- Kapolri meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Riau pada 17 Maret 2026 untuk perkuat konektivitas.
- Polri telah membangun sekitar 411 jembatan secara nasional, dengan target 110 jembatan di Riau demi akses dasar.
- Infrastruktur ini bertujuan mempermudah akses pendidikan, mendorong ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Peresmian ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan dialog interaktif yang menghubungkan pusat kegiatan dengan masyarakat di wilayah terpencil.
Melalui sambungan daring, Kapolri bersama Menteri Kehutanan dan Ketua Komisi IV DPR RI berkomunikasi langsung dengan warga dan pelajar di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, hingga Kepulauan Meranti.
Dalam dialog tersebut, para siswa menceritakan transformasi signifikan yang mereka rasakan. Jika sebelumnya akses menuju sekolah penuh dengan tantangan fisik dan risiko keselamatan, kini keberadaan jembatan membuat perjalanan menjadi lebih singkat dan aman.
Interaksi dua arah ini menjadi bukti bahwa negara hadir untuk mendengarkan dan menjawab tantangan nyata yang dihadapi rakyatnya.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menambahkan bahwa proyek ini adalah manifestasi dari semangat Polri Presisi yang diorientasikan pada kemanfaatan publik.
Ia menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kehidupan sosial masyarakat di wilayah hukum Polda Riau.
“Pembangunan ini adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat konektivitas dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irjen Herry Heryawan memaknai pembangunan ini sebagai sebuah amanah besar untuk memastikan setiap warga negara, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat dari kehadiran institusi negara.
Di tanah Melayu yang identik dengan aliran sungai sebagai urat nadi, jembatan menjadi simbol baru kemajuan peradaban dan persatuan.
“Pembangunan ini adalah amanah. Amanah untuk memastikan negara hadir sampai ke ruang hidup masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Di sinilah wajah Polri Presisi hadir secara nyata,” ujar Kapolda.
Program 110 jembatan di Riau ini juga memiliki makna filosofis yang selaras dengan layanan darurat kepolisian. Angka tersebut dipilih sebagai representasi dari semangat pelayanan yang sigap dan siap sedia setiap saat.
"Sebagaimana layanan darurat 110 yang selalu siap menjawab kebutuhan masyarakat," pungkas Kapolda.
Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri seperti Kabareskrim, Kabaintelkam, dan Dankor Brimob.
Kehadiran tokoh adat, perwakilan sektor swasta melalui dukungan CSR, serta unsur Forkopimda Riau mempertegas bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang solid demi kepentingan masyarakat luas.