- Seorang tentara Israel diduga menghancurkan patung Yesus di kota Debel, Lebanon Selatan, pada 19 April 2026.
- Insiden tersebut memicu kecaman internasional dan perdebatan luas mengenai moralitas militer di tengah operasi perang.
- Militer Israel sedang melakukan investigasi mendalam serta verifikasi keaslian foto terkait dugaan tindakan vandalisme tersebut.
"Pria ini benar-benar harus berusaha keras untuk melakukan hal ini. Menjijikkan," tulis salah satu pengguna.
Perbandingan dengan Kendali Hizbullah
Salah satu poin yang paling banyak diperdebatkan di media sosial adalah perbandingan situasi keamanan di bawah kendali Hizbullah dan Israel.
Beberapa warganet mempertanyakan narasi yang selama ini beredar mengenai siapa yang sebenarnya mengancam komunitas Kristen di Timur Tengah.
"Biar saya luruskan, patung itu tidak dirusak di bawah kendali Hizbullah di Lebanon selatan. Tapi patung itu dirusak saat wilayah tersebut dikendalikan Israel," tulis seorang. warganet.
Ia melanjutkan dengan nada skeptis, "Dan orang-orang Israel memberi tahu kita bahwa Hizbullah adalah musuh orang Kristen, meskipun mereka adalah pihak yang menyelamatkan orang Kristen dari ISIS?"
Selain itu, sentimen politik internasional juga terseret. Beberapa pengguna mengkritik dukungan tanpa syarat dari para pemimpin politik Barat, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terhadap militer Israel saat insiden seperti ini terjadi.
"Menghancurkan patung Yesus dengan palu di Lebanon. Trump, presiden 'Kristen', tetap mendukung penuh Israel. Pendukung Kristen diam seperti biasa ketika hal itu tidak sesuai dengan narasi."
Respons Militer Israel
Sadar akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh foto tersebut, pihak militer Israel tidak tinggal diam.
Letnan Kolonel Nadav Shoshani, juru bicara resmi IDF, memberikan tanggapan langsung terhadap unggahan viral tersebut.
Shoshani menyatakan, pihak militer sedang dalam proses memverifikasi keaslian foto tersebut.
"IDF saat ini sedang memeriksa keaslian foto tersebut," tulis Shoshani dalam pernyataannya.
Ia juga menekankan, tindakan semacam itu tidak mewakili standar militer mereka.
"Jika ini memang gambar asli yang baru-baru ini terjadi, tindakan ini tidak selaras dengan nilai-nilai IDF dan perilaku yang diharapkan dari tentara IDF."