Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga
Serangan rudal Iran. [Tangkap layar X]
  • Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara tetangga agar tidak mendukung rencana operasi militer AS merebut pulau strategis Iran.
  • Ketua Parlemen Iran mengancam akan menyerang infrastruktur vital negara regional yang memfasilitasi provokasi AS.
  • Militer AS memobilisasi 2.000 tentara ke Teluk, diduga menargetkan Pulau Kharg dengan potensi respons serangan Iran.

Suara.com - Pemerintah Iran melemparkan peringatan keras kepada negara-negara tetangganya di kawasan Teluk agar tidak coba-coba memfasilitasi operasi militer Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan tengah menyusun rencana pencaplokan sebuah pulau strategis milik Teheran.

Dilansir melalui Al Jazeera, peringatan eskalasi ini dipicu oleh laporan intelijen dari seorang pejabat senior di Teheran.

Dokumen intelijen tersebut mengindikasikan adanya rencana "musuh-musuh Iran" untuk menduduki pulau teritori Iran.

Berbahayanya, operasi militer ini diyakini akan mendapat sokongan penuh dari salah satu negara kawasan yang identitasnya belum disebutkan secara resmi.

Merespons potensi invasi tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu (25/3/2026), menegaskan bahwa Teheran akan merespons segala bentuk provokasi dengan tangan besi.

Ia mengancam akan membidik "infrastruktur vital" milik negara tetangga mana pun yang terbukti membantu musuh.

“Pasukan Iran memantau pergerakan musuh, dan jika mereka mengambil langkah apa pun, kami akan menyerang infrastruktur vital di negara regional tersebut dengan serangan terus-menerus dan tanpa henti,” kata Ghalibaf dalam dua unggahan terpisah di media sosial, dikutip dari Al Jazeera, pada Kamis (26/3/2026).

Retorika keras Ghalibaf ini muncul di tengah kebingungan diplomasi.

Presiden AS Donald Trump terus bersikeras bahwa Washington sedang mematangkan negosiasi damai sebuah klaim yang dibantah mentah-mentah oleh Teheran. Alih-alih menurunkan tensi, Gedung Putih justru melontarkan ancaman bernada ultimatum kepada kepemimpinan Iran.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Rabu menegaskan bahwa sudah saatnya Teheran mengibarkan bendera putih dan menerima kekalahan.

“Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, jika mereka gagal memahami bahwa mereka telah dikalahkan secara militer dan akan terus dikalahkan, Presiden Trump akan memastikan mereka dihantam lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya,” kata Leavitt.

“Presiden Trump tidak main-main, dan dia siap untuk melepaskan malapetaka,” tambahnya.

Ancaman malapetaka dari Washington ini bukan gertak semata. Pentagon dilaporkan telah memobilisasi kekuatan tempur besar-besaran ke wilayah Teluk.

Sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS telah diperintahkan terjun ke kawasan tersebut. Pasukan elite ini akan melengkapi dua kontingen Marinir AS, di mana unit Ekspedisi Marinir pertama yang menunggangi kapal serbu amfibi raksasa diprediksi merapat dalam beberapa hari ke depan.

Target Utama: Pulau Kharg dan Keterlibatan UEA

Mohamed Vall dari Al Jazeera melaporkan bahwa masyarakat Iran sangat memantau penumpukan armada perang serta pasukan darat AS di ambang pintu negara mereka, dan “mereka tahu apa akibatnya”.

“Jadi saat ini, mereka jauh lebih yakin akan berlanjutnya perang ini daripada berakhirnya, dan mereka mengatakan sedang mempersiapkannya,” kata Vall.

Spekulasi kuat menyebutkan bahwa pendaratan amfibi AS tersebut menargetkan urat nadi ekonomi Teheran.

“Mereka juga menyadari bahwa AS mengincar Pulau Kharg ,” ujar Vall.

Vall menambahkan, ancaman Ketua Parlemen Iran sebelumnya diyakini dialamatkan secara spesifik kepada Uni Emirat Arab (UEA).

“Menurut beberapa orang yang menjelaskan apa yang dia katakan, dia merujuk pada Uni Emirat Arab, yang mungkin bekerja sama dengan AS dan mendorongnya untuk merebut Pulau Kharg,” kata dia.

“Selama beberapa hari terakhir, warga Iran mengatakan bahwa mereka yakin jika ini terjadi, hal itu akan sangat merusak negara tersebut, Uni Emirat Arab, dan juga pasukan AS,” katanya.

Secara taktis, pendaratan AS di pulau ekspor minyak tersebut dinilai sebagai langkah bunuh diri.

“Kharg adalah pulau kecil yang terbuka dan sangat dekat dengan daratan Iran. Mereka mengancam bahwa jika pasukan AS mendarat di sana, itulah yang ditunggu-tunggu oleh Iran dan itu akan sangat merugikan keselamatan pasukan AS,” kata dia.

Tidak hanya bersiap mempertahankan Pulau Kharg, Teheran juga mengancam akan memperluas arena pertempuran hingga ke Laut Merah.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada Rabu mengutip sumber militer anonim yang menegaskan bahwa Iran siap membuka front baru jika agresi militer benar-benar menyentuh "pulau-pulau Iran atau di tempat lain di wilayah kami".

Sumber tersebut mengeklaim bahwa Iran memiliki kapasitas penuh untuk menciptakan "ancaman yang kredibel" di Selat Bab al-Mandeb yang membentang antara Yaman dan Djibouti.

Di tengah genderang perang yang makin kencang, upaya diplomasi masih berjalan tertatih di belakang layar.

Walau Teheran menampik adanya perundingan langsung dengan AS, para mediator kawasan terus bekerja menyampaikan pesan antara kedua belah pihak.

AS telah mengajukan proposal damai 15 poin, sementara seorang pejabat Iran yang dikutip media lokal menyebut Teheran juga telah merumuskan lima syarat mutlak sebagai harga untuk menghentikan permusuhan.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Netanyahu Buka Suara! Kirim Pesan Keras ke Teheran Usai Klaim Tewaskan Ali Larijani

Netanyahu Buka Suara! Kirim Pesan Keras ke Teheran Usai Klaim Tewaskan Ali Larijani

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 21:55 WIB

Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak

Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:30 WIB

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:25 WIB

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:24 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:17 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

Arus Balik Masih Tinggi, 52 Ribu Penumpang Kereta Api Tiba di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:05 WIB

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01 WIB