Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 14:47 WIB
Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya
Sejumlah warga menghadiri upacara pemakaman Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) korban serangan udara Amerika dan Israel di Teheran, Iran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Shadati).

Suara.com - Upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menemui jalan buntu. Setelah menjalani perundingan damai secara maraton selama lebih dari 21 jam di Islamabad, Pakistan, kedua negara gagal mencapai kesepakatan damai yang diharapkan bisa memperpanjang gencatan senjata dua pekan yang telah dimulai sejak 8 April.

Negosiasi yang berlangsung sejak Sabtu (11/4) hingga Minggu (12/4) pagi itu menjadi momen langka, mengingat ini adalah pertemuan tatap muka pertama antara kedua negara sejak Revolusi Islam Iran pada 1979. Namun, alih-alih menghasilkan kesepakatan, perundingan tersebut justru menegaskan betapa dalamnya perbedaan kepentingan antara Washington dan Teheran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengumumkan adanya kesepakatan awal berupa gencatan senjata selama dua pekan. Hal ini memunculkan harapan bahwa hubungan kedua negara dapat mencair setelah bertahun-tahun berada dalam ketegangan tinggi.

Namun, harapan tersebut pupus setelah Wakil Presiden AS, J.D. Vance, yang memimpin delegasi Washington, menyatakan bahwa negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan apa pun. Ia menegaskan bahwa delegasi AS akan kembali ke negaranya tanpa membawa hasil konkret dari pembicaraan panjang tersebut.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengakui bahwa memang ada sejumlah titik temu dalam pembahasan. Namun, ia menegaskan bahwa masih terdapat dua hingga tiga isu krusial yang tidak dapat disepakati, sehingga kesepakatan damai gagal tercapai.

Berikut beberapa sebab AS-Iran batal sepakat damai.

Fasilitas nuklir Iran (CNN)
Fasilitas nuklir Iran (CNN)

1. Program Nuklir

Salah satu penyebab utama kegagalan perundingan adalah perbedaan sikap terkait program nuklir Iran. Pemerintah AS menuntut agar Iran menghentikan sepenuhnya program nuklirnya sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Namun, Iran menolak tuntutan tersebut. Teheran bersikukuh bahwa program nuklir yang mereka jalankan bertujuan untuk kepentingan sipil, bukan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran bahkan menyatakan kesediaannya untuk membatasi aktivitas nuklirnya, tetapi dengan syarat seluruh sanksi ekonomi terhadap mereka dicabut.

Perbedaan posisi ini menjadi salah satu hambatan terbesar dalam negosiasi. AS menganggap penghentian total sebagai syarat mutlak, sementara Iran menilai tuntutan tersebut tidak realistis dan melanggar hak mereka sebagai negara berdaulat.

2. Sengketa Selat Hormuz

Selain isu nuklir, Selat Hormuz juga menjadi topik panas dalam perundingan. Jalur laut strategis ini memiliki peran vital dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati wilayah tersebut.

Sejak konflik memanas, Iran dilaporkan telah menutup akses Selat Hormuz secara efektif, yang berdampak besar pada lonjakan harga energi global. Kondisi ini bahkan disebut-sebut sebagai guncangan ekonomi terburuk sejak embargo minyak tahun 1973.

Dalam negosiasi, Iran bersikeras ingin mengendalikan selat tersebut, termasuk memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melintas. Sebaliknya, AS menuntut agar Selat Hormuz tetap terbuka dan bebas biaya demi menjaga stabilitas perdagangan global.

Perbedaan kepentingan ini semakin memperlebar jurang antara kedua negara, mengingat Selat Hormuz bukan hanya soal kedaulatan, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:30 WIB

Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:11 WIB

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Selamat Tinggal Jordi Amat, Pelatih Persija Temukan Sosok Anyar Pendamping Rizky Ridho

Selamat Tinggal Jordi Amat, Pelatih Persija Temukan Sosok Anyar Pendamping Rizky Ridho

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:48 WIB

Malaysia di Ambang Krisis BBM

Malaysia di Ambang Krisis BBM

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

5 Fakta Blokade Amerika Serikat ke Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:30 WIB

Hizbullah Mau Baikkan dengan Israel, Syaratnya...

Hizbullah Mau Baikkan dengan Israel, Syaratnya...

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:27 WIB

Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

Warisan Gila Pablo Escobar! 80 Kuda Nil Bakal Disuntik Mati, Habiskan Biaya Rp30 Miliar

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:23 WIB

BPOM Perbarui Aturan Cemaran Mikroba, Batasi Kandungan Bakteri pada Mi Instan hingga Bakso

BPOM Perbarui Aturan Cemaran Mikroba, Batasi Kandungan Bakteri pada Mi Instan hingga Bakso

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:16 WIB

Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:11 WIB

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB