Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas

Bella | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:07 WIB
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
Ilustrasi Mayat (unsplash/john hendrick)
  • Kematian pekerja tambang nikel PT Hengjaya Morowali, Sawar (56) pada Selasa (24/3) didesak diusut serius oleh DPRD Sulteng.
  • DPRD menilai insiden tersebut mengarah pada pelanggaran hukum terstruktur, bukan sekadar kecelakaan kerja biasa yang harus ditutup-tutupi.
  • Perlakuan jenazah korban yang dibungkus karung menuai kritik tajam sebagai bentuk hilangnya empati dan tanggung jawab moral perusahaan.

Suara.com - Kematian seorang pekerja di area tambang nikel PT Hengjaya, Morowali, menuai sorotan tajam dari DPRD Sulawesi Tengah. Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri, menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan kerja biasa.

“Ini bukan sekadar kelalaian. Ini mengarah pada pelanggaran hukum yang sistematis dan terstruktur. Negara tidak boleh tunduk pada perusahaan yang jelas-jelas melanggar aturan,” katanya di Palu, Jumat.

Safri menegaskan, kasus kematian pekerja tersebut harus diusut sebagai dugaan pelanggaran serius yang menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Ia menolak jika peristiwa itu disederhanakan atau ditutup-tutupi.

Perhatian juga tertuju pada perlakuan terhadap jenazah korban yang dinilai tidak manusiawi. Berdasarkan laporan yang diterima, jenazah disebut dibungkus menggunakan karung, yang menurutnya merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat manusia.

“Ini menunjukkan hilangnya empati dan tanggung jawab moral dari pihak perusahaan. Perilaku seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” katanya menegaskan.

Ia pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Morowali, untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun. Safri mengingatkan agar tidak ada upaya menutup-nutupi fakta.

“Polisi harus terbuka dan jujur kepada publik. Usut tuntas kasus ini, bongkar semua pelanggaran, baik itu SOP K3 maupun dugaan unsur pidana. Jangan sampai ada permainan di balik layar. Jika ini ditutup-tutupi, kepercayaan masyarakat terhadap hukum bisa runtuh,” pesannya.

Sebelumnya, seorang pekerja bernama Sawar (56), warga Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, dilaporkan tewas saat bekerja di jaringan kabel pada tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) milik PT Hengjaya pada Selasa (24/3).

Korban diketahui berangkat kerja seperti biasa diantar oleh anaknya sekitar pukul 07.00 Wita dan biasanya dijemput kembali pada sore hari. Namun pada hari kejadian, korban tidak merespons saat dihubungi, sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga.

Saat keluarga menuju lokasi kerja, mereka berpapasan dengan kendaraan perusahaan yang membawa jenazah korban dalam kondisi telah dibungkus karung goni. Keluarga kemudian meminta agar jenazah dibawa langsung ke rumah duka.

Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Bahodopi untuk dilakukan visum luar. Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3

Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 21:28 WIB

DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan

DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:32 WIB

Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel

Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel

News | Senin, 16 Februari 2026 | 12:46 WIB

Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini

Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:40 WIB

Tak Kunjung Penuhi Kewajiban Reklamasi, 45 Perusahaan Tambang Terancam Dicabut Izin

Tak Kunjung Penuhi Kewajiban Reklamasi, 45 Perusahaan Tambang Terancam Dicabut Izin

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 14:39 WIB

Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra

Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:20 WIB

Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan

Usai 28 Izin Dicabut, Greenpeace Tagih Transparansi Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 20:46 WIB

4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam

4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 20:36 WIB

Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas

Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 21:18 WIB

Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?

Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 21:30 WIB

Terkini

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:04 WIB

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:43 WIB

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

Gus Ipul Dukung Narapidana Dapat Bansos PBI, Kemensos Siap Tindak Lanjut

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:31 WIB

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

Tiga Jam Bertemu di Istana hingga Antar ke Bandara, Ini Obrolan Presiden Prabowo dan PM Anwar

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 22:22 WIB

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 21:36 WIB

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

12 Tahun Transjakarta: Layani 1,4 Juta Penumpang per Hari, Cakupan Tembus 92,5 Persen Jakarta

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:36 WIB

Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah

Salah Sasaran, 2 Pemuda Dikeroyok karena Disangka Begal di Baleendah

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:30 WIB

Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:24 WIB

Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan

Jalan Senyap ke Bantaran Rel Senen, Pengamat: Prabowo Jungkirbalikkan Konsep Blusukan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

Kasus Ratu Sabu Dewi Astutik Masuk Tahap Akhir: Pelimpahan Awal April, Jaringan Global Terus Diburu!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:51 WIB