Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

Muhammad Yasir | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 16:12 WIB
Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo
Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi saat memberi paparan di Fisipol UGM, Jumat (23/2/2024).
  • Saiful Mujani melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto yang memicu kegaduhan publik pada Selasa, 7 April 2026.
  • Pengamat politik UGM, Arya Budi, menegaskan pernyataan tersebut merupakan ekspresi kebebasan berpendapat yang sah secara konstitusional.
  • Pemerintah disarankan fokus memperbaiki kinerja ekonomi dan kebijakan nyata daripada mendebat kritik verbal untuk menjaga stabilitas nasional.

Suara.com - Pernyataan keras pengamat politik senior sekaligus pendiri SMRC, Saiful Mujani yang menyentil narasi penggulingan Presiden Prabowo Subianto memicu kegaduhan di ruang publik. Namun, aksi "ceplas-ceplos" tersebut dinilai murni sebagai ekspresi demokrasi, bukan upaya makar yang melanggar hukum.

Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi, menegaskan dalam sistem demokrasi, pernyataan sekeras apa pun terhadap penguasa dilindungi oleh konstitusi.

"Tentu itu bukan makar ya, itu adalah kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi," tegas Arya saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/4/2026).

Arya juga menilai pernyataan Saiful Mujani tidak mengandung unsur penghinaan atau ejekan personal. Baginya, narasi tersebut adalah bentuk kegelisahan atau frustrasi seorang warga negara terhadap arah kepemimpinan nasional. Menurutnya, sah-sah saja bagi rakyat untuk menilai pemimpinnya "tidak becus" melalui diksi yang tajam.

"Jadi mau mengatakan menjatuhkan presiden, presiden nggak becus, atau mau yang soft maupun yang keras, tentu itu bagian dari kebebasan berpendapat. Dan di dalam pernyataan Saiful Mujani juga saya tidak melihat ada olok-olok ya, tidak ada penghinaan juga," tuturnya.

Ia menambahkan, batas antara kritik intelektual dan ancaman hukum memang sering menjadi perdebatan. Namun secara politis, ia menegaskan bahwa semua bentuk kritik adalah konstitusional.

Sementara soal etika, Arya menilai hal itu sangat subjektif karena kritik dialamatkan kepada pemegang kendali negara.

"Tidak ada kritik yang disebut inkonstitusional. Jadi semua kritik itu konstitusional. Persoalannya adalah apakah dia melewati batas etika atau tidak, itu pun sangat subjektif yang disebut etika tuh seperti apa karena kritik itu kan ditujukan kepada jabatan itu," paparnya.

Ekonomi Jadi Kunci Stabilitas

Terkait potensi gangguan stabilitas politik akibat narasi "gulingkan", Arya menyebut hal itu sangat bergantung pada kinerja nyata pemerintah.

Jika Prabowo Subianto mampu mengelola isu krusial seperti stabilitas harga bahan pokok dan ekonomi, maka kritik sekeras apa pun menurut Arya tidak akan mendapat momentum di masyarakat.

Tapi sebaliknya, Arya menyebut ancaman nyata bagi pemerintah bukanlah ucapan kritikus, melainkan kegagalan dalam menyejahterakan rakyat.

"Jika dia (pemerintah) gagal mengendalikan ekonomi, itu seluruh lapisan masyarakat itu akan bergejolak," ucapnya mengingatkan.

Karena itu Arya menyarankan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo fokus pada evaluasi kebijakan daripada sibuk beradu argumen secara verbal. Menjawab kritik dengan kerja nyata dinilai Arya justru jauh lebih efektif ketimbang mengerahkan juru bicara untuk mendebat para pengkritik.

"Kalau responsnya bagus saya pikir kritik akan mental sendiri. Pemerintah saya pikir nggak perlu merespons secara verbal, tapi direspons melalui kebijakan atau keputusan politik. Nah dia harus mendengarkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB

Jangan Biarkan Uang Menguap, Ini 2 Investasi Aman saat Rupiah Melemah

Jangan Biarkan Uang Menguap, Ini 2 Investasi Aman saat Rupiah Melemah

Your Say | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:30 WIB

Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare

Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:59 WIB

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:18 WIB

Prabowo Izin Ngopi saat Pidato di DPR: Supaya Gak Ngantuk, Gerindra Ada Yang Tidur?

Prabowo Izin Ngopi saat Pidato di DPR: Supaya Gak Ngantuk, Gerindra Ada Yang Tidur?

Video | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?

Liks | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:35 WIB

Prabowo Sedang Gali Kubur Kapitalisme, Tapi Dihalangi 'Musuh dalam Selimut'

Prabowo Sedang Gali Kubur Kapitalisme, Tapi Dihalangi 'Musuh dalam Selimut'

Opini | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:30 WIB

Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:09 WIB

Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?

Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:51 WIB

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:43 WIB

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:50 WIB

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:28 WIB

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:12 WIB

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB