Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 April 2026 | 16:47 WIB
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
Rudal Iran (Tangkapan X)
baca 10 detik
  • Perundingan damai Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan sehingga memicu ancaman serangan baru.

  • Menteri Israel mengancam akan menghancurkan infrastruktur nuklir Iran dan fasilitas strategis di wilayah Lebanon.

  • Israel dan Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh pemerintah Teheran.

Pernyataan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi internasional di masa depan.

Selain Iran Israel juga mengalihkan fokus operasional militer mereka ke arah wilayah kedaulatan Lebanon.

Eli Cohen mengusulkan agar tentara Tel Aviv memperluas cakupan serangan mereka hingga menyentuh fasilitas sipil.

Target serangan kali ini tidak hanya terbatas pada personel militer atau kelompok bersenjata Hizbullah semata.

Israel berambisi untuk melumpuhkan infrastruktur strategis Lebanon guna memberikan tekanan maksimal bagi keamanan dalam negeri mereka.

Langkah provokatif ini muncul meskipun ada rencana pertemuan diplomasi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC.

Skeptisisme Terhadap Jalur Diplomasi

Kegagalan negosiasi sebelumnya membuat para menteri kabinet Israel meragukan keberhasilan dialog langsung di masa depan.

Pandangan pesimistis ini muncul di tengah persiapan pertemuan antara Tel Aviv dan Beirut untuk mengamankan gencatan senjata.

baca juga

Sentimen negatif terhadap jalur damai ini justru memperkuat dukungan internal untuk melanjutkan kampanye militer di lapangan.

Menteri Ekonomi Israel Nir Barkat menambahkan bahwa Amerika Serikat memiliki tekad yang sama kuat dalam konflik ini.

Nir Barkat menyatakan keyakinannya bahwa koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel berada pada level tertinggi.

Pemerintah Israel percaya bahwa otoritas Iran belum memahami sepenuhnya keberanian kepemimpinan Donald Trump dan Netanyahu.

Persiapan untuk kembali ke medan laga telah dilakukan dengan perhitungan strategis yang sangat matang dan detail.

"Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya," kata Barkat.

Misi utama dari perang ini adalah penghancuran total terhadap ancaman militer Iran yang membayangi keamanan Israel.

Koordinasi Keamanan Washington Tel Aviv

Dukungan terhadap operasi militer juga datang dari Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar melalui pernyataan resminya.

Zohar menilai bahwa sinkronisasi antara Washington dan Tel Aviv sangat solid dalam mencegah ancaman nuklir Iran.

Pihaknya mengklaim bahwa segala upaya Iran untuk mendapatkan senjata nuklir akan dihadapi dengan kekuatan militer gabungan.

Ketegasan Amerika Serikat menjadi landasan utama bagi Israel untuk terus menekan Teheran melalui berbagai jalur strategis.

Koordinasi ini mencerminkan kepentingan bersama dalam menjaga dominasi keamanan di seluruh wilayah strategis Timur Tengah.

Ketegangan terbaru ini dipicu oleh gagalnya negosiasi maraton selama 21 jam yang berlangsung di Islamabad Pakistan.

Pakistan yang bertindak sebagai mediator tidak berhasil menjembatani perbedaan kepentingan yang tajam antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya perang antara poros Amerika-Israel melawan Iran sempat berhenti sementara melalui gencatan senjata berdurasi dua minggu.

Namun kebuntuan di meja perundingan membuat kesepakatan damai tersebut kini berada di ujung tanduk kehancuran.

Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pihak Iran bersedia melunak terhadap tuntutan penghentian program nuklir mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?

Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:41 WIB

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi

Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:47 WIB

Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka

Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:41 WIB

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:25 WIB

Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?

Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:18 WIB

Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual

Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:15 WIB

Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?

Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:10 WIB

Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat

Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:59 WIB

Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:54 WIB

Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan

Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:53 WIB

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:52 WIB

×