Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

Bangun Santoso

Jum'at, 03 April 2026 | 15:33 WIB
Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran
Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George yang baru saja dipecat. (Wikipedia)
baca 10 detik
  • Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat Jenderal Randy George saat perang melawan Iran sedang berlangsung di kawasan Teluk.
  • Gedung Putih mempertimbangkan pemberhentian Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll di tengah perombakan militer terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
  • Langkah drastis ini dikhawatirkan menciptakan ketidakstabilan militer saat AS menghadapi tantangan logistik besar dalam operasi militer melawan Iran.

Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, secara mengejutkan memecat perwira tinggi Angkatan Darat, Jenderal Randy George. Langkah drastis ini diambil saat Gedung Putih juga tengah mendiskusikan kemungkinan pemecatan Menteri Angkatan Darat di tengah situasi serangan ke Iran yang sedang berlangsung.

Kedua manuver ini diprediksi akan menjadi perombakan militer terbesar pada masa perang dalam beberapa dekade terakhir.

Hegseth secara langsung meminta Jenderal Randy George, yang baru saja menjalani separuh masa jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, untuk segera mundur dan pensiun.

Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat Pentagon kepada The Atlantic. Di saat yang sama, para pejabat di Gedung Putih juga sedang mendiskusikan masa depan Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll, yang dikenal sebagai teman dekat Wakil Presiden JD Vance.

Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa Driscoll diperkirakan akan segera meninggalkan jabatannya dalam waktu dekat.

Meskipun Hegseth dan Presiden Donald Trump berulang kali memuji kinerja militer dalam perang melawan Iran, posisi George dipandang melemah sejak kedatangan Hegseth di Pentagon.

Mantan pembawa acara Fox News yang dikenal sebagai seorang Kristen garis keras itu memang telah memecat sejumlah pejabat senior yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya atau mereka yang mendukung inisiatif keberagaman yang ia anggap sebagai “omong kosong.”

Persaingan internal juga mewarnai dinamika di pucuk pimpinan militer. Hegseth dan Driscoll, yang keduanya merupakan veteran Angkatan Darat dengan ambisi politik, dilaporkan telah terlibat dalam persaingan selama setahun terakhir.

Namun, waktu pemecatan George dan ketidakpastian masa depan Driscoll menimbulkan risiko besar, terutama karena terjadi pada hari ke-33 serangan melawan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menciptakan ketidakstabilan di angkatan bersenjata terbesar Amerika Serikat.

baca juga

Saat ini, setidaknya 50.000 tentara beserta puluhan kapal dan kapal selam telah dikerahkan di kawasan Teluk. Pasukan darat, termasuk Angkatan Darat, diprediksi akan memainkan peran penting dalam operasi tersebut.

Sejauh ini, fokus serangan masih berada pada sektor udara dan laut, sementara Presiden Trump tengah mempertimbangkan serangan lebih lanjut di Iran, termasuk potensi penyitaan uranium yang diperkaya atau penguasaan Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.

Ketegangan di lapangan semakin nyata dengan kedatangan anggota Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat di wilayah tersebut selama seminggu terakhir.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, tercatat 13 anggota militer Amerika telah tewas dalam tugas. Baik Hegseth maupun George sebelumnya sempat melakukan perjalanan ke pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware saat jenazah para korban tewas kembali ke tanah air.

Selain masalah personel, Amerika Serikat juga menghadapi tantangan logistik dan finansial yang besar. Miliaran dolar telah dihabiskan untuk membeli amunisi yang dioperasikan oleh Angkatan Darat guna menangkal serangan pesawat tak berawak dan rudal balistik Iran.

Hal ini membuat George—dan kini penggantinya—memiliki tugas berat untuk menemukan cara mengisi kembali persenjataan mahal tersebut di tengah kecamuk perang.

Kecepatan pemecatan yang dilakukan Hegseth di bidang militer dianggap melampaui standar pimpinan Pentagon lainnya di era modern, termasuk jika dibandingkan dengan dua dekade perang di Irak dan Afghanistan.

Sejak menjabat, Hegseth telah memecat Kepala Staf Gabungan, laksamana tertinggi Angkatan Laut AS, hingga jenderal nomor dua di Angkatan Udara, bersama dengan puluhan perwira tinggi dan pengacara militer di seluruh angkatan.

Hingga saat ini, Hegseth belum memberikan alasan rinci secara publik atas rentetan kepergian para pejabat tersebut. Juru bicara Hegseth, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan resmi membenarkan laporan CBS News mengenai kepergian George sebagai aturan yang “segera berlaku.”

Adanya pembersihan besar-besaran terhadap pejabat senior ini membuat banyak pihak di Pentagon menyimpulkan bahwa mereka yang berani angkat bicara atau mempertanyakan kebijakan pemerintah berisiko kehilangan pekerjaan.

“Tiga tahun yang lalu hal ini akan menjadi masalah besar,” kata seorang mantan pejabat saat membahas kepergian George.

Ia menambahkan, “Tetapi Hegseth telah memecat ketua mepala staff gabungan dan kepala operasi angkatan laut; Adalah masalah besar jika dia bertahan menjabat selama ini.”

Hegseth sendiri berulang kali menegaskan bahwa militer AS melaksanakan rencana serangan ke Iran lebih cepat dari jadwal dengan menyerang ribuan sasaran.

Namun, upaya perang tersebut dilaporkan terhambat oleh kurangnya kejelasan mengenai tujuan strategis, ketahanan rezim Iran, serta guncangan ekonomi global yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran.

Presiden Trump menyatakan bahwa perang kemungkinan akan berlanjut selama dua atau tiga minggu ke depan. Namun, jangka waktu tersebut dianggap terlalu optimis oleh banyak analis militer.

Selain itu, agenda pergantian rezim di Iran yang awalnya disebut Trump harus mengikuti kebijakan AS, hingga saat ini masih belum terwujud di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas

Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:47 WIB

Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini

Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:03 WIB

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

Trump Pecat Jaksa Agung Pam Bondi, Buntut Skandal Epstein dan Gagal Jerat Lawan Politik

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:20 WIB

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

Militer AS Guncang, Kepala Staf Angkatan Darat Dipecat Mendadak di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 13:15 WIB

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:32 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×