Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak [wikipedia]
  • Indonesia mencatat 8.224 kasus campak dengan 21 KLB di berbagai provinsi selama periode Januari hingga Februari 2026.
  • Virus campak sangat menular melalui droplet di udara dan permukaan benda sehingga mengancam kesehatan anak-anak dan keluarga.
  • Masyarakat meningkatkan upaya pencegahan melalui perilaku hidup bersih, penggunaan masker, serta produk kebersihan Wings Group.

Sementara itu, cairan pembersih lantai yang digunakan adalah Super Sol untuk menjaga kebersihan permukaan lantai rumahnya. Ia juga rutin mengelap perabotan rumah yang sering disentuh seperti gagang pintu hingga meja dan sofa menggunakan WIZ2 spray dengan kandungan disinfektan.

Selain menjaga kebersihan rumah, Yuli juga selalu menyiapkan masker 3ply Protector dari Wingscare agar terlindung dari virus campak yang melayang di udara. Masker ini terbuat dari 2 lapis material non-woven spunbond dan non-woven meltblown spunbond yang efisiensi penyaringan bakterinya mencapai hampir 98 persen.

"Anak-anak dan suami wajib pakai masker kalau keluar rumah, supaya virus di udara gak terhirup," kata Yuli.

Produk-produk dari Wings Group lini Wings Care ini memberinya rasa tenang, setidaknya ia telah melakukan langkah maksimal dari sisi yang bisa ia kendalikan.

Penularan Campak

Campak dikenal sebagai salah satu penyakit paling menular di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus campak (morbilivirus) yang menyebar dengan sangat cepat melalui percikan droplet dari penderita—baik saat batuk, bersin, maupun berbicara.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A., Subsp.IPT (K) menjelaskan bahwa virus campak memiliki kemampuan bertahan di udara dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini membuat penularannya sulit dikendalikan, terutama di lingkungan dengan mobilitas tinggi.

"Sama seperti Covid-19, virus melayang-layang di udara lebih dari dua jam, menempel di permukaan, debu," ujar nya dalam media briefing IDAI, Sabtu (28/2/2026).

Risiko penularan tidak hanya terjadi melalui kontak langsung antarmanusia. Droplet yang jatuh dan menempel di permukaan benda, seperti meja, gagang pintu, atau peralatan rumah tangga lainnya juga bisa menjadi perantara penyebaran virus. Terlebih jika seseorang menyentuhnya lalu menyentuh wajah tanpa mencuci tangan.

Selain sangat menular, penyakit ini juga menyimpan ancaman serius. Penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi berat, mulai dari infeksi telinga, diare, hingga pneumonia, terutama pada anak-anak. Sekitar 86 persen kematian akibat campak disebabkan oleh infeksi paru-paru atau pneumonia.

Infeksi campak juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, penderita menjadi lebih mudah terserang penyakit lain, bahkan setelah sembuh dari infeksi utama.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2), dr. Andi Saguni mengatakan, kejadian luar biasa (KLB) campak sebenarnya dapat dicegah. Kuncinya adalah membangun kekebalan kelompok melalui imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, khususnya pada anak-anak.

Selain itu, upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

"Komunikasi, informasi, dan edukasi terus digalakkan agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang," ujarnya.

Inovasi Wings Group

Di tengah kekhawatiran akan penularan penyakit yang semakin nyata, peran produk kebersihan rumah tangga menjadi semakin krusial. Menjawab kebutuhan itu, Wings Group terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kondisi masyarakat.

Salah satunya adalah SoKlin Antisep, yakni deterjen dengan kandungan disinfektan yang dirancang untuk membantu membunuh virus, kuman, dan bakteri yang menempel pada pakaian. Produk yang diluncurkan pada pertengahan 2021 saat pandemi COVID-19 ini mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan sebagai bentuk perlindungan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:43 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

News | Senin, 20 April 2026 | 19:05 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat

Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:07 WIB

Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa

Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:03 WIB

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:41 WIB

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

News | Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

News | Senin, 06 April 2026 | 14:47 WIB

Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!

Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:02 WIB

Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah

Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:43 WIB

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:51 WIB

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:43 WIB

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:50 WIB

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:28 WIB

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:12 WIB

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB