BGN Minta Jaksa Duduki Jabatan Inspektorat untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:15 WIB
BGN Minta Jaksa Duduki Jabatan Inspektorat untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Suara.com/Muhammad Yasir)
  • BGN meminta Kejaksaan Agung menempatkan seorang jaksa di Inspektorat untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Permintaan ini disampaikan Kepala BGN kepada Jaksa Agung di Jakarta Selatan pada Selasa (17/3/2026) untuk pengawasan internal pusat.
  • Mayoritas anggaran MBG (93%) mengalir langsung ke 25.570 SPPG di daerah, sehingga pengawasan tambahan dinilai perlu dilakukan.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Kejaksaan Agung menempatkan seorang jaksa untuk mengisi jabatan di Inspektorat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan internal terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya sebagian besar mengalir langsung ke daerah.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, mengatakan permintaan tersebut disampaikan langsung saat bertemu dengan Jaksa Agung RI Burhanuddin dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani di Kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).

“Saya juga meminta ada komponen dari Kejaksaan Agung yang akan kami tugaskan untuk ikut menjadi salah satu pejabat di Badan Gizi Nasional,” ungkap Dadan.

Pejabat dari Kejaksaan itu menurut Dadan akan ditempatkan di Inspektorat BGN untuk memperkuat sistem pengawasan di tingkat pusat.

“Terutama di inspektorat, eselon dua,” ujarnya.

Dadan menyebut untuk tahap awal BGN hanya meminta satu orang pejabat dari Kejaksaan Agung untuk mengisi posisi tersebut. Namun ia belum mengungkap siapa sosok yang akan menduduki jabatan itu.

“Nanti setelah dilantik baru saya umumkan,” katanya.

Selain memperkuat pengawasan internal di pusat, BGN juga mendorong keterlibatan jajaran Kejaksaan di daerah dalam memantau pelaksanaan program MBG.

Hal ini dinilai penting karena sebagian besar anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Seperti diketahui bahwa 93 persen anggaran Badan Gizi Nasional disalurkan untuk bantuan pemerintah makan bergizi,” ujar Dadan.

Dana tersebut disalurkan langsung dari KPPN melalui virtual account ke SPPG di seluruh Indonesia.

Saat ini, kata dia, terdapat 25.570 SPPG yang menjalankan program makan bergizi gratis di berbagai daerah. Setiap SPPG rata-rata menerima anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, terutama di wilayah Jawa dan Sumatera.

“Kecuali untuk daerah-daerah dengan kemahalan tinggi seperti Papua dan daerah timur yang bisa di atas itu,” bebernya.

Dadan menambahkan BGN sebelumnya telah memiliki mekanisme pengawasan melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan serta audit oleh BPKP. Namun dengan besarnya aliran dana di tingkat bawah, pengawasan tambahan dinilai perlu dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Dadan juga menyinggung adanya temuan pelanggaran di sejumlah SPPG. Ia menyebut 62 SPPG ditutup sementara karena tidak memenuhi standar menu yang ditetapkan.

“Ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai dalam memberikan menu. Baik menu minimalis maupun menu yang kurang baik,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan jumlah tersebut sangat kecil dibanding total SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Dari 25 ribu lebih SPPG yang berjalan. Yang 62 itu membuat viral seluruhnya. Padahal sebagian besar melaksanakan dengan baik,” jelas Dadan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dana MBG Mengalir ke Daerah, BGN Libatkan Intel Kejaksaan Perkuat Pengawasan

Dana MBG Mengalir ke Daerah, BGN Libatkan Intel Kejaksaan Perkuat Pengawasan

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:04 WIB

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Anggaran MBG dan Kopdes Merah Putih Tak Akan Dipotong di Tengah Efisiensi Akibat Konflik di Teluk

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 21:15 WIB

Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG

Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 19:16 WIB

Terkini

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:36 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:31 WIB

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:23 WIB

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:14 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

Bukan Sedotan, Penelitian Global Temukan Kemasan Makanan Jadi Penyumbang Utama Sampah Plastik Laut

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:24 WIB

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB