Bukan Sekadar Revisi, Pemerintah Sebut Perubahan UU HAM Lebih dari 50 Persen

Bella, Lilis Varwati

Jum'at, 17 April 2026 | 19:28 WIB
Bukan Sekadar Revisi, Pemerintah Sebut Perubahan UU HAM Lebih dari 50 Persen
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto di Jakarta, Jumat (17/4/2026). [Suara.com/Lilis Varwati]
baca 10 detik
  • Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyatakan revisi UU Nomor 39 Tahun 1999 lebih tepat dikategorikan sebagai penggantian undang-undang baru.
  • Pemerintah memperkenalkan konsep partisipasi bermakna masyarakat serta rencana pembentukan dana abadi untuk mendukung pemajuan HAM secara berkelanjutan.
  • Aturan baru menggeser pendekatan HAM dari paradigma deklaratif dan negara sentris menuju sistem yang preventif serta inklusif.

Suara.com - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, menyebut perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM lebih tepat dikategorikan sebagai penggantian undang-undang, bukan sekadar revisi.

Hal itu disampaikan Mugiyanto terkait progres pembahasan aturan tersebut di tingkat pemerintah sebelum diserahkan ke DPR.

“Terkait UU 39 tahun 1999, Kementerian HAM sedang dan terus melakukan upaya-upaya persiapan sebelum kita serahkan ke DPR. Minggu lalu kami sudah finalisasi di tingkat internal kementerian,” kata Mugiyanto di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan, perubahan yang dilakukan mencakup sebagian besar isi undang-undang sehingga secara terminologi hukum lebih tepat disebut sebagai undang-undang pengganti.

“Karena yang diubah itu banyak, lebih dari 50 persen, jadi kira-kira dalam bahasa perundang-undangan itu namanya bukan revisi undang-undang, tapi undang-undang pengganti. Ya mengganti dari Undang-Undang (nomor) 39. Jadi ada terminologi khusus,” ujarnya.

Dalam rancangan aturan baru, pemerintah juga memperkenalkan sejumlah konsep baru, salah satunya partisipasi bermakna dalam pelaksanaan HAM dengan menekankan keterlibatan substantif masyarakat dalam proses kebijakan.

Selain itu, kata Mugiyanto, aturan baru juga akan mengatur ruang partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan hingga pelaksanaan kerja-kerja HAM.

“Di dalam beberapa pasal di undang-undang yang baru kita atur soal ruang partisipasi bagi masyarakat dalam pembuatan kebijakan dan dalam pelaksanaan kerja-kerja hak asasi manusia,” ujarnya.

Pemerintah juga mengusulkan pembentukan dana abadi untuk pemajuan HAM sebagai bentuk dukungan jangka panjang.

baca juga

Menurut dia, keberadaan dana abadi tersebut menjadi bagian dari perubahan cara pandang terhadap HAM. Mugiyanto berpandangan bahwa HAM tidak lagi dipandang hanya sebagai kaidah normatif, tetapi juga sebagai investasi sosial yang berkelanjutan melalui dana abadi tersebut.

Sehingga, pembaruan dalam undang-undang yang baru ini diharapkan dapat membawa perubahan mendasar dalam pendekatan HAM di Indonesia.

“Secara umum mungkin bisa disimpulkan ini terjadi pergeseran, terjadi shift yang fundamental dari paradigma. Kalau undang-undang 39 itu pendekatannya deklaratif, norma-norma, menuju yang lebih sistemik, sistematis,” lanjutnya.

Selain itu, ia menyebut ada pergeseran pendekatan dari reaktif menjadi preventif dalam menangani potensi pelanggaran HAM.

Perubahan lainnya juga menyangkut pendekatan yang tidak lagi berpusat pada negara.

“Dari yang negara sentris menuju pendekatan yang melibatkan aktor-aktor di luar negara termasuk masyarakat sipil, pelaku usaha. Jadi dari state sentris ke juga open participation for non-state actor terkait keasasi manusia,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

Berkas Perkara Sudah di Pengadilan, Komnas HAM Desak Polri Lanjutkan Penyidikan Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:29 WIB

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB

Aktivis Mahasiswa Geruduk MK, Minta Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Masuk Peradilan Militer

Aktivis Mahasiswa Geruduk MK, Minta Kasus Air Keras Andrie Yunus Tak Masuk Peradilan Militer

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:00 WIB

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:39 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0

West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0

Bola | Sabtu, 11 April 2026 | 06:37 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×