Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 09 April 2026 | 07:17 WIB
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
Ilustrasi warga Iran (Antara)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat meminta bantuan Pakistan untuk membujuk Iran menyepakati gencatan senjata segera.

  • Penutupan Selat Hormuz akibat perang telah menyebabkan lonjakan harga minyak di pasar global.

  • Pertemuan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung di Islamabad hari Jumat.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah melakukan upaya diplomasi intensif melalui Pakistan dalam beberapa minggu terakhir ini.

Langkah ini diambil Washington demi meyakinkan pihak Teheran agar bersedia menyepakati gencatan senjata dalam waktu dekat.

Informasi mengenai keterlibatan Pakistan tersebut pertama kali mencuat melalui laporan media The Financial Times pada Rabu (8/4).

Berdasarkan data dari Sputnik, Presiden Donald Trump ternyata sudah menginisiasi permintaan perdamaian ini sejak 21 Maret.

Motivasi utama di balik langkah cepat Washington adalah untuk memulihkan akses pengiriman komoditas di Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak mentah yang sangat tajam memaksa Amerika Serikat mencari jalan keluar melalui jalur diplomatik negara ketiga.

Pakistan dianggap sebagai aktor kunci yang bisa meluluhkan pertahanan diplomatik Iran karena statusnya sebagai negara tetangga muslim.

Pemerintah AS dan Pakistan memiliki keyakinan kuat bahwa proposal perdamaian akan lebih diterima jika datang dari Islamabad.

Hal ini didasari oleh posisi politik Pakistan yang tetap konsisten menjaga netralitas selama masa konflik berlangsung di kawasan.

baca juga

Kedekatan geografis dan kesamaan latar belakang menjadi faktor penentu mengapa Islamabad dipilih menjadi jembatan bagi kedua pihak.

Perlu diingat bahwa ketegangan bersenjata antara kubu barat dan Teheran mulai memuncak pada akhir Februari yang lalu.

Saat itu, militer Amerika Serikat bersama Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke berbagai titik strategis di wilayah Iran.

Target serangan tersebut mencakup ibu kota Teheran yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur cukup parah di jantung pemerintahan negara tersebut.

Tragisnya, operasi militer tersebut juga memakan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Insiden tersebut memicu gelombang kemarahan besar dari pihak pemerintah Iran yang segera mempersiapkan aksi balasan militer.

Sebagai bentuk respons, pasukan Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar wilayah kedaulatan Israel secara langsung dan masif.

Tidak hanya itu, fasilitas militer milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah juga menjadi target sasaran.

Eskalasi peperangan yang meningkat drastis ini akhirnya berdampak langsung pada terhentinya aktivitas pengiriman kapal melalui Selat Hormuz.

Padahal, wilayah perairan tersebut merupakan jalur pasokan paling vital untuk kebutuhan minyak mentah dan LNG di pasar global.

Penutupan jalur laut ini secara otomatis memicu lonjakan harga bahan bakar di hampir seluruh penjuru negara di dunia.

Pada hari Selasa (7/4), akhirnya muncul secercah harapan setelah Donald Trump secara resmi menyetujui kesepakatan gencatan senjata.

Langkah perdamaian sementara ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua minggu ke depan untuk meredakan tensi panas di lapangan.

Dalam pernyataan resminya, Presiden Trump juga mengklaim bahwa Iran telah memberikan lampu hijau untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan ini memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi dunia yang sempat tergoncang akibat terbatasnya suplai energi dari Timur Tengah.

Seluruh mata dunia kini tertuju pada efektivitas kesepakatan ini dalam menurunkan harga minyak yang sudah terlanjur melambung tinggi.

Pihak Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberikan konfirmasi terkait kesiapan mereka untuk menindaklanjuti tawaran perdamaian dari pihak lawan.

Pihak Teheran menyatakan bahwa proses pembicaraan formal dengan Amerika Serikat akan dimulai pada hari Jumat yang akan datang.

Lokasi pertemuan tingkat tinggi tersebut telah ditentukan akan berlangsung di Islamabad, yang merupakan ibu kota dari negara Pakistan.

Pertemuan pada tanggal 10 April tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi permanen untuk mengakhiri konflik panjang yang merugikan tersebut.

Hingga saat ini, dunia internasional masih memantau perkembangan terkait detail teknis dari pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Meskipun narasi ini telah disusun ulang, esensi dari pernyataan para pemimpin dunia tetap menjadi landasan utama informasi ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan optimistis mengenai perkembangan situasi terkini yang melibatkan kesepakatan rahasia dengan pihak Iran.

Pada Selasa (7/4), Trump menyetujui gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan dan mengatakan bahwa "Iran juga telah setuju untuk membuka Selat Hormuz."

Pernyataan tersebut menjadi titik balik penting dalam krisis energi yang sempat mengancam pertumbuhan ekonomi global selama beberapa bulan terakhir.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian mengatakan bahwa "Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada Jumat (10/4) di ibu kota Pakistan, Islamabad."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 07:10 WIB

Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta

Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta

News | Kamis, 09 April 2026 | 07:07 WIB

Bayar Listrik Cuma Rp5 Ribu, Mahasiswa Indonesia Bongkar Harga Utilitas di Iran saat Masa Perang

Bayar Listrik Cuma Rp5 Ribu, Mahasiswa Indonesia Bongkar Harga Utilitas di Iran saat Masa Perang

Entertainment | Kamis, 09 April 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×