Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 15:28 WIB
Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional
Menaker Yassierli meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (Dok: Kemnaker)

Suara.com - Industri kreatif kini tidak lagi sekadar menjadi ruang ekspresi dan inovasi, tetapi mulai mengambil peran baru sebagai “laboratorium hidup” dalam pengembangan Program Magang Nasional (MagangHub). Di sektor yang dikenal dinamis dan fleksibel ini, pemerintah menguji pendekatan baru dalam pembelajaran kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman nyata.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menilai, industri kreatif memiliki karakter unik yang menjadikannya ideal sebagai tempat uji coba model magang. Tidak seperti sektor konvensional yang cenderung memiliki pola kerja baku, industri kreatif menuntut kemampuan beradaptasi cepat, berpikir kreatif, serta kolaborasi lintas peran. Hal ini dinilai mampu memberikan pengalaman kerja yang lebih kaya bagi peserta magang.

"Kami melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Industri kreatif merupakan sektor yang perlu didukung karena dapat membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri di Indonesia," katanya saat meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).

Peninjauan langsung yang dilakukan di salah satu perusahaan rintisan berbasis ekonomi kreatif di Kota Semarang menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bahwa program magang tidak berhenti pada aspek administratif semata. Pemerintah ingin melihat secara konkret bagaimana proses pembelajaran berlangsung di lapangan mulai dari keterlibatan peserta dalam proyek, interaksi dengan mentor, hingga perkembangan keterampilan yang diperoleh selama program berjalan. 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Dok: Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Dok: Kemnaker)

"Kami memilih lokasi ini karena melihat ada perusahan rintisan berbasis ekonomi kreatif yang unik. Sebelumnya kami telah meninjau pelaksanaan magang di perusahaan manufaktur, jasa, media, hingga perbankan. Kami ingin memastikan pelaksanaan magang nasional ini benar-benar memberikan pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi peserta," papar Yassierli.

Dalam kunjungan tersebut, Yassierli juga berdialog langsung dengan peserta dan mentor maganghub untuk memastikan bahwa program berjalan tidak sekadar formalitas administratif. Pemerintah, kata dia, ingin program magang benar-benar memberi pengalaman kerja nyata, pendampingan, dan penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Lebih jauh dia menjelaskan, dalam konteks ini, MagangHub tidak hanya berfungsi sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, tetapi juga sebagai arena eksperimen kebijakan. Pola magang selama enam bulan dengan pendampingan mentor dan pencatatan aktivitas harian menjadi instrumen penting untuk mengukur efektivitas pembelajaran. Peserta tidak lagi sekadar “hadir” di tempat kerja, melainkan benar-benar terlibat dalam proses produksi dan penciptaan nilai.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab salah satu tantangan terbesar ketenagakerjaan, yakni kesenjangan antara kompetensi lulusan baru dan kebutuhan industri. Banyak fresh graduate yang selama ini kesulitan memasuki dunia kerja karena minim pengalaman. Melalui model magang yang lebih terstruktur dan berbasis praktik nyata, kesenjangan tersebut diupayakan dapat dipersempit.

"Sasaran utama magang adalah penyiapan tenaga kerja agar siap bekerja. Sebelum magang, banyak peserta merupakan fresh graduate tanpa pengalaman. Setelah enam bulan, mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat," urainya.

Lebih jauh, industri kreatif juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru. Jika model magang di sektor ini terbukti efektif, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan direplikasi di sektor lain. Dengan demikian, industri kreatif tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Menaker Yassierli meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (Dok: Kemanker)
Menaker Yassierli meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (Dok: Kemanker)

Menariknya, meskipun tujuan utama program magang bukan untuk langsung merekrut peserta sebagai pekerja tetap, dalam praktiknya banyak perusahaan yang justru mengangkat peserta magang menjadi karyawan. Hal ini terjadi karena selama enam bulan, perusahaan telah melihat secara langsung kemampuan, etos kerja, dan kontribusi peserta. Fenomena ini menjadi efek domino positif dari model magang yang lebih aplikatif.

"Di beberapa tempat, perusahaan akhirnya merekrut peserta karena sudah enam bulan bekerja bersama dan dinilai siap. Itu memang bukan tujuan utama, tetapi menjadi dampak positif dari program ini," pungkasnya.

Di Jawa Tengah sendiri, program pemagangan nasional telah 700 mitra penyelenggara dengan peserta magang mencapai 8.518 orang. Sedangkan di Kota Semarang, jumlah mitra penyelenggara pemagangan sebanyak 153 mitra. Skala ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya bersifat uji coba terbatas, tetapi mulai berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:27 WIB

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:22 WIB

Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya

Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:14 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa

Ide Kreatif Dinilai Rp 0, Bedah Kasus Amsal Sitepu Jadi Terdakwa Gegara Video Profil Desa

Liks | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:51 WIB

Terkini

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

Warga Jakarta Catat! CFD Rasuna Said Rehat Sejenak, Bakal Comeback Lebih Kece di Juni 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:50 WIB

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:59 WIB

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

Kepala BPKP Gemetar Lapor Korupsi di Lingkaran Presiden, Prabowo: Mau Orang Saya, Tidak Ada Urusan!

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:38 WIB

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:30 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:07 WIB