Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

Bangun Santoso

Rabu, 08 April 2026 | 18:34 WIB
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
Ilustrasi kapal laut pengangkut BBM melaju lewat Selat Hormuz (Freepik)
baca 10 detik
  • Iran dan Amerika Serikat sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu serta menjamin akses di Selat Hormuz.
  • Perundingan lanjutan untuk mencapai perdamaian permanen dijadwalkan akan segera dilaksanakan di Pakistan pada hari Jumat mendatang.
  • Sejumlah negara Arab menyambut positif kesepakatan tersebut sebagai momentum diplomasi untuk meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Suara.com - Sejumlah negara di kawasan Teluk dan Arab menyambut positif kesepakatan gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat, serta mendorong agar momentum ini dilanjutkan melalui jalur diplomasi guna mencapai perdamaian permanen di Timur Tengah.

Mengutip laporan Al Jazeera, Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang juga mencakup jaminan jalur aman di Selat Hormuz.

Para pihak yang bertikai sepakat menangguhkan serangan saat perang memasuki hari ke-40, dengan harapan yang kini tertuju pada perundingan lanjutan yang akan digelar di Pakistan pada Jumat mendatang.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menangguhkan serangan dengan syarat Teheran membuka kembali akses penuh di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak global.

Pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya memastikan jalur tersebut akan dibuka sementara selama dua minggu melalui koordinasi dengan militer.

Masih menurut laporan Al Jazeera, pengumuman ini disambut perayaan di berbagai wilayah Iran.

Sejumlah pemimpin dunia juga menyambut baik perkembangan tersebut sebagai peluang meredakan konflik yang telah meluas ke berbagai negara di kawasan.

Konflik sebelumnya melibatkan sejumlah negara, termasuk negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang menuduh Iran turut menargetkan infrastruktur sipil. Di sisi lain, Iran mengklaim serangannya menyasar aset militer AS di kawasan tersebut.

Situasi semakin kompleks setelah Hizbullah di Lebanon melancarkan serangan ke Israel pada 2 Maret, yang memperluas eskalasi konflik.

baca juga

Israel sendiri mendukung gencatan senjata Iran-AS, namun menegaskan kesepakatan itu tidak mencakup Lebanon. Walaupun Pakistan semula menyatakan bahwa gencatan senjata itu juga mencakup Lebanon.

Reaksi Negara-Negara Teluk dan Arab

Arab Saudi

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan pihaknya “menyambut baik” pengumuman gencatan senjata tersebut.

Mereka juga mendesak dihentikannya serangan terhadap negara-negara kawasan dan menegaskan pentingnya pembukaan Selat Hormuz.

Arab Saudi berharap gencatan senjata tersebut dapat mengarah pada perdamaian yang komprehensif dan berkelanjutan.

“mengarah pada perdamaian komprehensif dan berkelanjutan,” kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan, dikutip Rabu (8/4/2026).

Oman

Kementerian Luar Negeri Oman menyampaikan sambutan atas pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, serta mengapresiasi upaya Pakistan dan berbagai pihak yang mendorong penghentian konflik.

“Kesultanan Oman menegaskan pentingnya memperkuat upaya saat ini untuk menemukan solusi yang mampu mengakhiri krisis dari akar-akarnya serta mewujudkan gencatan senjata permanen terhadap kondisi perang dan tindakan-tindakan bermusuhan di wilayah tersebut,” tulis Pernyataan yang diunggah di akun X resmi milik Kementerian Luar Negeri Oman.

Irak

Kementerian Luar Negeri Irak juga “menyambut baik” kesepakatan tersebut, namun menekankan pentingnya dialog lanjutan antara AS dan Iran.

“Kementerian juga menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog yang serius dan berkelanjutan yang mengatasi penyebab perbedaan dan memperkuat saling percaya,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Irak yang diunggah di akun X.

Irak sendiri ikut terdampak konflik, dengan meningkatnya ketegangan antara kelompok bersenjata yang didukung Iran dan pasukan AS.

Mesir

Dalam pernyataan yang diunggah melalui Facebook, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa gencatan senjata merupakan momentum krusial yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong negosiasi, diplomasi, serta dialog yang konstruktif.

“Merupakan peluang yang sangat penting yang harus dimanfaatkan untuk membuka ruang bagi negosiasi, diplomasi, dan dialog konstruktif,” tulisnya.

Mesir juga menekankan bahwa kesepakatan tersebut harus dilandasi komitmen penuh untuk menghentikan operasi militer dan menghormati kebebasan navigasi internasional.

Selain itu, Mesir menyatakan akan terus bekerja sama dengan Pakistan dan Turki guna memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan.

Pemerintah Mesir juga menegaskan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran perlu memperhatikan kepentingan serta kekhawatiran keamanan yang sah dari negara-negara Teluk. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:53 WIB

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:04 WIB

Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan

Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:54 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya

Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:22 WIB

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:54 WIB

Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia

Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:37 WIB

Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Series Dendam: Perjalanan Cinta Laura Memburu Dalang Kematian Keluarga

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:00 WIB

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Web Series Horor Komedi Penghuni Rumah Warisan, Strategi SMARTFREN Perkenalkan Unlimited 5G

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB

Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan

Dibintangi Oki Rengga, SMARTFREN Kenalkan Jaringan Unlimited 5G di Web Series Penghuni Rumah Warisan

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 10:53 WIB

Harga Kompor Gas Tanam Berapa? Ini Kisaran dan 5 Rekomendasi Merek Terbaik

Harga Kompor Gas Tanam Berapa? Ini Kisaran dan 5 Rekomendasi Merek Terbaik

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:50 WIB

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

Perang Iran Kuras Stok Amunisi AS Hingga Memicu Krisis Pasokan Militer

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:48 WIB

Perkenalkan Unlimited 5G SMARTFREN Lewat Web Series, Penghuni Rumah Warisan Dibintangi Oki Rengga

Perkenalkan Unlimited 5G SMARTFREN Lewat Web Series, Penghuni Rumah Warisan Dibintangi Oki Rengga

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 10:48 WIB

MBG Banyak Dikritik di Sosmed, Sudaryono: Yang Bikin Rame Guru, Orangtua dan Wartawan

MBG Banyak Dikritik di Sosmed, Sudaryono: Yang Bikin Rame Guru, Orangtua dan Wartawan

Video | Kamis, 17 September 2026 | 10:47 WIB

Liriknya Dinilai Melecehkan Perempuan, Lagu Milik Love Chaos Tuai Kecaman

Liriknya Dinilai Melecehkan Perempuan, Lagu Milik Love Chaos Tuai Kecaman

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 10:47 WIB

×