AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

Arief Apriadi | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 10:57 WIB
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
Iran pertimbangkan negosiasi ulang dengan AS pasca-kedatangan delegasi Pakistan. Teheran tuntut Washington pakai logika dan berhenti ajukan tuntutan berlebihan.(Dok. Suara.com)
  • Iran baru akan memutuskan kelanjutan negosiasi dengan AS setelah meninjau pesan yang dibawa oleh Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.
  • Teheran menuntut Amerika Serikat untuk mengikuti kerangka logika dan berhenti melanggar janji-janji diplomatik jika ingin dialog kembali berjalan.
  • Gencatan senjata di Lebanon dipandang sebagai sinyal positif bagi Iran dalam mempertimbangkan putaran perundingan berikutnya dengan pihak Washington.

Suara.com - Republik Islam Iran menegaskan sikap kedaulatannya dengan menuntut Amerika Serikat untuk menggunakan kerangka berpikir yang logis jika ingin kembali duduk di meja perundingan.

Keputusan Teheran untuk melanjutkan putaran negosiasi baru akan sangat bergantung pada hasil tinjauan mendalam pasca-pertemuan dengan delegasi tingkat tinggi Pakistan yang membawa pesan khusus dari Washington.

Iran menekankan bahwa keberhasilan diplomasi di masa depan mustahil tercapai selama Gedung Putih masih mengedepankan tuntutan yang berlebihan dan sering mengkhianati janji-janji yang telah disepakati sebelumnya.

Misi Diplomatik Pakistan di Teheran

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah mendarat di ibu kota Iran pada hari Rabu dengan memimpin delegasi politik dan keamanan tingkat tinggi. [Dok. Aaj English TV]
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah mendarat di ibu kota Iran pada hari Rabu dengan memimpin delegasi politik dan keamanan tingkat tinggi. [Dok. Aaj English TV]

Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah mendarat di ibu kota Iran pada hari Rabu dengan memimpin delegasi politik dan keamanan tingkat tinggi.

Kedatangan Munir membawa misi khusus untuk menyampaikan pesan langsung dari Amerika Serikat sekaligus membuka jalan bagi kelanjutan dialog antara Teheran dan Washington.

Seorang sumber tepercaya mengungkapkan bahwa pemerintah Iran akan menentukan langkah selanjutnya setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap isi pesan yang dibawa oleh utusan Islamabad tersebut.

“Setelah pertemuan delegasi Pakistan hari ini yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dengan para pejabat Iran, tim Iran akan melakukan peninjauan yang diperlukan dan kemudian keputusan akan dibuat mengenai putaran negosiasi berikutnya antara Iran dan Amerika Serikat,” ungkap sumber tersebut kepada kantor berita Tasnim.

Delegasi yang dipimpin oleh Munir ini dilaporkan mencakup perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, institusi keamanan, hingga para pakar teknis dari Pakistan.

Syarat Mutlak Kerangka Logika

Dalam persiapan menghadapi kemungkinan dialog baru, Iran memberikan catatan keras kepada pihak Washington agar tidak lagi merusak proses diplomasi dengan arogansi.

Sikap teguh Teheran ini muncul sebagai respons atas rekam jejak Amerika Serikat yang kerap melanggar komitmen internasional secara sepihak.

“Amerika Serikat harus mematuhi kerangka logika negosiasi dan menghindari penghambatan proses negosiasi dengan mengajukan tuntutan yang berlebihan atau melanggar janji-janji yang dibuatnya sebelum gencatan senjata,” tegas sumber tersebut.

Laporan media Amerika mengindikasikan bahwa Washington sebenarnya sangat berhasrat untuk memulai putaran negosiasi baru sesegera mungkin.

Namun, delegasi Iran tetap pada pendiriannya bahwa Amerika Serikat wajib menghormati prinsip-prinsip dasar yang diperlukan untuk membangun negosiasi yang sehat dan masuk akal.

Sinyal Positif Gencatan Senjata

Iran juga menyoroti situasi geopolitik di kawasan, termasuk perkembangan di Lebanon, sebagai faktor penentu dalam keputusan diplomasi mereka.

Gencatan senjata yang terjadi di Lebanon dianggap sebagai sebuah "sinyal positif" yang dapat memengaruhi pertimbangan Teheran untuk kembali berbicara dengan perwakilan AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dijadwalkan akan menerima langsung delegasi Pakistan untuk membahas rincian teknis dan substansi dari pesan yang dikirim oleh Washington.

Keterlibatan Pakistan sebagai mediator menunjukkan betapa krusialnya posisi Teheran dalam stabilitas Asia Barat, yang membuat AS terpaksa mencari perantara untuk mendekati kembali negeri para mullah tersebut.

Teheran tetap waspada dan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan sebelum memastikan bahwa Amerika Serikat benar-benar siap meninggalkan kebiasaan lamanya yang sering memaksakan kehendak.

Negosiasi Sempat Gagal

Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat terus berada dalam ketegangan tinggi setelah serangkaian kegagalan perundingan nuklir dan eskalasi militer di wilayah Selat Hormuz.

Washington sebelumnya mencoba menekan Teheran melalui blokade ekonomi dan militer, namun strategi tersebut terbukti gagal memaksa Iran untuk tunduk pada tuntutan sepihak Gedung Putih.

Kegagalan negosiasi di Islamabad beberapa waktu lalu terjadi karena AS dianggap tidak jujur dan terus mengajukan syarat-syarat yang melanggar kedaulatan nasional Iran.

Kini, melalui perantaraan militer Pakistan, Amerika Serikat mencoba kembali membuka pintu dialog di saat kekuatan pertahanan Iran semakin solid dan didukung oleh jaringan intelijen strategis di kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB

Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran

Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:17 WIB

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:08 WIB

Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'

Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:48 WIB

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:29 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB