Mengapa Penangkapan Saja Tak Efektif, Pakar IPB Ungkap Tiga Strategi Kendalikan Ikan Sapu-Sapu

Bimo Aria Fundrika

Senin, 20 April 2026 | 11:41 WIB
Mengapa Penangkapan Saja Tak Efektif, Pakar IPB Ungkap Tiga Strategi Kendalikan Ikan Sapu-Sapu
Petugas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengubur ikan sapu-sapu saat operasi pembersihan di Sungai Ciliwung, Cililitan, Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]
baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta menangkap 68.880 ekor ikan sapu-sapu seberat 6,98 ton di lima wilayah kota pada 17 April.
  • Operasi tersebut dilakukan Dinas KPKP guna menjaga keseimbangan ekosistem perairan dari ancaman spesies invasif yang berkembang pesat.
  • Pakar menyarankan strategi terpadu melalui pencegahan, penangkapan, dan kontrol biologis untuk mengendalikan populasi ikan tersebut secara jangka panjang.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat sebanyak 68.880 ekor ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dalam operasi serentak di lima wilayah kota pada Jumat (17/4). Total tangkapan mencapai 6,98 ton. Namun, langkah penangkapan ini dinilai belum cukup untuk mengendalikan populasi spesies invasif tersebut secara jangka panjang.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), wilayah Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton dari kawasan Setu Babakan. Sementara Jakarta Timur mencatat 4.128 ekor, disusul Jakarta Pusat 536 ekor, Jakarta Utara 545 ekor, dan Jakarta Barat 71 ekor.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta. (Dok. Suara.com)
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta. (Dok. Suara.com)

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, mengatakan penangkapan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan. “Operasi ini dilakukan secara rutin untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu yang dapat merusak ekosistem dan mengganggu ikan lokal,” ujarnya.

Ikan sapu-sapu atau Pterygoplichthys pardalis dikenal sebagai spesies invasif dengan kemampuan reproduksi tinggi. Seekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dalam satu siklus dan dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun, dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.

Strategi Terpadu Jadi Kunci

Pakar konservasi ikan dari IPB University, Charles PH Simanjuntak, menegaskan bahwa penangkapan saja tidak cukup untuk menekan populasi ikan ini. Ia menekankan perlunya strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penangkapan, dan kontrol biologis.

“Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu, mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan adaptasi ikan sapu-sapu yang tinggi membuatnya mampu bertahan di berbagai kondisi perairan. Ditambah lagi, minimnya predator alami di sungai-sungai Jakarta membuat populasinya sulit dikendalikan.

Karena itu, langkah pencegahan menjadi penting, termasuk memperketat regulasi perdagangan ikan hias serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melepas ikan ke perairan umum. Teknologi seperti environmental DNA (eDNA) juga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan ikan sejak dini.

baca juga

Dalam kondisi populasi yang sudah tinggi, penangkapan tetap diperlukan, terutama terhadap ikan berukuran kecil agar lebih efektif menekan pertumbuhan populasi. Pelibatan masyarakat melalui perburuan berbasis komunitas juga dinilai dapat membantu, jika dilakukan secara sistematis di sepanjang aliran sungai.

Selain itu, kontrol biologis dengan memanfaatkan predator lokal seperti ikan baung dan betutu bisa menjadi alternatif, meski efektivitasnya terbatas pada fase juvenil.

Pakar juga mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi, terutama jika berasal dari perairan tercemar karena berpotensi mengandung logam berat.

Dengan pendekatan terpadu dan kolaborasi berbagai pihak, pengendalian ikan sapu-sapu diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan penangkapan semata tetapi juga menyasar akar permasalahan invasi spesies ini di perairan Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deforestasi Terus Terjadi, Gerakan Lintas Iman Perlu Lebih Berisik Bersuara Jaga Hutan

Deforestasi Terus Terjadi, Gerakan Lintas Iman Perlu Lebih Berisik Bersuara Jaga Hutan

Lifestyle | Senin, 20 April 2026 | 11:19 WIB

Di Tengah Tekanan Industri, Bisakah Gerakan Lintas Iman Jadi Alternatif Jaga Hutan Indonesia?

Di Tengah Tekanan Industri, Bisakah Gerakan Lintas Iman Jadi Alternatif Jaga Hutan Indonesia?

News | Senin, 20 April 2026 | 11:09 WIB

MUI Soroti Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Pramono Anung Janji Perbaiki Tata Cara

MUI Soroti Ikan Sapu-sapu Dikubur Hidup-hidup, Pramono Anung Janji Perbaiki Tata Cara

News | Senin, 20 April 2026 | 11:03 WIB

Terkini

Desakan Mundur Makin Kuat! Gibran Pilih Naik Motor Cek Bedah Rumah di Sulbar

Desakan Mundur Makin Kuat! Gibran Pilih Naik Motor Cek Bedah Rumah di Sulbar

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:11 WIB

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

×