Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Maret 2026 | 10:24 WIB
Serangan Balik, Iran Hujan Rudal Israel Hingga 12 Orang Tewas
ILUSTRASI Rudal
baca 10 detik

Israel menyerang Teheran sebagai balasan atas rudal Iran yang melukai warga di Tel Aviv.

Sebanyak dua belas orang tewas dalam gempuran udara Israel di wilayah pemukiman Varamin Teheran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur sehingga memicu masa berkabung nasional empat puluh hari.

Melihat situasi yang kian tidak terkendali, pemerintah Turki mencoba mengambil peran sebagai penengah di antara pihak bertikai.

Ankara menawarkan diri untuk memfasilitasi komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran guna meredam ketegangan bersenjata yang terjadi.

Fokus utama dari tawaran mediasi ini adalah untuk menghidupkan kembali dialog mengenai program nuklir yang selama ini macet.

Namun, upaya diplomatik ini nampaknya masih menemui jalan buntu karena belum ada respons konkret dari kedua belah pihak.

“Pihak Turki telah menawarkan jasa mediasi kepada AS dan Iran, tetapi sejauh ini belum ada langkah nyata yang dapat mengarah pada pemulihan proses perundingan,” ujar sumber tersebut.

Turki juga dikabarkan sempat mengusulkan adanya gencatan senjata dalam durasi singkat sebagai langkah awal proses damai.

Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi bantuan kemanusiaan dan meredakan trauma psikologis warga sipil di zona konflik.

Meskipun usulan ini sudah masuk ke meja diplomasi, realisasi di lapangan masih sangat jauh dari harapan para pengamat.

Kondisi geopolitik yang kompleks membuat setiap kesepakatan damai menjadi sangat sulit untuk segera disetujui oleh aktor utama.

baca juga

Keinginan untuk mengakhiri pertumpahan darah terbentur oleh kepentingan strategis militer dari negara-negara yang terlibat langsung dalam perang.

Gelombang kekerasan terbaru ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari rangkaian peristiwa yang dimulai pada tanggal 28 Februari lalu.

Saat itu, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi gabungan yang menargetkan posisi penting di dalam wilayah Iran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan bangunan yang signifikan dan memicu kemarahan publik serta pemerintah pusat di Teheran.

Sebagai bentuk perlawanan, Iran tidak tinggal diam dan langsung membalas dengan menyerang fasilitas militer milik musuh di kawasan.

Aksi saling balas ini menciptakan lingkaran setan kekerasan yang sulit untuk diputus melalui jalur komunikasi biasa.

Pada fase awal, pihak Washington dan Tel Aviv berdalih bahwa serangan mereka hanyalah langkah pencegahan yang bersifat defensif.

Mereka mengklaim bahwa program nuklir Iran merupakan ancaman eksistensial bagi keamanan global sehingga harus segera dilumpuhkan.

Namun, seiring berjalannya waktu, narasi tersebut bergeser menjadi keinginan untuk mendorong adanya perubahan kepemimpinan di Iran.

Hal ini memicu ketegangan ideologis yang lebih dalam antara blok Barat dan pemerintahan Republik Islam tersebut.

Situasi keamanan di Tel Aviv juga terus disiagakan guna mengantisipasi serangan susulan yang mungkin terjadi kapan saja.

Peristiwa paling menggemparkan dalam konflik ini adalah gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di awal operasi.

Kematian tokoh sentral ini menjadi pukulan telak bagi struktur kekuasaan dan moral masyarakat di negara tersebut.

Pemerintah Iran langsung mengumumkan status keadaan darurat dan masa berkabung yang sangat panjang bagi seluruh rakyat.

Rakyat Iran kini tengah menjalani masa duka selama empat puluh hari untuk menghormati kepergian pemimpin spiritual mereka.

Suasana haru dan amarah menyatu di jalan-jalan kota Teheran sembari menanti langkah politik apa yang akan diambil selanjutnya.

Dunia internasional kini tengah memperhatikan dengan saksama setiap pergerakan militer yang terjadi di perbatasan kedua negara.

Banyak pihak khawatir bahwa perang terbuka ini akan menarik keterlibatan negara-negara besar lainnya di wilayah Timur Tengah.

Infrastruktur energi dan jalur perdagangan laut juga menjadi perhatian karena letaknya yang sangat dekat dengan titik konflik aktif.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda penurunan intensitas serangan baik dari pihak Israel maupun dari sisa kekuatan militer Iran.

Ketidakpastian ini membuat stabilitas ekonomi dan keamanan di tingkat global menjadi semakin terancam dalam jangka waktu lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara

Iran Makin Terdesak, Negara Teluk Mulai Izinkan Militer Amerika Serikat Gunakan Pangkalan Udara

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:13 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus

Putra Mahkota Arab Saudi MBS Diklaim Dukung AS - Israel vs Iran Perang Terus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:59 WIB

Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran

Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:41 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×