- Serangan rudal Iran mengenai pangkalan gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, memicu kekhawatiran baru.
- Dua rudal yang ditembakkan sejauh 4.000 kilometer ini menunjukkan perkembangan program rudal Iran lebih cepat dari dugaan.
- Serangan ini mengindikasikan ancaman rudal Iran berpotensi meluas melampaui Israel, mengarah ke Eropa dan AS.
“Iran sudah lama menjadikan program rudal sebagai prioritas, jadi peningkatan kemampuan seperti ini bukan hal mengejutkan.”
![Serangan rudal Iran ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Samudra Hindia memicu kekhawatiran baru tentang kemampuan jarak jauh rudal milik Teheran. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/03/22/17114-serangan-rudal-iran.jpg)
Laporan Badan Intelijen Pertahanan AS sebelumnya menyebut Iran belum memiliki rudal balistik yang mampu menjangkau Amerika Serikat.
Namun sejumlah pejabat memperingatkan perkembangan bisa lebih cepat dari perkiraan.
Senator AS, Tom Cotton, mengatakan Iran bisa mempercepat programnya.
“Saya khawatir Iran bisa membuat ICBM fungsional dalam enam bulan jika teknologi peluncuran luar angkasa digabung dengan rudal jarak menengah,” katanya.
Direktur CIA, John Ratcliffe, mendukung kekhawatiran tersebut.
“Jika tidak dihambat, Iran pada akhirnya akan mampu mengembangkan rudal yang dapat mengancam wilayah daratan Amerika Serikat,” ujarnya.
Analis keamanan juga memperingatkan bahwa meski akurasi jarak jauh Iran masih dipertanyakan, kemampuan mencapai jarak tersebut tetap berbahaya.
“Ini mengubah asumsi lama tentang ancaman Iran,” kata analis AEI, Nicholas Carl.
“Bahkan jika tidak akurat, rudal jarak jauh bisa dipakai untuk menebar teror atau menggunakan hulu ledak klaster.”
Diduga militer Iran menembakkan rudal Sejjil ke pulau Diego Garcia, yang diketahui memiliki jangkauan 2.000+ km.
Selain Sejjil, Iran juga memiliki rudal lain dengan jangkauan 2.000+ km yakni Khorramshahr-4.
Kontributor: M.Faqih