- Udin (36), setelah sukses sebagai teknisi elektronik di Jakarta sejak 2008, memutuskan pulang permanen ke Lamongan pada Jumat (27/3/2026).
- Keputusan pulang dipicu vonis penyakit penumpukan cairan paru-paru dan kesadaran membutuhkan keluarga saat sakit.
- Udin akan melanjutkan usaha servis elektronik di Lamongan dengan strategi "jemput bola" demi mendampingi putri tunggalnya.
Untuk mobilitasnya nanti, Udin sudah terbiasa menggunakan becak motor atau 'becak bela' untuk mengambil barang-barang elektronik milik pelanggan.
Sebelum mengakhiri perbincangan di tengah dinginnya angin malam Stasiun Senen, Udin menitipkan pesan sederhana namun mendalam bagi rekan-rekan perantau yang masih berjuang di Jakarta.
"Pesan saya sih ya semoga kuat lah di Jakarta, semoga sukses, semoga bisa pulang kampung. Amin," tutupnya.
Malam itu, Udin bukan sekadar pemudik yang kembali ke ibu kota. Ia adalah seorang pejuang yang telah menyelesaikan misinya dan memilih untuk pulang ke tempat di mana ia paling dibutuhkan: di sisi anaknya, di kampung halaman tercinta.
Reporter: Dinda Pramesti K