Israel menyerang Teheran sebagai balasan atas rudal Iran yang melukai warga di Tel Aviv.
Sebanyak dua belas orang tewas dalam gempuran udara Israel di wilayah pemukiman Varamin Teheran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur sehingga memicu masa berkabung nasional empat puluh hari.
Suara.com - Konflik perang di kawasan Timur Tengah mengalami eskalasi yang sangat mengkhawatirkan antara pihak Iran dan Israel.
Militer Israel baru-baru ini meluncurkan serangan balasan yang menyasar wilayah pemukiman di pinggiran ibu kota Iran.
Aksi militer tersebut dilakukan setelah adanya rentetan rudal yang sebelumnya diarahkan Iran menuju kota dekat Tel Aviv.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa sedikitnya dua belas orang dinyatakan meninggal dunia akibat gempuran udara tersebut.
Selain korban jiwa, terdapat puluhan warga lainnya yang mengalami luka-luka serius dan memerlukan perawatan medis intensif.
Pihak otoritas Iran memberikan keterangan resmi mengenai lokasi spesifik yang menjadi target serangan mematikan dari pihak musuh.
Wilayah Varamin yang terletak di selatan Teheran menjadi titik yang mengalami kerusakan paling parah akibat ledakan tersebut.
Informasi mengenai jumlah korban ini diperkuat oleh data yang dirilis secara resmi oleh media setempat di Iran.
"Sedikitnya 12 orang tewas dan 28 lainnya luka-luka dalam serangan musuh di daerah pemukiman Varamin di selatan Teheran," kata pihak Iran.
Pernyataan tegas ini disiarkan secara luas oleh Kantor Berita Fars untuk memberikan gambaran situasi di lapangan.
Di sisi lain, angkatan bersenjata Israel tidak membantah keterlibatan mereka dalam operasi udara di jantung negara Iran.
Pihak militer mengonfirmasi bahwa mereka telah membidik sejumlah target strategis yang berada di sekitar area Ibu Kota.
Langkah ini diambil segera setelah radar mendeteksi adanya pergerakan proyektil berbahaya yang diluncurkan menuju wilayah kedaulatan Israel.
"Laporan awal, IDF telah memulai gelombang serangan yang menargetkan infrastruktur rezim teror Iran di seluruh Teheran," tulis militer Israel.
Pesan singkat tersebut diunggah melalui kanal komunikasi resmi mereka di platform Telegram guna memberikan transparansi operasi.