Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia

Arief Apriadi

Selasa, 14 April 2026 | 09:11 WIB
Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
Iran tolak tunduk pada ancaman militer Donald Trump pasca-kegagalan Perundingan Islamabad. Angkatan Laut Iran sebut rencana blokade AS di Selat Hormuz sebagai hal konyol. [Suara.com/hd]
baca 10 detik
  • Kegagalan diplomasi di Islamabad memicu Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokade jalur kapal dan menghancurkan armada militer di Selat Hormuz.
  • Angkatan Laut Iran merespons dingin ancaman tersebut dan memastikan wilayah maritim strategis itu berada di bawah kendali keamanan penuh mereka.
  • Teheran menolak keras desakan sepihak AS untuk menghentikan program nuklir dan siap membalas setiap pelanggaran gencatan senjata dengan tegas.

Suara.com - Kegagalan Perundingan Islamabad antara Teheran dan Washington memicu babak baru ketegangan setelah ancaman blokade militer Presiden AS Donald Trump di Selat Hormuz direspons dingin oleh Republik Islam Iran.

Menganggap gertakan Washington sebagai sesuatu yang konyol, Angkatan Laut Iran justru semakin memperkuat patroli kedaulatan mereka untuk memantau setiap pergerakan agresif armada musuh di perairan strategis Timur Tengah.

Alih-alih terintimidasi oleh ultimatum sepihak AS yang mendesak penghentian program nuklir, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dengan tegas menyatakan bahwa negaranya pantang menyerah dan siap membalas setiap agresi dengan kekuatan penuh.

Keteguhan Teheran Menghadapi Intimidasi

Mohammad Bagher Ghalibaf (ICANA)
Mohammad Bagher Ghalibaf (ICANA)

Sekembalinya dari negosiasi maraton di Pakistan, Ghalibaf memastikan bahwa delegasi Iran sebenarnya telah menyodorkan inisiatif konstruktif yang sayangnya gagal direspons dengan itikad baik oleh pihak Amerika Serikat.

Pemimpin delegasi perundingan tersebut menegaskan bahwa ancaman militer dari Gedung Putih sama sekali tidak akan mampu menggoyahkan pendirian kedaulatan Teheran.

"Jika mereka berperang, kami akan berperang, dan jika mereka maju dengan logika, kami akan menghadapinya dengan logika," tegas Ghalibaf dikutip dari Al Arabiya, Selasa (14/4/2026).

"Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberi mereka pelajaran yang lebih besar."

Gertak Sambal Konyol di Jalur Perdagangan Dunia

baca juga

Sikap tidak pantang menyerah ini turut digaungkan oleh Kepala Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, yang secara terbuka menertawakan rencana blokade maritim yang dilontarkan oleh Donald Trump.

"Orang-orang pemberani dari angkatan laut Tentara Republik Islam Iran sedang memantau dan mengawasi semua pergerakan tentara Amerika yang agresif di wilayah tersebut," ujarnya melalui siaran televisi pemerintah.

"Ancaman presiden AS untuk memblokade Iran di laut... sangat konyol dan lucu."

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga memberikan garis merah yang jelas bahwa perairan Selat Hormuz saat ini berada di bawah kendali cerdas dan manajemen pengamanan penuh armada angkatan laut mereka.

IRGC menjamin bahwa jalur pelayaran tersebut dipastikan tetap terbuka aman bagi lalu lintas kapal non-militer yang mematuhi peraturan maritim internasional.

Ambisi Sepihak Washington yang Membuntu

Namun, Teheran memperingatkan bahwa setiap kapal perang asing yang mencoba mendekati wilayah kedaulatan itu akan dicap sebagai pelanggar gencatan senjata dan akan ditindak secara keras sekaligus tegas.

Kemarahan Donald Trump memuncak pasca-runtuhnya diplomasi tingkat tinggi tersebut karena Teheran menolak keras campur tangan AS yang memaksa mereka menyerahkan hak berdaulat atas program nuklirnya.

Melalui platform media sosialnya, Trump memerintahkan armada Angkatan Laut AS untuk memulai proses pemblokiran terhadap semua armada yang berusaha melintasi jalur Selat Hormuz.

Pemimpin Amerika tersebut bahkan melontarkan kalimat provokatif dengan mengancam bahwa setiap orang Iran yang menembaki pasukan atau kapal sipil AS akan diledakkan ke neraka.

Tidak hanya menyasar jalur laut, Trump juga menebar ancaman sepihak akan menghancurkan seluruh infrastruktur energi dan pembangkit listrik Iran dalam satu hari jika negara tersebut terus melawan kehendak Washington.

Jejak Panjang Konflik yang Gagal Diredam

Pertemuan tingkat tinggi pertama sejak Revolusi Islam 1979 ini sedari awal sudah dibayangi oleh arogansi delegasi AS pimpinan Wakil Presiden JD Vance, yang mengklaim sepihak telah memberikan penawaran final kepada Teheran.

Amerika Serikat menuduh Iran melakukan pemerasan dunia dengan menerapkan kontrol ketat di Selat Hormuz yang merupakan urat nadi bagi pengiriman minyak dan gas global.

Kebuntuan diplomasi pasca-perang enam minggu ini secara instan memicu kekhawatiran global yang mendalam terkait ancaman lonjakan tajam harga energi dunia jika bentrokan bersenjata kembali meletus di Timur Tengah.

Pemerintah Pakistan sebagai tuan rumah perundingan pada akhirnya hanya bisa mendesak kedua belah pihak untuk tetap menghormati jeda pertempuran demi mencegah kehancuran fasilitas minyak dan gas yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:57 WIB

Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran

Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran

Video | Senin, 13 April 2026 | 18:35 WIB

Terpopuler: Tarif Lewat Selat Hormuz, Diskon Sepatu New Balance di Sports Station

Terpopuler: Tarif Lewat Selat Hormuz, Diskon Sepatu New Balance di Sports Station

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 06:50 WIB

Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?

Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 16:41 WIB

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

News | Senin, 02 November 2026 | 09:03 WIB

Dari Wishlist hingga Checkout, Lagu no na x Shopee Jadi Soundtrack Kehidupan Para Shopping Lovers!

Dari Wishlist hingga Checkout, Lagu no na x Shopee Jadi Soundtrack Kehidupan Para Shopping Lovers!

News | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

Foto | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

Usai Batalkan Suket SMA Gibran, MA Gelar Konferensi Pers Jelaskan Putusan Kasasi Siang Ini!

Usai Batalkan Suket SMA Gibran, MA Gelar Konferensi Pers Jelaskan Putusan Kasasi Siang Ini!

News | Senin, 02 November 2026 | 08:55 WIB

Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim

Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:50 WIB

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:49 WIB

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

×