Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

Muhammad Yasir

Senin, 13 April 2026 | 20:08 WIB
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
Ketua IDAI DKI Jakarta, Rismala Dewi. [Suara.com/ Dinda]
baca 10 detik
  • IDAI memperingatkan orang tua di Jakarta agar waspada terhadap gangguan tidur anak karena berisiko menyebabkan insiden fatal pernapasan.
  • Pakar kesehatan melarang praktik sleep training serta posisi tidur tengkurap bagi bayi di bawah usia enam bulan tanpa pengawasan.
  • Orang tua diminta berhenti mengikuti tren pengasuhan tanpa pemahaman medis agar bayi tetap terpantau secara ketat demi keselamatan.

Suara.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan keras bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap gangguan tidur atau sleep disorder pada anak. Meski terkesan sepele, kondisi ini bisa berujung fatal jika tidak ditangani dengan benar, terutama di tengah tren pengasuhan yang kini marak di media sosial.

Ketua IDAI DKI Jakarta, Rismala Dewi, mengungkapkan banyak kasus gangguan tidur pada anak yang tidak terdeteksi hingga akhirnya terjadi insiden fatal.

“Jadi kalau mungkin gangguan sleep disorder itu pada anak-anak memang nggak semua mengalami seperti itu ya, jadi ada kasus-kasus tertentu. Kadang-kadang tidak diketahui sampai terjadi istilahnya kecelakaannya gitu,” ujar Dewi dalam media briefing di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dewi juga mengingatkan orang tua untuk menghindari faktor risiko yang bisa menghambat pernapasan anak, seperti membiarkan anak tidur bersama orang dewasa yang lebih besar atau menelungkupkan anak tanpa pengawasan.

Selain itu, bayi yang perkembangan fisiknya belum sempurna, seperti belum mampu mengangkat kepala, menurutnya juga sangat rentan mengalami gagal napas jika diletakkan dalam posisi tidur yang salah.

“Nah kadang-kadang ya kalau tidak dalam pengawasan, ya dia tuh tetap seperti itu sampai dia tidak bisa bernapas gitu,” jelas Dewi.

Ketua Unit Kerja Emergensi IDAI Jakarta Raya, Tuti Rahayu. [Suara.com/ Dinda]
Ketua Unit Kerja Emergensi IDAI Jakarta Raya, Tuti Rahayu. [Suara.com/ Dinda]

Peringatan Keras Soal 'Sleep Training'

Sementara dokter spesialis anak sekaligus Ketua Unit Kerja Emergensi IDAI Jakarta Raya, Tuti Rahayu, menyebut gangguan tidur pada anak hampir selalu berkaitan dengan saluran pernapasan.

Ia menyoroti bahaya penggunaan selimut yang menutupi wajah atau kasur yang terlalu empuk sehingga wajah bayi "melesek" ke dalam.

baca juga

Tuti juga secara khusus mengkritisi praktik sleep training yang dilakukan pada bayi di bawah usia enam bulan.

“Nah, sebelum 6 bulan kalau dia belum tegak, dia belum bisa berguling, itu sangat tidak aman membiarkan dia dalam kondisi tengkurap ya,” tegas Tuti.

Ia mengingatkan bahwa tangisan bayi adalah sinyal bahaya yang harus direspons, bukan dibiarkan begitu saja hingga bayi kelelahan.

Sedangkan Ketua Umum IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, meminta para orang tua untuk tidak terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau sekadar mengikuti tren sleep training tanpa pemahaman medis yang cukup.

Metode melatih tidur anak, menurut Piprim, tidak bisa dipukul rata dan harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing anak.

Ia juga menyentil orang tua yang lebih asyik berselancar di dunia maya ketimbang memantau kondisi buah hatinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

News | Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik

News | Senin, 13 April 2026 | 19:06 WIB

Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

News | Senin, 13 April 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!

Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:52 WIB

Hindari Kesan Tebang Pilih, Kejagung Diminta Tak Beri Perlakuan Khusus pada Febrie Adriansyah

Hindari Kesan Tebang Pilih, Kejagung Diminta Tak Beri Perlakuan Khusus pada Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB

Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB

Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu

Niat Selamatkan Surat Berharga, Detik-detik Nenek di Pulogadung Tewas Terbakar Bersama Anak dan Cucu

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:29 WIB

Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah

Cegah Konflik Kepentingan, Legislator Desak Perombakan Penyidik Jampidsus di Kasus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer

Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:19 WIB

Hinca Panjaitan Tegaskan Penyerahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Tak Tabrak KUHAP

Hinca Panjaitan Tegaskan Penyerahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Tak Tabrak KUHAP

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:16 WIB

Jangan 'Jeruk Makan Jeruk!', DPR Minta Kasus Eks Jampidsus Febrie Tak Ditangani Mantan Anak Buahnya

Jangan 'Jeruk Makan Jeruk!', DPR Minta Kasus Eks Jampidsus Febrie Tak Ditangani Mantan Anak Buahnya

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:09 WIB

Mahfud MD Bongkar Skenario Kasus Febrie Adriansyah, Sebut Pengalihan Penyidikan Kacaukan Hukum

Mahfud MD Bongkar Skenario Kasus Febrie Adriansyah, Sebut Pengalihan Penyidikan Kacaukan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:07 WIB

Satgas PKH Buka Suara soal Kursi Ketua yang Kosong Usai Eks Jampidsus Terseret Kasus Korupsi

Satgas PKH Buka Suara soal Kursi Ketua yang Kosong Usai Eks Jampidsus Terseret Kasus Korupsi

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:04 WIB

×