Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Ronald Seger Prabowo | Suara.com

Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB
Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad
Ilustrasi eksekusi mati. Pemerintah Swedia mengecam keras eksekusi terhadap seorang warga negaranya di Iran yang dituduh melakukan spionase untuk Israel. [Freepick]
  • Pemerintah Swedia mengecam eksekusi warganya di Iran yang dituduh melakukan spionase untuk badan intelijen Israel.
  • Menteri Luar Negeri Swedia menilai hukuman mati tersebut tidak manusiawi dan melanggar proses hukum internasional yang adil.
  • Swedia memanggil duta besar Iran di Stockholm untuk menyampaikan protes resmi mengenai eksekusi yang terjadi baru-baru ini.

Suara.com - Pemerintah Swedia mengecam keras eksekusi terhadap seorang warga negaranya di Iran yang dituduh melakukan spionase untuk Israel.

Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard menyatakan hukuman mati tersebut tidak manusiawi dan melanggar prinsip hukum internasional.

“Saya dengan sangat prihatin menerima informasi bahwa seorang warga Swedia dieksekusi di Iran hari ini,” kata Stenergard dalam pernyataan resmi seperti dilansir dari Aljazeera.

“Hukuman mati adalah hukuman yang tidak manusiawi, kejam, dan tidak dapat diperbaiki. Swedia bersama Uni Eropa mengutuk penerapannya dalam keadaan apa pun.”

Kementerian Luar Negeri Swedia langsung memanggil duta besar Iran di Stockholm untuk menyampaikan protes resmi.

Pemerintah Swedia menilai proses hukum terhadap warganya tidak memenuhi standar peradilan yang adil.

“Proses hukum yang mengarah pada eksekusi ini tidak memenuhi prinsip due process,” ujar Stenergard.

Ia menambahkan bahwa sejak penangkapan pria tersebut pada Juni tahun lalu, Swedia telah berulang kali mengangkat kasus itu kepada otoritas Iran di berbagai tingkat diplomatik.

Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa pria tersebut dihukum mati setelah dinyatakan bersalah menjadi mata-mata untuk Mossad, badan intelijen Israel.

Kantor berita Tasnim menyebut tersangka direkrut secara daring saat berada di Swedia setelah membagikan data pribadi melalui tautan iklan perjalanan.

Eksekusi ini menjadi yang pertama diumumkan Iran sejak meningkatnya konflik regional yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Kasus tersebut memicu ketegangan baru antara Teheran dan negara-negara Eropa, yang sebelumnya telah mengkritik keras penggunaan hukuman mati oleh Iran.

Kontributor: Adam Ali

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!

Timnas Iran Tidak Mundur dari Piala Dunia 2026, Boikot AS Tetap Jalan!

Bola | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:31 WIB

Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?

Dua Jenderal Iran Tewas, AS Mulai Tinggalkan NATO dan Australia?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:55 WIB

Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?

Ali Larijani Tewas: Apakah Kematiannya Bakal Perdalam Krisis di Iran?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB