Akhirnya Bicara! Melania: Saya Bukan Hadiah Jeffrey Epstein untuk Donald Trump

Bernadette Sariyem

Jum'at, 10 April 2026 | 09:44 WIB
Akhirnya Bicara! Melania: Saya Bukan Hadiah Jeffrey Epstein untuk Donald Trump
Melania Trump saat memberikan klarifikasinya, Jumat 10 April 2026 (kiri) dan foto-foto Melania, Donald Trump serta Jeffrey Epstein dalam sebuah pesta yang diambil dari dokumen kejahatan Epstein (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Melania Trump membantah keterlibatannya dalam kasus kriminal Jeffrey Epstein melalui klarifikasi publik di Amerika Serikat pada April 2026.
  • Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell hanya bersifat sosial dan tidak memiliki kedekatan emosional khusus.
  • Melania mendesak Kongres AS untuk memfasilitasi sidang terbuka agar para penyintas kasus Epstein dapat memberikan kesaksian secara resmi.

Suara.com - Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, secara mengejutkan muncul ke publik untuk membantah keterkaitannya dengan pedofil sekaligus terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein serta kaki tangannya, Ghislaine Maxwell.

Melania menegaskan dirinya tidak terlibat dalam kasus kejahatan seksual serta prostitusi anak oleh Epstein, yang juga menyeret suaminya, Presiden AS Donald Trump.

Berbicara di podium ruangan yang sama digunakan suaminya saat perang Iran, Melania juga menepis tuduhan dia adalah pekerja seks komersial atau PSK dan "dihadiahkan" Epstein untuk Donald Trump.

Klarifikasi ini muncul di tengah derasnya perbincangan pada media sosial, mengenai dokumen-dokumen lama dan foto-foto dari file Epstein.

"Saya tak pernah menjadi teman Epstein," kata Melania, dikutip dari The Guardian, Jumat (10/4/2026).

Ia juga menambahkan klarifikasi mengenai asal-usul hubungannya dengan sang suami, Donald Trump, yang seringkali dirumorkan diperkenalkan oleh Epstein.

“Saya bukan korban Epstein. Saya juga tidak diperkenalkan oleh Epstein kepada Donald Trump."

Melania menjelaskan, keberadaannya di lingkungan yang sama dengan Epstein maupun Maxwell hanyalah konsekuensi dari kehidupan sosial di New York dan Palm Beach.

Menurutnya, pertemuan-pertemuan tersebut bersifat kebetulan dan umum terjadi di kalangan jetset Amerika pada masa itu.

baca juga

Dia mengakui pertemuan pertamanya dengan Epstein baru terjadi pada tahun 2000, yakni dalam pesta bersama Donald Trump. Saat itu, ia masih dikenal dengan nama aslinya, Melania Knauss. 

“Sebelumnya, ssaya tak pernah bertemu Epstein dan tidak pernah mengetahui tindakan kriminal dia," tegas Melania.

Teka-Teki Email 'Love, Melania'

Salah satu poin paling krusial dalam pernyataan Melania adalah, penjelasannya mengenai dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman awal tahun ini.

Dokumen tersebut memuat pertukaran pesan elektronik singkat, yang kuat diduga melibatkan dirinya dan Ghislaine Maxwell.

Surel yang dikirim pada 23 Oktober 2002 tersebut diakhiri dengan kalimat penutup yang cukup akrab: Love, Melania.

Meskipun alamat surel pengirim dan penerima disamarkan dalam dokumen publik, detail pesan tersebut merujuk pada artikel profil Jeffrey Epstein di New York Magazine, yang terbit pada pekan yang sama.

Dalam email bertajuk "HI!" tersebut, pengirim menyapa dengan "Dear G!" dan menanyakan tentang perjalanan Maxwell serta memintanya untuk menghubungi saat sudah kembali ke New York.

Menanggapi hal ini, Melania bersikeras bahwa interaksi tersebut tidak memiliki makna emosional atau relasional yang dalam.

“Surel saya kepada Maxell tidak bisa dikait-kaitkan pada hal yang lebih dari korespondensi santai," kata Melania.

Ia menekankan, sapaan atau nada dalam pesan itu hanyalah bentuk kesopanan sosial biasa.

“Itu adalah kesopanan saya untuk membalas surel dia, tidak bisa diartikan lebih dari itu."

Kaitan Sosial dan Jejak Digital

Meskipun Melania bersikeras hubungannya hanya sebatas "korespondensi sepele", catatan sejarah menunjukkan adanya beberapa kali interaksi sosial di ruang publik.

Sekitar dua minggu setelah pertukaran email pada tahun 2002 tersebut, Melania dan Maxwell tertangkap kamera sedang bersama di sebuah acara Dolce & Gabbana, New York.

Dalam foto tersebut, mereka tampak berpose bersama Donald Trump dan supermodel Naomi Campbell.

Tak hanya itu, dokumen pengadilan juga mengungkapkan bahwa pada Januari 2003, Maxwell memberikan sebuah buku kumpulan ucapan ulang tahun ke-50 untuk Epstein, yang berisi pesan-pesan dari kolega dan teman-temannya.

Namun, Melania kembali memperingatkan publik untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di platform digital.

“Sangat banyak foto dan pernyataan palsu tentang Epstein dan saya, terutama di media-media sosial dalam setahun terakhir. Harap berhati-hati atas apa yang kamu percayai," tuturnya.

Seruan untuk Transparansi bagi Korban

Secara tidak terduga, Melania Trump juga mengambil langkah proaktif dengan mendesak Kongres AS untuk memberikan panggung bagi para korban Epstein.

Ia meminta agar para penyintas diberikan kesempatan untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah dalam sidang publik, bukan sekadar pertemuan tertutup.

Langkah ini mendapat respon positif dari beberapa pihak di Capitol Hill. Robert Garcia dari California, anggota senior komite pengawasan DPR, menyatakan dukungannya terhadap seruan Melania.

“Kami sepakat dengan Melania untuk hal ini, yakni mendengarkan kesaksian langsung dari para penyintas kasus Epstein," kata Garcia.

Ia bahkan mendorong Ketua Komite, James Comer, untuk segera menjadwalkan sidang tersebut guna memberikan keadilan dan transparansi yang selama ini dituntut oleh publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:04 WIB

Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata

Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata

News | Jum'at, 10 April 2026 | 06:07 WIB

Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar

Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:27 WIB

HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran

HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:39 WIB

Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran

Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran

News | Kamis, 09 April 2026 | 15:20 WIB

AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

News | Kamis, 09 April 2026 | 12:10 WIB

Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata

Trump Sebut China Jadi Sosok Penting di Balik Keputusan Iran Setuju Gencatan Senjata

News | Kamis, 09 April 2026 | 10:32 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×