Haji Tanpa Antre? Kemenhaj Godok Skema 'War Tiket' Arahan Prabowo, Begini Mekanismenya

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 18:05 WIB
Haji Tanpa Antre? Kemenhaj Godok Skema 'War Tiket' Arahan Prabowo, Begini Mekanismenya
Ilustrasi haji (Photo by Zawawi Rahim: https://www.pexels.com/photo/people-at-the-kaaba-13294978/)
  • Kemenhaj RI mewacanakan sistem "war tiket" agar calon jamaah haji dapat berangkat tanpa perlu menunggu antrean bertahun-tahun.
  • Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar menjelaskan inisiatif ini merupakan arahan Presiden Prabowo untuk menciptakan sistem haji yang efisien.
  • Pemerintah kini sedang menggodok regulasi agar transisi sistem tidak merugikan 5,7 juta jamaah yang sudah masuk daftar tunggu.

Suara.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kini tengah mewacanakan sebuah perubahan besar dalam sistem keberangkatan ibadah haji di Indonesia.

Langkah revolusioner ini direncanakan melalui skema “war tiket” yang bertujuan agar calon jamaah tidak lagi harus terjebak dalam antrean panjang yang bisa memakan waktu berpuluh-puluh tahun.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa gagasan ini bukan tanpa alasan.

Hal tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya terobosan nyata agar pelaksanaan ibadah haji bagi warga negara Indonesia menjadi lebih cepat, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil di Kantor Kemenhaj RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Akar Masalah Antrean Panjang Haji di Indonesia

Persoalan antrean haji di Indonesia memang menjadi isu klasik yang terus berulang setiap tahunnya. Menurut Dahnil, kondisi antrean yang sangat panjang ini tidak terlepas dari sistem pengelolaan dana haji yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah pendaftar dari berbagai pelosok negeri.

Sejak kehadiran Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri untuk berangkat ke tanah suci meningkat secara signifikan.

Hal itu secara langsung berdampak pada penumpukan daftar tunggu yang semakin mengular di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Karena sudah ada keuangan haji, kita terpaksa ngantre. Semakin banyak, semakin lama yang ngantre,” ucap Dahnil menjelaskan korelasi antara kemudahan pendaftaran dengan durasi tunggu yang harus dihadapi jamaah.

Dalam tinjauannya, Dahnil juga membandingkan bagaimana sistem ini berjalan di sejumlah negara lain yang memiliki populasi muslim besar.

Malaysia, sebagai negara tetangga, juga mengalami kendala antrean panjang karena menerapkan sistem Tabungan Haji yang serupa dengan Indonesia.

Namun, kondisi berbeda terlihat di negara lain seperti India, di mana antrean keberangkatan haji tidak sepanjang di Indonesia.

Mengenal Skema 'War Tiket' Haji

Istilah "war tiket" yang biasanya akrab di telinga generasi muda saat berburu tiket konser, kini mulai dikaji untuk diterapkan dalam sistem pelayanan publik haji.

Dahnil menjelaskan bahwa skema ini mengacu pada pembagian kuota haji yang didapatkan dari Pemerintah Arab Saudi, yang kemudian ditawarkan secara langsung kepada calon jamaah.

Dengan sistem ini, pemerintah berencana membuka akses kuota secara terbuka sehingga calon jamaah bisa mendapatkan kepastian keberangkatan tanpa harus melalui daftar tunggu yang bersifat kronologis selama bertahun-tahun.

"Makanya kan tadi malam misalnya Pak Menteri, kita sedang berpikir bagaimana supaya gak ngantri itu kayak model war tiket. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200 ribu, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti gak perlu ngantre," jelas Dahnil mengenai gambaran awal mekanisme tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat memangkas birokrasi antrean dan memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki kesiapan finansial dan fisik untuk berangkat lebih awal, tanpa mengabaikan prinsip keadilan bagi seluruh calon jamaah.

Perlindungan Bagi 5,7 Juta Jamaah di Daftar Tunggu

Meskipun wacana ini menawarkan solusi untuk mempercepat keberangkatan, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.

Saat ini, terdapat tantangan besar berupa perlindungan bagi calon jamaah yang sudah masuk dalam daftar tunggu resmi, yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 5,7 juta orang.

Pemerintah harus memastikan bahwa transisi ke sistem baru tidak akan merugikan mereka yang sudah menanti giliran selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, wacana "war tiket" ini masih berada dalam tahap penggodokan yang sangat mendalam di internal kementerian.

“Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah presiden supaya haji tidak ngantri itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok,” katanya menekankan komitmen kementerian dalam merealisasikan visi Presiden Prabowo.

Dahnil kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh Kemenhaj terkait penerapan skema tersebut.

Berbagai model simulasi dan kajian regulasi masih terus dilakukan agar reformasi sistem haji ini dapat berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat yang telah lama menunggu kepastian keberangkatan.

"Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud," kata Dahnil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun

Prabowo: Alhamdulillah Antrean Haji Paling Lama 26 Tahun, Tidak lagi 48 Tahun

News | Kamis, 09 April 2026 | 14:44 WIB

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun

Video | Kamis, 09 April 2026 | 12:00 WIB

Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap

Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 07:37 WIB

Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun

Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:48 WIB

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

Efisiensi Haji, Prabowo Perintahkan Bentuk Perusahaan Patungan Garuda IndonesiaSaudia Arabia

News | Rabu, 08 April 2026 | 19:33 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji

Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB