- Influencer Inggris di Dubai menuai kritik karena memamerkan gaya hidup mewah saat terjadi serangan rudal Iran.
- Konten kemewahan tersebut dituding merupakan upaya menutupi dampak serangan rudal yang menyebabkan kerusakan dan evakuasi.
- Beberapa influencer menyatakan Dubai tetap aman, sementara pakar menduga ini adalah bagian dari kampanye media berbayar.
Pakar media dari Northwestern University Qatar, Marc Owen Jones, menilai tren ini kemungkinan tidak spontan.
“Saya tidak bisa memastikan mereka dibayar, tetapi menurut analisis saya, tren ini tampak seperti kampanye berbayar,” katanya.
Uni Emirat Arab memiliki aturan ketat terkait media sosial, termasuk larangan menyebarkan informasi yang dianggap merusak citra negara.
Kontributor: M.Faqih