- DPRD DKI Jakarta menyoroti maraknya TPS ilegal akibat penumpukan sampah di sejumlah titik serta meminta penanganan serius dari dinas terkait.
- Selain itu, dewan juga mendesak penambahan fasilitas pemadam kebakaran dan perbaikan penerangan jalan untuk meningkatkan keselamatan warga.
- Penertiban parkir liar turut menjadi perhatian guna menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan di Jakarta.
Suara.com - DPRD DKI Jakarta menyampaikan laporan hasil Reses ke-II Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (30/3/2026).
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco serta dihadiri oleh jajaran anggota dewan dan GubernurPramono Anung.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, bertugas membacakan poin-poin penting yang menjadi aspirasi warga dari berbagai wilayah di Jakarta.
Salah satu temuan utama yang menonjol dalam laporan tersebut adalah masalah penumpukan sampah yang memicu munculnya tempat pembuangan sementara (TPS) ilegal di sejumlah lokasi.
“Dewan meminta dinas terkait mencegah kriminalitas dan pembuangan sampah ilegal di sejumlah titik rawan,” ujar Ramly, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta.
Beberapa lokasi yang menjadi sorotan tajam dewan antara lain Jalan Menteng Tenggulung, Jalan Serdang Baru XII Kemayoran, dan Jalan M. Saidi Petukangan Selatan.
Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Kebon Kacang Tanah Abang serta Jalan Wates 2 Penggilingan yang kerap menjadi sasaran pembuangan sampah liar.
Keberadaan titik-titik pembuangan sampah tanpa izin ini dinilai sangat mengganggu estetika serta kesehatan lingkungan di sekitarnya.
Tak hanya soal limbah, DPRD DKI juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat mengenai ketersediaan sarana pemadam kebakaran di permukiman.
“Kami meminta pengadaan dan penambahan APAR serta hidran air di sejumlah titik permukiman guna meningkatkan keselamatan kebakaran,” tegas Ramly.
Parlemen turut mendesak Pemprov DKI untuk segera melakukan perbaikan pada fasilitas penerangan jalan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Memastikan pemeliharaan rutin terhadap lampu yang mati maupun redup,” tambah Ramly.
Persoalan ketertiban umum pun menjadi catatan penting, terutama mengenai aktivitas parkir liar dan penggunaan bahu jalan untuk kepentingan usaha.
“Kami berharap dinas terkait menertibkan parkir liar guna menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan,” kata Ramly.
DPRD DKI menilai bahwa penanganan terpadu terhadap aspek sampah, keselamatan, serta ketertiban merupakan kunci utama untuk menciptakan Jakarta yang lebih aman dan nyaman.