Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 14 April 2026 | 15:10 WIB
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf. (bidik layar video DPR RI)
  • Menteri Haji Gus Irfan mengklarifikasi wacana war ticket haji di DPR RI, Jakarta, pada Selasa, 14 April 2026.
  • Gus Irfan menyatakan kesiapan menghentikan pembahasan wacana tersebut agar fokus pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mendatang.
  • Anggota DPR menyarankan penundaan wacana tersebut guna memprioritaskan perbaikan sistem antrean bagi jemaah lansia dan risiko tinggi.

Suara.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, memberikan klarifikasi terkait polemik "war ticket" haji yang sempat ramai di tengah masyarakat.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026), Gus Irfan mengaku sebagai orang pertama yang melontarkan istilah tersebut.

Ia menjelaskan, bahwa war ticket sebenarnya merupakan wacana yang sedang digodok di internal kementeriannya.

"Kemudian, yang ketiga ini yang sempat rame ini, saya akui war tiket, war tiket ini memang wacana yang sedang kita bahas di kementerian haji dan kalau kita ditanya siapa yang bertanggung jawab, sayalah orang yang pertama melontarkan istilah war tiket ini," ujar Gus Irfan di hadapan anggota dewan

Namun, ia menyatakan kesiapannya untuk menutup pembahasan tersebut jika dinilai terlalu dini, agar pemerintah bisa fokus pada penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M yang sudah di depan mata.

"Dan kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur ya akan kita tutup dulu sampai hari ini, sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata," katanya.

Sebelumnya, dalam rapat ini soal polemik wacana war tiket haji sempat jadi sorotan Anggota Komisi VIII DPR. Salah satunya datang dariAnggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq.

Ia menyarankan agar wacana tersebut dikesampingkan terlebih dahulu. Maman menilai, fokus utama saat ini seharusnya adalah memastikan sistem penyelenggaraan haji tahun berjalan berjalan sukses dan sistematis.

"Yang terakhir, wacana tentang war ticket itu menurut saya perlu agak dihentikan dulu di saat kita harus mengurus soal apa, sistem yang terbaik. Ini adalah perjalanan haji yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Haji," kata Maman.

Meski menyarankan penundaan pembahasan, Maman melihat ada sisi menarik dari substansi war ticket.

Menurutnya, gagasan tersebut bisa menjadi terobosan untuk memberikan harapan bagi jemaah yang memiliki masa tunggu (antrean) sangat panjang, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi (risti).

"Nah, saya rasa menariknya itu isunya bukan war ticket-nya, tetapi isunya adalah bagaimana kita bisa mempercepat antrean bagi yang lansia, mempercepat antrean bagi yang risti (risiko tinggi), mempercepat antrean bagi orang-orang yang tidak memungkinkan waktu begitu panjang," jelas Maman.

Politisi PKB ini menambahkan bahwa war ticket bisa menjadi solusi bagi mereka yang khawatir tidak memiliki usia yang cukup untuk menunggu antrean reguler yang bisa mencapai puluhan tahun. Ia menyamakan konsep ini dengan pola undian (qur'ah) yang pernah dilakukan sebelumnya.

"Saya rasa war ticket menjadi sangat menarik bagi kelompok-kelompok yang ingin lebih dipercepat oleh kita. Ini salah satu terobosan. Jadi jujur aja Gus Menteri, beberapa orang merasa setuju. ‘Wah kalau begitu saya bisa berangkat tahun depan ya kalau kami bisa nyiapin dana se-anu’. Saya bilang, ‘Iya, tujuan substansinya itu’. Kita tidak menginginkan ada orang yang sekitar 30 tahun lagi, 40 tahun lagi, atau hari ini 16 tahun lagi, mereka bertanya ‘Saya masih punya umur atau enggak?’," pungkas Maman.

Maman menegaskan bahwa pada akhirnya keberangkatan haji adalah persoalan nasib, namun pemerintah tetap perlu mengupayakan sistem yang bisa memberikan kepastian bagi masyarakat.

"Nah, war ticket ini menjadi harapan bagi kita seperti pola qur’ah atau undian yang pernah kita lakukan. Karena haji itu kan betul-betul tergantung nasib, di samping nisab dan nasab. Nasib itu kita bisa berangkat atau tidak," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibadah Kok Disamakan Sama Konser K-Pop? Menggugat Wacana War Ticket Haji yang Rentan Diskriminasi

Ibadah Kok Disamakan Sama Konser K-Pop? Menggugat Wacana War Ticket Haji yang Rentan Diskriminasi

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 13:07 WIB

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:21 WIB

Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026

Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:07 WIB

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun

Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun

News | Senin, 13 April 2026 | 10:48 WIB

Intip Kekayaan Fantastis Irfan Yusuf, Menteri yang Gagas Haji Pakai Sistem War Tiket

Intip Kekayaan Fantastis Irfan Yusuf, Menteri yang Gagas Haji Pakai Sistem War Tiket

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 12:17 WIB

Berapa Biaya Haji 2026? Simak Rincian Terbaru Jika Harus War Tiket

Berapa Biaya Haji 2026? Simak Rincian Terbaru Jika Harus War Tiket

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 09:24 WIB

Terkini

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:32 WIB

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:13 WIB

Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung

Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:12 WIB

Jalan Lenteng Agung Amblas, Polisi Buka Jalur Alternatif Lewat Antasari dan Cinere

Jalan Lenteng Agung Amblas, Polisi Buka Jalur Alternatif Lewat Antasari dan Cinere

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:06 WIB

Kejar Uang Pengganti Rp21,6 Miliar, Kejagung Ajukan Kasasi Kasus Marcella Santoso

Kejar Uang Pengganti Rp21,6 Miliar, Kejagung Ajukan Kasasi Kasus Marcella Santoso

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:56 WIB

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:52 WIB

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:29 WIB

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:06 WIB

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB

Di Balik Amblesnya Jalan Lenteng Agung, Ada Rongga Tersembunyi yang Sudah Mengintai

Di Balik Amblesnya Jalan Lenteng Agung, Ada Rongga Tersembunyi yang Sudah Mengintai

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:51 WIB