2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

Bernadette Sariyem

Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi (kiri) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) dikeluarkan dari daftar pembunuhan oleh AS dan Israel untuk 5 hari ke depan. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Israel menghapus sementara dua pejabat tinggi Iran dari target pembunuhan untuk menjajaki negosiasi damai.
  • Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata dari Washington, menegaskan kedaulatan mereka dalam mengakhiri konflik.
  • Israel menerapkan strategi dekapitasi dengan menargetkan pemimpin Iran, sementara AS fokus pada fasilitas militer utama.

Suara.com - Amerika Serikat dan Israel mengklaim telah menghapus dua nama pejabat tinggi Iran dari daftar target pembunuhan. 

Kedua pejabat itu ialah Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, demikian dalam surat kabar The Wall Street Journal, edisi Kamis (26/3/2026).

Menurut laporan WSJ, langkah ini diambil seiring dengan upaya Washington untuk menjajaki kemungkinan pembicaraan damai guna mengakhiri perang melawan Iran.

Sumber WSJ dari pejabat tinggi AS, penghapusan nama mereka dari daftar target pembunuhan ini dikabarkan berlaku untuk jangka waktu singkat, yakni antara empat hingga lima hari ke depan.

Keputusan krusial ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump, menyatakan keterbukaannya untuk memulai negosiasi dengan pihak Teheran.

Namun, jalur diplomasi ini masih tertutup kabut tebal karena pihak Iran dilaporkan telah menolak proposal gencatan senjata yang diajukan oleh Washington.

Respon Keras Teheran terhadap Proposal AS

Pihak Teheran memberikan reaksi dingin terhadap tawaran Amerika Serikat. Otoritas Iran secara resmi menolak usulan tersebut dengan menyebutnya sebagai kesepakatan yang "berlebihan".

Iran menegaskan kedaulatannya dalam menentukan jalannya perang dan perdamaian. Teheran menyatakan, mereka hanya akan mengakhiri perang pada waktu yang mereka pilih sendiri dan hanya jika syarat-syarat tertentu telah dipenuhi secara penuh.

baca juga

Di sisi lain, para mediator regional seperti Turki, Pakistan, dan Mesir terus melakukan manuver diplomatik.

Mereka mendesak agar tim perunding dari Amerika Serikat dan Iran segera bertemu di meja yang sama.

Meski demikian, para pejabat diplomatik yang diwawancarai oleh WSJ bersikap skeptis.

Mereka menilai peluang keberhasilan perundingan ini sangat rendah mengingat adanya jurang perbedaan yang sangat lebar antara tuntutan Washington dan keinginan Teheran.

Gedung Putih pun tidak tinggal diam menghadapi sikap keras Iran. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada Rabu (25/3), memperingatkan bahwa waktu bagi Iran untuk datang ke meja perundingan terus berjalan.

Ia memberikan gertakan keras bahwa jika Teheran tidak segera menyetujui diakhirinya konflik, maka militer AS tidak akan ragu untuk meningkatkan skala serangannya.

Leavitt menegaskan bahwa jika kesepakatan gagal, AS akan "memukul Iran lebih keras daripada yang pernah mereka alami sebelumnya".

Strategi "Penggal Kepala" Israel dan Nasib Kepemimpinan Iran

Sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu, Israel telah menjalankan strategi militer yang sangat agresif.

Dengan menggunakan "strategi dekapitasi" atau pemenggalan struktur kepemimpinan—mirip dengan taktik yang mereka gunakan saat melawan Hamas dan Hizbullah—Israel telah melenyapkan banyak pejabat penting rezim Teheran melalui serangkaian serangan udara yang presisi.

Daftar pemimpin Iran yang telah tereliminasi dilaporkan mencakup nama-nama besar seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Kepala Keamanan Ali Larijani, hingga mantan menteri intelijen Esmaeil Khatib.

Israel secara terbuka mengancam akan terus memburu para pemimpin puncak Iran selama konflik berlangsung.

Berbeda dengan fokus Israel pada target personal kepemimpinan, AS selama ini lebih memfokuskan serangannya pada fasilitas militer, situs peluncuran rudal, serta pusat-pusat produksi persenjataan di seluruh Iran.

Strategi gabungan ini dirancang untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran sekaligus meruntuhkan moral pemerintahan mereka.

Klaim Kemenangan Donald Trump

Presiden Donald Trump sendiri menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi atas hasil serangan militer yang telah dilakukan.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada hari Selasa (24/3), Trump mengklaim bahwa serangan awal telah berhasil melenyapkan banyak kandidat penerus potensial bagi posisi Ayatollah.

Ia percaya bahwa kondisi ini memberikan Amerika Serikat posisi tawar yang jauh lebih unggul dalam negosiasi perdamaian.

Trump bahkan melontarkan pernyataan yang cukup provokatif mengenai efektivitas serangan AS dan sekutunya dalam menghancurkan struktur kepemimpinan Iran.

"Kami membunuh semua kepemimpinan mereka, lalu mereka bertemu untuk memilih pemimpin baru, dan kami membunuh mereka semua. Dan sekarang kami memiliki kelompok baru, dan kami bisa dengan mudah melakukan itu, tapi mari kita lihat bagaimana hasilnya,"** ujar Trump kepada awak media.

Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa jeda empat hingga lima hari bagi Ghalibaf dan Araghchi adalah kesempatan terakhir yang diberikan Washington sebelum mereka kembali ke strategi militer penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran

Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:49 WIB

Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

Krisis Energi, Presiden Korsel Minta Warga Mandi Jangan Lama-lama, Cas HP Hanya Siang

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01 WIB

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB

Rekaman Iran Tembak Jatuh Jet Tempur AS Tersebar, Kebohongan Militer Washington Mulai Terbongkar?

Rekaman Iran Tembak Jatuh Jet Tempur AS Tersebar, Kebohongan Militer Washington Mulai Terbongkar?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:27 WIB

Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran

Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:08 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×