Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK

Muhammad Yasir | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 14:42 WIB
Peneliti UGM Ungkap Bahaya Domino Kenaikan Harga Plastik: Dari Inflasi Hingga Ancaman PHK
Infografis Harga Plastik Ikut Naik Gara-Gara Perang Timur Tengah. (Suara.com/Rochmat)
  • Peneliti UGM Hempri Suyatna menyatakan kenaikan harga plastik akibat terganggunya jalur perdagangan Selat Hormuz mengancam keberlangsungan UMKM Indonesia.
  • Lonjakan biaya produksi memaksa pelaku UMKM menaikkan harga jual, yang berpotensi memicu inflasi serta menurunkan daya beli masyarakat luas.
  • Pemerintah didorong segera mengembangkan bahan alternatif seperti bioplastik serta mendorong industri besar melakukan diversifikasi kemasan untuk menekan ketergantungan.

Suara.com - Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Hempri Suyatna, menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini menjadi ancaman nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal ini menyusul terganggunya jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz akibat eskalasi geopolitik. Apalagi sebagian besar bahan baku plastik di Indonesia masih bergantung pada jalur impor.

"Terganggunya Selat Hormuz itu cukup mengganggu juga arus lalu lintas untuk bahan-bahan baku itu," kata Hempri saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).

Ketergantungan tinggi UMKM terhadap kemasan plastik membuat posisi mereka sangat rentan. Menurutnya, kenaikan biaya produksi ini memaksa pelaku usaha kecil berada pada pilihan sulit untuk menyesuaikan harga jual.

"Ada potensi untuk ancaman serius bagi UKM ya, dalam hal ini mungkin harus terpaksa menaikkan harga gara-gara plastiknya tinggi," ujarnya.

Apalagi kini, kata dia, peran plastik telah menjadi kebutuhan primer dalam distribusi barang, layaknya bahan bakar minyak. Jika tren kenaikan ini terus berlanjut, dampaknya akan meluas hingga ke sektor makro.

"Ini saya kira memang kalau dibiarkan akan punya dampak jangka panjang baik dalam konteks untuk daya saing UMKM dan juga terkait dengan tadi inflasi," paparnya.

Lebih jauh, Hempri mengkhawatirkan adanya efek domino terhadap daya beli masyarakat. Ketika harga berbagai produk naik namun penghasilan tetap, kesejahteraan ekonomi rakyat secara keseluruhan akan ikut terganggu.

Ia turut mengkritik sikap pemerintah yang dinilai tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan pembatasan plastik maupun pengembangan bahan alternatif. Momentum krisis ini seharusnya menjadi titik balik untuk menguatkan kembali gerakan tanpa plastik secara serius.

"Pemerintah itu kan kadangkala hangat-hangat tahi ayam ya. Dulu ketika kita ingin melakukan residu sampah ada larangan untuk menggunakan sesuatu dari plastik tapi ini kan cenderung mandek ya," ucapnya.

Sebagai solusi, Hempri mendorong pemerintah untuk tidak hanya kembali menggaungkan gerakan-gerakan tanpa plastik. Termasuk mendukung inovasi bahan alternatif seperti bioplastik.

Selain itu, ia menyarankan pelaku industri besar untuk mulai melakukan diversifikasi kemasan. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan menekan biaya produksi.

"Perusahaan-perusahaan besar pun juga harus ada inovasi-inovasi untuk bagaimana meminimalkan bahan baku plastik itu," tegasnya.

Jika lonjakan harga ini tidak segera diantisipasi, Hempri khawatir akan muncul gelombang pengangguran baru akibat biaya produksi yang tidak lagi sebanding dengan daya beli pasar.

"Ketika ada biaya produksi yang semakin tinggi tapi sementara daya beli masyarakat itu stagnan atau bahkan melemah itu kan akhirnya dampaknya mungkin akan muncul banyak problem sosial ikutan, pengangguran, PHK dan lain sebagainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kegentingan Meningkat di Teluk: Israel Larang Warga Iran Naik Kereta, Arab Saudi Tutup Jembatan

Kegentingan Meningkat di Teluk: Israel Larang Warga Iran Naik Kereta, Arab Saudi Tutup Jembatan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:05 WIB

Update Harga Plastik Terbaru 7 April 2026 yang Masih Melonjak

Update Harga Plastik Terbaru 7 April 2026 yang Masih Melonjak

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 11:09 WIB

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB

Terkini

Hilangnya Hutan Bikin Air Mengalir Lebih Cepat ke Sungai, Apa Dampaknya bagi Kita?

Hilangnya Hutan Bikin Air Mengalir Lebih Cepat ke Sungai, Apa Dampaknya bagi Kita?

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:42 WIB

Disiram Air Keras, Andrie Yunus Jalani Operasi Kelima Hari Ini

Disiram Air Keras, Andrie Yunus Jalani Operasi Kelima Hari Ini

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:40 WIB

DPR Ungkap Persiapan Haji 2026 Belum 100 Persen Maksimal: Tenda di Arafah-Mina Masih Bermasalah

DPR Ungkap Persiapan Haji 2026 Belum 100 Persen Maksimal: Tenda di Arafah-Mina Masih Bermasalah

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:39 WIB

Kesiapan Air Irigasi Menyambut El Nino Godzilla, Optimalisasi Waduk hingga Modifikasi Cuaca

Kesiapan Air Irigasi Menyambut El Nino Godzilla, Optimalisasi Waduk hingga Modifikasi Cuaca

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:36 WIB

Pemerintah akan Renovasi 400 Ribu Rumah Masyarakat Miskin Tahun Ini

Pemerintah akan Renovasi 400 Ribu Rumah Masyarakat Miskin Tahun Ini

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:30 WIB

PM Australia Terbang ke Singapura, Amankan Pasokan BBM di Tengah Lonjakan Harga

PM Australia Terbang ke Singapura, Amankan Pasokan BBM di Tengah Lonjakan Harga

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:26 WIB

Dalih Promosi Aset, ASN DKI Bawa Mobil Dinas ke Puncak saat Libur: Tapi Plat Ditukar Jadi Putih?

Dalih Promosi Aset, ASN DKI Bawa Mobil Dinas ke Puncak saat Libur: Tapi Plat Ditukar Jadi Putih?

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:21 WIB

KontraS Pastikan Gibran Jenguk Andrie Yunus di Rumah Sakit, Tapi Tak Bertemu

KontraS Pastikan Gibran Jenguk Andrie Yunus di Rumah Sakit, Tapi Tak Bertemu

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:20 WIB

PM Anwar Ibrahim Jamin Malaysia Aman dari Krisis Pasokan Minyak

PM Anwar Ibrahim Jamin Malaysia Aman dari Krisis Pasokan Minyak

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:20 WIB

Kisah Pilot AS Bertahan Hidup di Wilayah Musuh Saat Pesawat Tempur Meledak Akibat Rudal Iran

Kisah Pilot AS Bertahan Hidup di Wilayah Musuh Saat Pesawat Tempur Meledak Akibat Rudal Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 14:18 WIB