Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

Arif Budi | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 19:11 WIB
Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon
Serangan udara besar-besaran Israel mengguncang Lebanon dan menewaskan sedikitnya 254 orang hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Kamis (9/4). [Tangkap layar X]
  • Sekutu AS menuntut perluasan gencatan senjata ke Lebanon akibat pertempuran Israel dan Hizbullah yang berlangsung sejak 2 Maret.
  • Konflik bersenjata di perbatasan Lebanon tersebut telah mengakibatkan lebih dari 1.530 orang tewas dan 4.812 orang terluka.
  • Inggris, Prancis, Italia, dan Australia mendesak penghentian permusuhan secara menyeluruh guna menciptakan stabilitas perdamaian di kawasan tersebut.

Suara.com - Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran ternyata dinilai belum cukup.

Sejumlah negara sekutu utama AS kini secara kompak menyuarakan tuntutan agar jeda pertempuran tersebut juga diberlakukan di Lebanon, di mana pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah terus memakan korban.

Seruan ini datang di tengah situasi genting di perbatasan, di mana pertempuran yang berlangsung sejak 2 Maret dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang dan melukai sedikitnya 4.812 lainnya.

Berikut adalah daftar negara sekutu AS yang secara terbuka meminta gencatan senjata diperluas seperti dikutip dari The Time of Israel.

Inggris

Dari London, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper secara tegas mendorong agar Lebanon dimasukkan dalam kesepakatan.

Ia dijadwalkan akan kembali menyuarakan keprihatinan ini dalam sebuah pidato penting.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami mendukung proses negosiasi. Kemajuan harus dicapai. Tidak boleh ada kembali konflik," ujar Cooper dalam jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Wali Kota London, Susan Langley.

Prancis

Sikap yang lebih keras datang dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia tidak hanya menuntut penghentian permusuhan, tetapi juga secara terbuka mengkritik tindakan militer Israel di Lebanon selatan.

"Apa yang kita saksikan melalui serangan dan pendudukan Israel di Lebanon selatan bukanlah respons yang tepat," ujar Macron.

Italia

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga menyuarakan keprihatinan mendalam. Ia menyebut gempuran yang terjadi sebagai pelanggaran atas semangat gencatan senjata dan menekankan betapa rapuhnya prospek perdamaian saat ini.

“Kita telah hampir mencapai titik tanpa kembali, tetapi sekarang kita menghadapi prospek perdamaian yang rapuh yang harus diupayakan dengan tekad,” kata Meloni kepada parlemen, menambahkan bahwa Italia mengutuk setiap pelanggaran gencatan senjata dan menyerukan penghentian permusuhan secara permanen.

Australia

Di belahan dunia lain, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menegaskan bahwa gencatan senjata seharusnya berlaku secara menyeluruh di seluruh kawasan, tidak hanya parsial.

Saat ditanya dalam sebuah wawancara apakah kesepakatan itu harus mencakup tindakan Israel di Lebanon, Wong memberikan jawaban tegas.

"Ya. Posisi kami adalah dunia mengharapkan gencatan senjata berlaku di seluruh kawasan," ujar Wong, dikutip ABC.

Ia juga menyoroti betapa rentannya kesepakatan yang ada saat ini, namun tetap berharap jeda pertempuran bisa dipertahankan.

"Gencatan senjata ini rapuh, tetapi dunia membutuhkan agar kesepakatan ini tetap bertahan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Perang AS-Iran, Harga Plastik Meroket

Dampak Perang AS-Iran, Harga Plastik Meroket

Foto | Kamis, 09 April 2026 | 17:41 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:40 WIB

Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar

Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:27 WIB

Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa

Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:11 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

Terkini

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:56 WIB

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:47 WIB

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:42 WIB

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB