- Pedagang nasi bernama Ali telah tiga tahun berdagang dekat tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
- Ali telah beradaptasi ekstrem sehingga tidak lagi terganggu oleh bau menyengat sampah yang menggunung tinggi di sekitar lapaknya.
- Faktor ekonomi membuat Ali bertahan berdagang di lokasi tersebut meskipun kondisi lingkungan sekitar dinilai sangat kurang higienis.
Ketegaran Ali dalam menghadapi kondisi lingkungan yang kumuh ini menjadi potret kecil dari resiliensi warga kelas pekerja di ibu kota.
Di saat isu sanitasi dan kesehatan lingkungan menjadi perbincangan hangat di tingkat kebijakan, di lapangan, orang-orang seperti Ali harus "mematikan" sensor penciuman mereka agar tetap bisa bekerja.
Ketika ditanya apakah ia merasa kesal atau terganggu dengan aroma menyengat yang mengelilingi tempat dagangnya setiap saat, Ali hanya menjawab singkat dengan senyuman kecil yang penuh penerimaan.
“Ya nggak (mengganggu), biasa ajalah… sudah terbiasa,” tutupnya.
Reporter: Tsabita Aulia