- Pemerintah Indonesia mengekspor 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia tahun 2026.
- Keputusan ekspor tersebut menyusul melimpahnya stok beras nasional yang mencapai rekor 3,7 juta ton pada Maret 2026.
- Setelah Saudi, Indonesia menargetkan ekspor beras berikutnya ke negara tetangga seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Rizal menambahkan beras yang diekspor merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beras tersebut langsung diproses setelah panen sehingga kualitasnya tetap terjaga.
"Jadi beras yang kita olah ini adalah beras yang baru kita panen dari sawah. Jadi bukan beras yang ada di gudang Bapak," katanya.
Beras tersebut diproses di beberapa fasilitas pengolahan, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik milik Bulog di Karawang dan Subang. Seluruh proses dilakukan hingga menghasilkan beras premium dengan tingkat pecahan yang rendah.
"Jadi kalau menurut kami ini beras super premium yang pernah kita buat oleh Bulog," ungkap Rizal.
Pengiriman beras ke Arab Saudi rencananya dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan tiga perusahaan pelayaran berbeda. Kapal pengangkut diperkirakan mulai berangkat pada 7 Maret 2026 dan akan berlabuh di Pelabuhan Jeddah.