidak akan menyodorkan kemenangan di atas nampan perak bagi Trump.

Mereka lebih memilih untuk terus memukul titik-titik lemah AS, termasuk potensi serangan terhadap target-target lunak Amerika di luar negeri, guna memastikan bahwa harga yang harus dibayar Washington untuk perang ini menjadi tak tertahankan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran

Donald Trump Naik Pitam, Keir Starmer Bersikeras Inggris Ogah Bantu AS Lawan Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:50 WIB

Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra

Hidup di Garis Depan Perang! Kakek Israel Ogah Mengungsi: Suara Rudal seperti Drum Orkestra

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:43 WIB

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

Trump Ancam Serang Kuba, Presiden Miguel Daz Canel Siapkan 'Neraka' untuk Pasukan AS

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah

Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:45 WIB

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:38 WIB

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:35 WIB

Terkini

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:59 WIB

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:57 WIB

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:54 WIB

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:29 WIB

Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam

Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:28 WIB

KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15 WIB

Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya

Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:06 WIB

Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi

Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:02 WIB

Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain

Viral Tawuran Berujung Curanmor di Karawang: Satu Pelaku Ditangkap, Polisi Buru Komplotan Lain

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:58 WIB

Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG

Alasan Elza Syarief Bela Gratis Lalu Tinggalkan Eks Wakil BGN di Kasus Korupsi MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:53 WIB