Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 April 2026 | 13:29 WIB
Ribuan Pelaut Terjebak Akibat Selat Hormuz Ditutup Lagi, Mulai Stres dan Frustrasi
Selat Hormuz (Instagram)
baca 10 detik
  • Iran menutup Selat Hormuz dan menembaki kapal komersial yang mencoba melintas di jalur tersebut.

  • Ratusan kapal tanker terjebak menyebabkan ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi minyak dunia.

  • Ribuan pelaut mengalami tekanan psikologis hebat akibat terjebak di zona perang selama berminggu-minggu.

"Peristiwa ini dapat dengan mudah menyebabkan pengalaman traumatis. Ada juga risiko signifikan dari ranjau laut, yang membuat asuransi kapal untuk melewati Selat tersebut hampir mustahil dilakukan."

Para pelaut yang terjebak mulai menunjukkan gejala stres dan frustrasi karena ketidakpastian kapan jalur pelayaran akan kembali dibuka.

Hingga saat ini, kapal-kapal milik Hapag-Lloyd masih terpaksa membuang sauh di sekitar pelabuhan Dubai menunggu situasi mereda.

"Para kru dalam keadaan baik, tetapi mereka menjadi semakin tidak sabar dan frustrasi. Sangat disayangkan bahwa kami tidak bisa berangkat hari ini," tambah Haupt.

"Banyak kapal masih terjebak di Teluk Persia."

"Enam kapal kami berlabuh di dekat pelabuhan Dubai, dan semua kru berharap akan adanya perbaikan situasi," ungkapnya lagi.

Syarat Iran untuk Membuka Blokade

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan Selat Hormuz akan terus ditutup selama Amerika Serikat tidak mencabut blokade di pelabuhan Iran.

Pihak Iran memperingatkan bahwa kapal apapun yang nekat bergerak dari posisi jangkar akan dianggap sebagai kolaborator musuh.

baca juga

Teheran berdalih bahwa pembatasan ekspor minyak mereka adalah bentuk perang ekonomi yang sah untuk dibalas dengan menutup jalur navigasi.

"Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan setiap kapal yang melanggar akan menjadi sasaran," tegas pernyataan resmi IRGC melalui Kantor Berita Tasnim.

Pemerintah Amerika Serikat berargumen bahwa tindakan mereka di pelabuhan Iran dilakukan secara adil terhadap semua kapal untuk menekan Teheran.

Krisis ini sebenarnya merupakan eskalasi panjang dari konflik bersenjata yang telah pecah sejak akhir Februari tahun ini.

Bagi perusahaan pelayaran, pembukaan jalur ini adalah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan operasional dan keselamatan nyawa para pekerja mereka.

"Bagi kami, sangat penting agar kapal-kapal kami dapat segera melewati selat tersebut," kata Haupt menekankan urgensi situasi tersebut.

Untuk menjaga mental kru, perusahaan menyediakan fasilitas komunikasi video tanpa batas agar mereka tetap terhubung dengan keluarga di rumah.

"Kami menawarkan data tanpa batas kepada semua anggota kru agar mereka dapat melakukan panggilan video kepada orang terdekat dan mengakses hiburan. Para kru kuat, tetapi setelah berminggu-minggu di atas kapal, muncul rasa bosan dan frustrasi yang semakin meningkat."

Realita Bahaya di Tengah Lautan

Bahaya nyata di Selat Hormuz bukan sekadar ancaman lisan, melainkan serangan fisik yang sudah dialami oleh beberapa awak kapal.

Ada laporan mengenai kebakaran di atas kapal yang dipicu oleh serpihan bom serta lintasan rudal yang sangat dekat dengan posisi kapal.

"Satu kru mengalami kebakaran di atas kapal akibat serpihan bom. Yang lain telah melihat rudal atau drone di dekat kapal mereka," ujar Haupt menceritakan kengerian tersebut.

"Mereka tangguh, tetapi setiap hari tambahan membuat situasi menjadi lebih sulit, lebih membosankan, dan lebih stres."

Presiden Donald Trump mengecam keras langkah Iran ini sebagai bentuk pemerasan internasional dan berjanji tidak akan mundur sedikitpun.

Selat Hormuz merupakan urat nadi distribusi energi dunia yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global di Asia, Eropa, dan Amerika.

Konflik ini memuncak setelah pecahnya perang pada 28 Februari 2026, yang memicu aksi saling blokade antara pihak Iran dan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Penutupan jalur ini secara historis selalu berdampak pada lonjakan harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok barang elektronik hingga kebutuhan pokok internasional.

Hukum laut internasional UNCLOS menjamin hak navigasi di wilayah tersebut, namun ketegangan geopolitik seringkali mengabaikan aturan hukum demi kepentingan militer.

Kini ribuan pelaut terjebak di tengah sengketa dua kekuatan besar yang belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan gencatan senjata atau negosiasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

3 Fakta Kapal Touska Iran yang Diserang dan Disita AS di Laut Oman

News | Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB

Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk

Toilet Ramah Lingkungan Jadi Biang Kerok 4000 Tentara AS Ngantri BAB di Kapal Induk

News | Senin, 20 April 2026 | 12:54 WIB

24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?

24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?

News | Senin, 20 April 2026 | 12:38 WIB

Terkini

KPK: Empat Tersangka Kasus HGB Summarecon Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK: Empat Tersangka Kasus HGB Summarecon Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:03 WIB

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di Jateng

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:53 WIB

Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana

Realisasi Anggaran BTT Pemkab Bogor Baru 41 Persen, Sisa Rp52,1 Miliar Disiapkan untuk Bencana

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 19:51 WIB

Mendagri Tepis Tudingan OPM: Alasan Intel Hanya Dalih untuk Tutupi Aksi Kekerasan!

Mendagri Tepis Tudingan OPM: Alasan Intel Hanya Dalih untuk Tutupi Aksi Kekerasan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:50 WIB

Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar

Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:50 WIB

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

Krisis Air Menjalar di Ibu Kota, Pramono Berharap Badai El Nino Berakhir September

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:49 WIB

Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK

Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 19:46 WIB

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

5 Posisi Meja Belajar Anak Menurut Feng Shui agar Fokus dan Pintar, Siap Berprestasi di Sekolah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:45 WIB

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 19:43 WIB

×