- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bertemu aktivis lintas generasi pada Senin (9/3) di Jakarta Selatan untuk menyerap aspirasi.
- Diskusi menyoroti pentingnya kehati-hatian posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza dan dampak konflik Selat Hormuz.
- Masukan domestik mencakup kajian ulang program Makan Bergizi Gratis dan penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih.
"Kami menyampaikan sejumlah insight strategis soal posisi Indonesia di BoP. Kami juga mendiskusikan kondisi global yang berpotensi memengaruhi geopolitik nasional juga ekonomi," kata dia.
Secara khusus, Connie menyampaikan keberatannya dan meminta pemerintah mengkaji ulang keterlibatan dalam BoP guna menjaga integritas Indonesia di mata dunia internasional, terutama dalam hubungannya dengan Gerakan Non-Blok.
"Sebab, bagi saya, ini bisa merusak jati diri Indonesia sebagai negara non-blok," kata dia.
Selain isu geopolitik di Gaza, pertemuan tersebut juga membahas ancaman nyata terhadap stabilitas ekonomi nasional yang dipicu oleh konflik di kawasan Selat Hormuz.
Jalur perdagangan energi dunia ini menjadi titik nadir yang jika terganggu, akan berdampak sistemik terhadap nilai tukar Rupiah dan kekuatan fiskal Indonesia.
Connie berbagi informasi penting berdasarkan hasil diskusinya dengan para pakar ekonomi dan mantan pejabat otoritas moneter, sebelum bertemu dengan Dasco.
Risiko strategis di Selat Hormuz bukan sekadar isu militer, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.
"Ya saya dua malam sebelumnya bertemu mantan Gubernur BI, mantan menteri keuangan dan perdagangan, soal kekuatan rupiah. Ini soal dampak fiskal internasional," kata Connie.
Tidak hanya isu internasional, urusan domestik juga tidak luput dari pembahasan. Para aktivis dan akademisi menyoroti program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Meski tujuannya mulia untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia, implementasinya di lapangan memerlukan kajian yang lebih mendalam agar tepat sasaran dan efisien secara anggaran.
Selain itu, penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi masukan strategis sebagai instrumen penggerak ekonomi di level akar rumput.
Para tokoh yang hadir menekankan bahwa kebijakan ekonomi harus berpihak pada rakyat kecil melalui penguatan koperasi.
Di sisi lain, pentingnya menjaga napas demokrasi melalui suara mahasiswa dan masyarakat sipil juga ditekankan dalam pertemuan tersebut.
Para aktivis meminta pemerintah tetap membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi aspirasi mahasiswa sebagai garda terdepan kontrol sosial.
Connie mengatakan, Dasco sendiri merespons positif diskusi malam itu. Bahkan, ia menegaskan bakal menyampaikan seluruh pandangan para aktivis senior kepada Presiden Prabowo Subianto.